![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Dasar bocah ingusan!" cetus Jessy dengan lirikan tajam kearah Ara yang terkekeh.
Bumi dan Khayangan tersenyum kecil sedangkan Ola memalingkan wajahnya, sudah sejak pertama kembaran Gala itu memang tak pernah menyukai Jessy.
"Sudah siang, aku berangkat ke kantor ya, Sayang" pamit Gala pada istrinya.
"Iya, Nanti pulang bawa martabak telor bebek lima biji ya" pinta Ara setelah mencium takzim punggung tangan suaminya.
"Adanya juga........ " bisik Gala di telinga kanan Ara.
Gala berangkat bersama Jessy setelah berpamitan dengan semua keluarganya.
"Kamu kan bisa kasih undangan itu di kantor, Jess" ucap Gala saat ia membuka pintu mobilnya.
"Aku udah lama gak ketemu tante"
"Alasan! pake gak bawa mobil segala" kata Gala lagi kesal karna harus satu mobil dengan Jessy.
"Kan sudah ku bilang, mobilku masuk bengkel"
Gala hanya bisa membuang napas kasar, kali ini statusnya tak sama kaya dulu lagi. Ada hati yang harus benar-benar ia jaga dari kata cemburu. Meski Gala tau jika Ara bukan gadis yang mudah menangis.
.
.
.
Kini hanya tinggal tiga wanita yang berada di ruang makan karna Bumi sudah berlalu ke ruang kerjanya. Pria keturunan Rahardian itu memang sudah tak terlalu aktif di kantor, ia hanya menyelesaikan semua pekerjaannya di rumah karna sebagian sudah ia limpahkan pada putra pertamanya Galaksy ArMikha Rahardian Wijaya.
"Maafin sikap Jessy ya, Sayang" kata Khayangan sambil mengusap punggung menantunya.
__ADS_1
"Udah biasa, dari dulu juga gitu, Umi. Yang penting kak Gala gak ngerespon si Kuyang" jawab Ara santai.
"Uhuk.. uhuk... apa, Ra?" tanya Ola, ia sampai tersedak saat mendengar ucapan adik iparnya.
"Kuyang"
"Kuyang itu, bukannya?" ucap Khayangan sedikit menerka tapi tak sempat ia katakan.
"Hantu yang cuma kepalanya aja, kan?" sambung Ola lagi.
"Hem, liat aja mukanya tuh mirip banget kaya kuyang karna rambutnya yang bikin ribet, belum lagi dadanya yang segede baskom Ara aja liatnya engap banget" kata Ara sampai membuat Khayangan dan Ola tertawa.
Perbincangan ketiganya terhenti saat ada suara salam dari arah ruang tengah, seorang pelayan datang dan mengatakan jika guru Ara dari sekolahnya sudah menunggu.
"Ara mau belajar dimana? ruang tengah atau di kamar?" tanya Uminya.
"Ara mau di halaman belakang, boleh?"
"Ayo kakak antar ke sana" tawar Ola sambil bangun dari duduknya saat Ara menjawab lewat anggukan kepala.
Wanita bergamis panjang berwarna navy itu pun mendorong kursi roda Ara kearah halaman belakang bersama ibu guru Ara.
"Kakak tinggal ya"
"Iya, kak makasih banyak" Jawab Ara.
Ola pergi dari halaman belakang menuju dapur, ia meminta seorang pelayan membawakan minuman dan sedikit cemilan.
"Umi, pihak sekolah tahu gak kalau Ara sudah menikah?" tanya Ola pada Khayanga saat bertemu di dekat tangga.
"Hanya wali kelas dan kepala sekolahnya saja yang tahu, selebihnya tidak, Sayang" kata Khayangan.
"Oh, gitu"
__ADS_1
"Mungkin peresmiannya nanti, La. Ada apa?"
"Gak apa-apa, aku tanya aja" sahut Aurora, si cantik yang sampai detik ini tak pernah terjamah oleh satu pria pun. Pria pun akan bingung saat mendekatinya karna tak hanya cantik rupa, ia pun cantik akhlak dan harta.
.
.
Ara yang berotak cerdas tentu tak di ragukan lagi oleh semua guru saat ia sedang mengerjakan tugas. Tapi tidak kali ini, guru yang datang tentu sesekali melirik Ara sambil sedikit berdehem.
"Ara, apa ada yang Ara kurang paham?"
"Enggak, Bu."sahut Ara gelagapan.
" Kok ngelamun, ada masalah atau Ara sakit?" tanya si guru lagi.
"Enggak juga Bu, Ara cuma bingung"
"Bingung kenapa?"
.
.
.
Tadi kata kak Gala, dia juga punya dua telor, Kira-kira telor apa ya, Bu?
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Telor tak bercangkang dan abadi itu sih 🙄
Ara belom kenalan ya sama yang itu 🤣🤣
__ADS_1