Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Alasan..


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Kak Gala kenapa?" tanya Ara yang bingung dengan apa yang ia dengar barusan.


"Kakak lagi ngusir rasa sakitnya Ara, masih sakit gak?" Gala balik bertanya.


"Sedikit, Ara lapar"


Gala tersenyum kecil dan kembali mengusap kening Ara. Meski sering berdebat tapi itu tak mengurangi rasa cinta Gala padanya.


"Kakak ambilkan ya, kamu tunggu disini"


Gala bangun dari tempat tidur Ara, ia keluar dari kamar dan berjalan menuju tangga. Ia hentikan langkahnya sejenak saat melihat Aish ternyata sudah ada di sana.


"Ara mana, kak?" tanya Khayangan saat tak melihat anak angkatnya ikut turun.


"Ara sakit, Umi. Tamu bulanannya datang" sahut Gala yang langsung mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, sayur dan lauk.


"Ala anter sarapan dulu ke buat Ara."


Tak sedetikpun Gala menoleh pada Aish yang tertunduk, entah ia tahu atau tidak rencananya untuk menikahi Ara. Gala tak perduli.


Cek lek..


Gala masuk kembali ke kamar tanpa mengetuk pintu lagi, pria tampan itu terus berjalan dengan membawa nampan di tangannya.

__ADS_1


"Sini kakak suapin ya"


Ara yang di bantu, akhirnya kini duduk bersandar di punggung ranjangnya. Gala langsung menyuapi Ara sedikit demi sedikit sampai habis setengah piring.


"Cukup, Ara kenyang"


Gala hanya mengangguk paham, ia menaruh piringnya dan membiarkan Ara kembali berbaring.


"Udah siang, kakak gak kerja?" tanya Ara.


"Enggak, mana bisa Kakak kerja kalau kamunya begini, Ra. Kakak gak akan fokus selama di kantor" jawab Gala yang langsung membuat kedua pipi Ara merah merona.


.


.


.


Ketiganya sarapan pagi penuh rasa canggung karna Bumi sudah menceritakan keinginan putra mereka pada siang istri.


"Aish, besok jadi pulang?" tanya Khayangan dengan nada ragu, apalagi lirikan matanya justru kearah sang suami.


"Iya, Abi dan Umi jadi juga kan antar Aish?" gadis itu malah balik bertanya.


Bumi dan Khayangan langsung melempar pandangan, rasa tak enak hati tentu langsung mereka rasakan saat ini.

__ADS_1


"Jadi, tapi hanya Abi dan Umi, sebab Gala... "


"Kak Gala tak mau ikut, begitu, kan?" timpal Aish saat ucapan Bumi terasa menggantung.


"Iya, Gala bilang, ia sudah memberikan alasan padamu. Lalu bagaimana?" tanya Bumi dengan sangat serius. Ia akui ini adalah kesalahan fatal yang ia lakukan. Rasa tak pekanya pada sang putra hampir saja membuat Bumi merenggut kebahagiaan Gala.


"Sudah, Aish tahu jawabannya. Kak Gala mencintai wanita lain, kan?" jawab Aish dengan mata berkaca kaca. Harapannya pupus dalam sekejap untuk hidup bahagia dengan pria yang teramat ia cintai selama ini.


"Maaf kan Gala, Aish. Hati tak pernah tahu dimana cintanya akan berlabuh" ucap Khayangan mencoba menenangkan, ia raih punggung tangan gadis solehah itu yang sedikit bergetar.


Gala yang kembali ke ruang makan langsung di minta duduk oleh Bumi. Ia yang paham pun tentu langsung menurut.


"Boleh Aish bertanya pada kak Gala?" tutur Aish yang kini berani mendongakkan wajahnya. Ia tatap pria yang hatinya tak bisa ia rengkuh sama sekali.


"Aish mau tanya apa? silahkan" balas Gala yang terlihat santai, ada senyum kecil juga di ujung bibirnya.


"Apa alasan kak Gala begitu mencintai Ara?"


.


.


.


Tak ada alasan apapun. Setahuku, aku mencintainya tanpa "KARENA..."

__ADS_1


__ADS_2