Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Tertunda.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Gala yang melihat Ara mulai lelah langsung membawa si anak curut ke kamar yang biasa di tempati olehnya jika sedang menginap di rumah utama. Ara di gendong Ala bridal style padahal ia sedari tadi duduk di kursi roda.


"Kak, Malu." bisik Ara saat para sepupu suaminya itu bersorak terutama Senja dan Sam. Cucu sulung dan bungsu Rahardian itu memang amat kompak jika soal menjahili sesama saudara.


"Pelan pelan ya, La. Takut getarannya sampe ke kamar kita-kita" teriak Air saat keponakannya itu sudah mau masuk ke dalam lift.


Eeeeaaa...


Pasangan yang baru beberapa jam resmi menjadi suami istri itupun langsung merah merona di kedua pipinya apalagi saat keluarga mereka saling menimpali satu sama lain, Abinya yang biasa tak banyak bicara justru paling keras saat tertawa.


Gala hanya bisa menggigit bibir bawahnya ketika Ara menyembunyikan wajah di dadanya.


Cek lek...


Pintu kamar di buka oleh Ara karna tangan Gala tak bisa menyentuh Kenopnya. Ranjang besar di dalam kemarpun sudah di hias Ola khas pengantin dengan taburan kelopak nawar putih kesukaan Ara.


"Makasih ya, Kak"


Gala hanya mengangguk dan mencium kening Ara. Entah sudah berap kali pria itu melakukannya setelah Ara sudah halal ia sentuh.


"Mau bersih-bersih? hari ini Aku yang mengurusmu. Jadi gak perlu sama ibu lagi ya"

__ADS_1


"Tapi... "


"Gak usah malu, Aku wajib melihat semua yang ada padamu!"


Plakk..


Remote AC pun melayang ke kening Gala, sedangkan pria itu malah tertawa gemas gemas melihat kepanikan di wajah Ara.


Dengan sangat hati-hati, Gala membuka satu persatu jepit rambut di kepala Ara, membantunya membersihkan riasan wajah sampai terakhir membuka Gaun putih yang menutupi tubuh Ara.


Tangan Gala terasa bergetar dan dingin saat menyentuh resleting di bagian punggung. Entah apa yang terjadi padanya saat ini yang Gala tau semua seakan terasa panas.


"Kenapa?" tanya Ara saat di rasa gaunnya masih melekat.


"Gak apa-apa, Aku buka dari depan ya"


Ya ampun MOHMOY banget ya!


.


.


.

__ADS_1


Selepas kepergian Si pengantin baru ke kamar mereka, kini tinggalah keluar besar di ruang tengah lantai bawah. Semua berhambur menjadi satu ketika keluarga Ara sudah pulang ke hotel tempat mereka menginap selama disini.


"Bentar lagi cucuan!" bisik Air pada adik kembarnya.


"Iya, bentar lagi di panggil Abah" tawa Cahaya pecah sampai kedua matanya menyipit. Dan Langit pun langsung menarik istrinya agar tak kebablasan saat menggoda Bumi.


Saling ledek sudah biasa terjadi, Reza dan Melisa hanya bisa tersenyum kecil sambil memangku cicit satu satunya mereka, Embun yang masih bayi.


"Cucu dari mana? halal tapi tak tersentuh. Itu slogan buat Gala" balas Sam yang lagi lagi mengundang gelak tawa.


Semua mereka bincangkan tanpa terkecuali, hanya Khayangan yang paling santai membalas apapun itu dengan senyuman, senyuman yang membuat Bumi tak pernah bisa berpaling darinya.


Waktu yang sudah lewat tengah malam membuat para pawang mereka pun masuk kedalam kamar masing-masing lebih dulu karna lelah dan mengantuk.


Kini tinggalah para suami dan satu bujang yaitu Awan yang masih bergabung padahal kehadirannya sedari tadi menjadi sasaran empuk untuk di ejek.


"Kalian, istirahat lah karena esok pagi...." Ucap Reza yang bangun dari duduk dan menggantung ucapannya juga.


"Esok pagi kenapa?" tanya yang lain berbarengan.


.


.

__ADS_1


.


Esok pagi batal di lakukannya Rapat Rahardian sampai batas waktu yang tidak bisa di tentukan!


__ADS_2