![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
"Sombong banget ya anak curutnya orang ganteng. Laganya mau berbagai gaya padahal nanti satu gaya aja aku jamin besok pagi jalannya ngesot" ledek Gala sambil mencebikkan bibiirnya.
"Eh, Ara strong women loh, kita liat aja nanti"
Gala tertawa masih dengan memutar setir mobilnya, jalan yang masih nampak ramai lancar itu membuat kendaraan mewahnya melaju dengan kecepatan sedang.
Braak..
Ara dan Gala turun dan langsung menutup pintu mobil, keduanya berjalan beriringan dengan salling menggenggam tangan, langkah pelan pasangan itu tertuju pada lift yang akan mengantar mereka ke lantai tempat dimana unit Apartemen baru Gala berada.
Triiing.
"Ara takut gak betah" lirih si cantik saat keluar dari kotak besi.
"Kenapa?" tanya Gala.
"Sepi, kecuali Ara di bolehin kuliah, gimana?"
Gala hanya tersenyum kecil, Ara yang sudah lulus sekolah beberapa bulan lalu memang seharusnya kini telah menjadi mahasiswi tapi sayangnya sang suami belum memberikan izin untuk hal itu.
"Kita bicarakan lagi nanti ya, setidaknya sampai kau sembuh total"
Ara membuang napas kasar, jawaban yang sama selalu suaminya berikan saat membahas hal tersebut. Tapi Ara cuukup paham dan tak pernah sekalipun merajuk.
__ADS_1
.
.
Sampai di dalam apartemen, Ara langsuung memasuki satu persatu ruangan. Unit itu memang tak terlalu besar karn hanya ada satu lantai tapi cukup nyaman dan luas karn asesaui keinginan Ara termasuk warna cat dinding.
"Apa ada yang mau di ubah lagi, Ra?" tanya Gala sambii memeluk istrinya dari belakang.
"Cukup, aku udah suka sama semuanya"
"Bagus, kalau gitu sekarang kita tinggal ke kamar" ajak Gala yang langsung menggendong sang istri ala Bridal Style seperti biasanya.
Cek lek
"Saatnya beraksi!" ucap Gala setelah merebahkan tubuh istrinya di tengah ranjang.
Satu persatu kancing kemeja itu di bukanya sambil tersenyum penuh arti, berbeda dengan Ara yang tentunya kini ia sedang menikmati degup jantung yang berkali-kali lipat berdetak seolah justru ingin loncat dari dalam tubuhnya.
Selesai dengan pakaian yang melekat di tubuhnya sendiri, kini saatnya Gala melakukan hal yang sama pada Ara. Ia membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh putih sang pemilik hati.
"Udah gak sakit kan, kalau di tekuk begini?" tanya Gala saat ia mengusap kaki hingga paha Ara.
"Asal pelan-pelan aja"
Seharusnya Ara tak perlu lagi malu saat melihat kepolosan suaminya yang tanpa apapun tapi entah kenapa wajah dan kedua pipinya selalu merah merona. Apalagi saat si pepaya gantung seakan menunjuk dirinya dengan sangat lurus.
__ADS_1
"Pengen Ara tepak, tapi belom nyobain" gumamnya dengan mata fokus pada bagian inti sang suami.
"Enak aja, perjaka nih" protes Gala yang nyatanya mendengar meski samar-samar.
Ara hanya tertawa kecil, ia semakin malu dan menggigit bibirnya sendiri.
Satu kecupan di mulai dari kening sebagai awal dari permainan mereka, turun ke pipi dan berlanjut ke leher serta pundak. Beberapa detik bermain disana membuat Ara dan Gala semakin terang sang dan sudah sedikit terbakar bi ra Hi masing-masing.
Ara yang memejamkan matanya sedari tadi langsung mengerjap saat Gala malah menyentuh bagian bawah miliknya.
"Sayang, kok terjun bebas?" tanya Ara bingung saat bagian tengahnya di lewati begitu saja oleh suaminya.
.
.
.
Wisatanya libur dulu ya, sayang.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Eh... ko belagu banget ya 🤣🤣
Fix hayang nakol ka baby koala nu teu sabaran masuk ke lembah sampe gunung di loncatin 🙄🙄
__ADS_1