Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Para pasukan!


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Ara mau goda goda yang ulekan nya bulet!" sahutnya sambil menahan tawa.


"Gado-gado, Sayang. Lagian mana enak yang bulet sih. Mantep tuh yang panjang, lonjong kepalanya gede" timpal Gala pelan sedikit berbisik.


"Astaga! otak Ara!"


"Kenapa otaknya?" tanya Gala dengan menggigit bibir bawahnya sendiri agar tawanya tak pecah, rait wajah sang istri begitu menggemaskan.


"Otak Ara langsung tertuju pada yang melambai"


Gala akhirnya menundukkan wajah di atas meja dengan kening ia letakkan di atas lengan. Ara yang polos jika berucap siapa sangka otaknya akan langsung ON jika menjurus pada Wisata ranjang.


.


.


Puas menikmati makan siang, mereka pun melanjutkan mencari jajanan untuk menemani Ara di hotel nanti karna Gala akan melanjutkan pekerjaannya sampai malam nanti.


Ara yang kebingungan masih belum menjatuhkan pilihan sama sekali padahal kereta besi itu sudah melaku cukup jauh.


"Ke mini market aja ya, cari cemilan kue sama biskuit" tawar Gala saat ia melihat jam di pergelangan tangannya. Waktunya kini sudah tak banyak lagi.


"Ara bosen makanin kaya gitu lagian makan biskuit mana kenyang yang ada haus terus, Kak" tolak Ara.


Gala tak menjawab untuk menghidar dari perdebatan dengan si ibu hamil yang kini rewel soal perutnya.

__ADS_1


"Apa ya? kenyang sih, cuma takut nanti Ara laper. Kan kak Ala gak ada"


Itulah juga lah yang di pikirkan oleh Gala sejak tadi, sedangkan Ara tak pernah berani meminta tolong pada Siapapun kecuali padanya.


"Ya udah, mikirinya nanti aja ya. Aku gak enak kalo Uncle harus nunggu. Kita balik hotel"


"Ara ikut kak Ala deh" selaknya langsung yang membuat pria di sampingnya itu menoleh.


"Ara!"


"Ara janji gak ganggu, Ara bisa main ponsel, kan?" negoisasi pun di mulai dengan menaik turunkan alisnya. Jika sudah bisa begitu Gala pun hanya bisa mengangguk pasrah.


Gala bukan takut Ara rewel, ia justru khawatir jika Ara mengeluarkan tanduk cemburunya. Wanita itu semakin posesif semenjak hamil bahkan Ara terang-terangan mengatakan jika takut di tinggalkan.


Hati suami mana yang tak sakit melihat bidadari dunianya begitu sangat cemas.


.


.


"Diem disini, jangan kemana-mana ya, Sayang" pesan Gala sebelum ia pergi ke lantai empat dimana Air dan Jessy sudah menunggu.


"Siap, Bos ganteng"


"Anak pintar, Aku kerja dulu ya" pamitnya kemudian yang juga sambil mencium kening Ara dengan sangat Lembut.


Ara tak lepas menatap punggung suaminya yang perlahan menghilang dari pandangan.

__ADS_1


Ia yang baru saja mengeluarkan ponsel dari dalam tas harus menoleh saat ada satu pria berkaca mata duduk di sebelahnya.


"Siang, mbak?" sapa pria tersebut.


"Iya, siang" sahut Ara setelah ia celingukan ke kanan dan kiri, ia baru berani menjawab saat yakin ia lah yang di sapa barusan.


"Mbak nunggu interview juga?"


Ara menggelengkan kepalanya. Pria itu pun langsung mengernyit kan dahi sambil membenarkan letak kacamatanya.


"Lalu mbak ngapain disini? saya kira sama dengan saya lagi nunggu panggilan interview" tambahnya lagi menjelaskan tanpa di tanya oleh Ara.


"Saya cuma duduk, sambil nunggu lahiran" jawab Ara sambil mengelus perutnya yang besar.


"Hah? ini perusahaan loh, mbak. Bukan rumah sakit bersalin" balasnya lagi dengan tatapan aneh kearah Ara.


Ara menarik napas dalam-dalam lalu ia buang secara perlahan.


"Mas, jangan nanya lagi ya. Soalnya saya takut"


"Takut apa?"


.


.


.

__ADS_1


.


Takut di ciduk sama pasukan Gajah dan Buaya.


__ADS_2