![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kenyang menikmati manisan pepaya yang dibuat oleh Khayangan, mereka pun berangkat ke salah satu butik langganan keluarga Rahardian.
Ara yang sudah sangat senang, tak sedetikpun melepas tangannya dari Aurora.
"Ara kalo kesini sendiri gak berani" bisiknya di telinga Ola.
"Kenapa?"
"Harganya bikin Ara pingsan" jawab Ara sambil terkekeh. Semewah apapun fasilitas yang di berikan Bumi dan Khayangan, Ara tetaplah seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana. Berbeda dengan Aurora dan Senja yang mutlak darah konglomerat.
"Gak usah di liat harganya. Langsung beli aja" timpal Senja, bungsu Biantara itu tak jauh berbeda dengan Mimihnya yang senang menghambur uang.
"Gak di liat ya keliatan, nanti kan mbak kasirnya bilang nominal harga yang harus di bayar" sahjt Ara yang mrmbuat Ola mencubit hidung kakak iparnya itu.
"Iya juga ya" tutur Senja di sela gelak tawanya.
"Makanya, Ara gak mau sendiri. Tapi paling enak sana kak Gala"
"Kenapa?" tanya dua gadis yang memiliki umur tak jauh tersebut.
"Tinggal kasih semua, terus nanti kak Ala yang ke kasir" sahutnya dengan jujur. Ola dan Senja langsung menepuk kening mereka masing-masing.
Ola hanya mengambil satu tas berwarna coklat, karna di butik ini tentu tak ada baju untuknya yang sangat tertutup dengan cadar yang menutupi wajah cantik sempurnanya. Berbeda dengan Cahaya, Senja dan Ara yang kedua tangannya penuh dengan barang belanjaan.
__ADS_1
"Beberapa bulan kedepan, Ara udah gak beli baju buat Ara. Tapi buat bayi" ucapnya saat semua sudah masuk kedalam mobil.
"Nah, iya. Harus di pikirin tuh" ucap Cahaya.
"Nyicilnya nanti, kalau sudah ketahuan jenis kelaminnya ya. Jangan beli terlalu banyak. Karna yang udah-udah biasanya banyak yang kasih kado" timpal Kahyangan yang di iyakan juga oleh Cahaya. Mereka tebtu lebih banyak pengalamannya.
Ara hanya menganguk, tapi tentu otaknya juga sedang berpikir. Ia dan Gala memang tak pernah mempermasalahkan jenis kelamin hanya sesekali berguraun dan itu masih tahapan wajar karna di selingi candaan.
Puas berbelanja, mereka mampir ke salah satu resto yang cukup terkenal dan pastinya ramai. Bagi Ara yang sedang hamil muda menunggu makanan adalah hal yang paling menyebalkan karna ia tak sabar untuk mengisi perutnya yang mudah lapar akhir akhir ini.
.
.
Dengan ponsel yang ada di tangannya, ia terus berselancar je berbagai aplikasi sampai tak sadar jika Gala ternyata sudah pulang dan berada ddi dalam kamar. Ara yang tahu kehadiran suaminya tentu kaget dengan mengusap dadanya sendiri.
"Ngapain aja hari ini?" tanya Gala seperti biasa, ia akan mendengarkan istrinya bercerita lebih dulu.
"Jalan, belanja dan makan" sahut Ara dengan nada bicara senang.
"Beli baju lagi?"
"Sama tas juga sendal. Kan nanti shopingnya gantian. Ara pasti lebih mentingin bayi dibanding Ara sendiri jadi sekarang mau puas-puasin dulu deh" jawab Ara yang kini sedikit lemas namun tetap antusias.
"Mikirnya udah kejauhan, pikirin diri sendiri aja dulu. Makan yang teratur dan jangan lupa susunya
__ADS_1
Bukan mikirin baju bayi, Ra" kata Gala sambil merengkuh bahu istrinya yang semakin bawel.
"Itu juga wajib, gak cuma baju tapi juga nama. Kak Ala udah siapin nama belum buat anak kita?" tanya Ara.
"Belum"
"Kenapa?" tanya Ara lagi.
.
.
.
.
Urusan mak othor itu sih.
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Jangan nambahin beban pikiran gue baby Koala 😒
Anak sendiri aja gue belom kepikiran, nah gue suruh nyari buat nama anak curut.
Readers bantuin yuk 😜😜
__ADS_1