![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku dimana?!" gumam Ara saat ia membuka sedikit matanya. Semua masih terasa kabur karna kesadarannya belum terkumpul sepenuhnya.
"Dimana ya?"
Ara memegang kepalanya yang sedikit pusing, tapi getar ponselnya membuat ia langsung menoleh.
Baby Koala.
"Hallo, sayang" sapa Ara saat ia sudah menekan icon merah di layar benda pipih miliknya.
"Ra, udah bangun?"
"Udah, ini buktinya lagi ngomong" sahut Ara polos.
"Ah, iya. Kamu pinter. Mandi dan jangan lupa sarapan ya cantik. Aku kembali dua jam lagi." kata Gala dengan senyum merekah di sudut bibirnya.
"Iya, tapi Ara mau makan dulu ya baru mandi. Laper"
"Hem, terserah kamu. Mau ku bawakan apa nanti?'" tawar suami siaga tersebut.
"Apa ya? apa aja deh, pokonya yang Kak Ala liat di jalan beli aja" jawab Ara pasrah karena tak ada satupun bayangan makanan terlintas di kepalanya saat ini.
__ADS_1
Panggilan telepon pun di akhiri. Kini Ara turun dari ranjang kemudian berjalan pelan menuju kamar mandi sambil mengelus perutnya yang besar untuk buang air kecil.
"Sekarang kita makan ya, biar kamu makin aktif saltonya" kekeh Ara. Langkah santainya kini kembali ke dalam kamar tapi itu urung ia lakukan saat melihat meja depan TV ruang tengan penuh dengan banyak makanan.
"Buset, ini sih buat satu RT" cetus Ara saat ia menghitung beberapa jenis hidangan di atas meja.
"Ini kak Ala ngeledek apa khawatir aku kelaperan sih sebenernya"
Ara terus saja mengoceh sambil menikmati semua yang ada di depannya. Tak perduli pada TV besar yang menyala namun tak ia tonton karna Ara malah memainkan ponselnya. Ara bertukar pesan dengan teman dan juga Ola sebab Khayangan tak kunjung mengangkat telepon darinya.
.
.
Lain Ara tentu lain juga dengan Gala, di jam yang belum masuk makan siang saja ia dan Air sudah melakukan dua kali pertemuan dengan rekan bisnis mereka. Air yang menjabat menjadi Presdir Rahardian Group terlihat sangat gagah dan berwibawa berbeda jika berada di dirumah saat berkumpul dengan keluarga.
"Hem, kenapa? gak tahan ya pengen setor" ledek Air dengan senyum seringainya.
"Cih, tu otak kapan bersihnya sih! mesum terus perasaan"
Gala mendengus kesal sambil membenarkan lagi posisi duduknya. Air tetap lah Air, bukan Air namanya jika otaknya tak menjurus ke hal yang membuat orang lain hanya bisa menggeleng kan kepalanya.
Rapat selesai, kerja sama yang baru saja ingin di mulai pun berjalan dengan lancar. Dan Jessy tentu ikut andil dalam hal ini. Wanita cantik dengan stelan blazer hitam itupun bangun lebih dulu, pahanya yang putih mulus jelas terpampang nyata di depan semua yang hadir termasuk Air dan Gala.
__ADS_1
"Aku duluan, ya La. Laper" pamit Jessy sebelum ia melenggang pergi.
"Hem, iya. Kita ketemu lagi jam dua, Ok"
"Ya, Saya makan siang duluan Tuan" tak lupa Jessy pun berpamitan pada Air yang tentu sangat ia hormati.
"Ya, Terimakasih banyak, Jess"
Satu persatu bangun dan pergi, kini tinggal Air dan Gala dalam ruangan tersebut sedikit berbincang layaknya Uncle dan ponakan biasa.
"Kamu tahan, La. Di suguhin dada sama paha tiap hari?" tanya Air, ia tahu Jeesy wanita seperti apa.
"Tahan gak tahan harus tahan, dari pada di sleding Abi" sahut Gala dengan membuang napas berat.
Gala pria yang normal, jika tak kuat iman entah apa yang akan terjadi diantara ia dan asistennya itu.
"Inget istri, lagi buncit noh. Jangan mentang-mentang lagi BigSize liat yang kaya gitar spanyol malah ileran" sindir Air, jujur dalam hatinya ia sering khawatir pada Gala.
"Huft, Uncle gak liat, kalau aku juga jadi BigSize" cetus Ala sambil mengusap perutnya sendiri.
.
.
__ADS_1
.
Gak apa-apa, Wanita akan semok saat bertemu dengan mekanik yang handal, sedangkan pria akan gemuk saat menikmati susu yang sehat.