![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
01.56
Entah sejak kapan suami istri memulai aksi panas luar biasa mereka, karna nyatanya kini hanya suara desa han saling bersahutan lah yang menggema ke seisi kamar mewah milik Gala dan Asmara.
"Enak, Sayang" bisik pria yang terus menghujamkan miliknya di pusat inti sang istri tercinta.
"Hem, apa ada yang lebih enak dari ini, Pih?" sahut Ara yang malah menggoda membuat jiwa kelelakian Gala semakin terbakar.
"Tunggu aku di puncak kenikmatanmu"
Dan....
Keduanya pun melenguh saat rasa nikmat tiada tara menjalar ke seluruh tubuh mereka berdua yang polos tanpa sehelai benangpun.
"Hah... kenapa rasanya selalu luar biasa ya, Mih?" ujar Gala saat ia sudah turun dan berbaring di samping Ara sambil memejamkan kedua matanya.
Ara hanya tersenyum kecil, bagi seorang istri bisa memuaskan suami adalah hal paling membanggakan. Apalagi untuk mereka yang sejak kecil bersama rasa jenuh adalah tantangan terbesar dalam rumah tangga keduanya yang sudah di karunia anak kembar sepasang.
"Bersih-Bersih dulu, baru tidur" titah Ara yang hanya di jawab deheman kecil dari suaminya yang tak lama malah mengeluarkan dengkuran halus.
.
.
.
__ADS_1
Saat pagi menjelang, seperti biasa pasangan suami istri itu sudah siap membangun kan putra putri mereka di kamar sebelah. Akan ada banyak rayuan maut yang di lempar Gala dan Ara demi si buah hati.
Cek lek..
"Eh, tumben udah bangun?"
XyRa, si putri sulung yang galak namun tetap cantik itu berjingkrak senang saat melihat kedua orangtuanya datang.
"Amiih... Apiiih" serunya sambil bertepuk tangan.
"Ugh, sayangnya Apih. Baru bangun bobo tapi masih harum aja" goda Gala pada putrinya yang kini sudah menginjak usia tiga tahun.
"Si ganteng masih ileran" kekeh Ara yang melihat kearah si bungsu, ArXy.
"Udah biasa. Nanti kita mau udah kemana, dia baru baru bangun" timpal Gala yang sudah tau betul dengan kelakuan si bungsu yang begitu tampan.
Selagi ArXy masih terbuai mimpi, Gala dan Ara bermain dengan XyRa. Mendengar si cantik berceloteh adalah hal wajib bagi pasangan suami istri tersebut.
"Iya, ntal pulang bawa belbie ya" pintanya mulai bernegosiasi.
"Siap, Tuan putri Rahardian" sahut Gala yang membuat anak dan istrinya tertawa.
"Kita sarapan dulu ya"
"Okeh, Amih"
"Iya, Sayang. Aku juga udah laper banget nih abis tempur semalam" bisik Gala di telinga wanita yang selalu membuatnya bahagia tersebut.
__ADS_1
Ketiganya keluar dari kamar si kembar meninggal kan ArXy yang masih terlelap. Hal ini biasa terjadi karna jika menunggu bocah laki laki itu entah kapan mereka akan bisa mengisi perut.
Sudah satu tahun lamanya Gala dan Ara memilih tinggal di apartemen mereka yang dulu di siapkan sejak awal menikah, dengan alasan ingin mandiri. keduanya pun berpamitan pindah dari kediaman Bumi. Satu minggu adalah waktu yang harus mereka habiskan untuk merayu Khayangan karna wanita solehah itu tak ingin berpisah jauh dari cucu kembarnya yang ia urus tanpa bantuan Baby sister.
"Sudah siang, Apih berangkat kerja dulu ya." pamit Gala yang langsung bangun dari duduknya.
Belum sempat Ara menyahut, nyatanya si bungsu sudah bangun dan menghampiri mereka di ruang makan.
"Jangan lari, nanti jatuh" teriak Ara saat ArXy terus mendekat kearahnya sambil merentangkan tangan.
"Duh, hujan gede ini, si ganteng udah bangun" ledek Gala. Pelukan pun langsung di dapat oleh bocah laki-laki tersebut.
"Apih, mau keleja?"
"Iya, Jangan nakal ya kalian. Amihnya di sayang, Ok"
"Okeeeeeh..." sahut si kembar, mereka dan Ara pun bergegas mengantar Gala ke depan pintu apartemen.
"Hati-hati dirumah, cepat hubungi aku jika terjadi sesuatu" pesan Gala pada istriya.
"Iya, Pih."
.
.
.
__ADS_1
.
Inget ya, kalian berdua jangan berantem. Bye-bye Ucil ucul.