Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Terimakasih.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Maaf, aku akan membatalkan pertunangan kita!" ucap Gala yang sontak membuat tiga orang yang berada di depannya kini menatap padanya bingung.


"Apa maksudnya membatalkan?" tanya Ayah yang butuh kejelasan.


"Kak... kenapa?"


"Apa karna Ara cacat? Ara tak bisa lagi berjalan selama setahun nanti?" satu persatu orang orang itu menodong Gala dengan pertanyaan, dari nada bicara mereka tentu terdengar sangat kecewa belum lagi Ara yang meraung dalam pelukan Ibu. Bagai terjatuh lalu tertimpa tangga, itulah yang dirasakan Asmara Kasih.


"Bu.. Kak Gala jahat sama Ara"


Gala yang sedari tadi diam akhirnya bangun dari duduknya. Tubuh tegap dengan dada lebar itu berdiri tepat di depan Ayah, Ibu dan tentunya Ara.


"Aku akan menikahimu, Ra. Izinkan aku menghalalkan mu secepatnya ya"


Tak ada yang menyahut, kaget yang tadi saja masih terasa menghujam dada mereka. Dan kini Gala malah membuat keputusan yang lagi lagi di luar dugaan mereka.


"Di depan Ibu dan Bapak, Saya Galaksy ArMikha Rahardian Wijaya berniat meminang putri kalian Asmara kasih secepatnya, dan disini saya harap kalian merestui niat baik kami untuk melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat" ucap Gala dengan sangat serius, tatapan matanya tak lepas pada Ara yang masih di peluk oleh Ibu.


"Kapan kawinnya?" tanya Ara polos yang langsung mendapat cubitan kecil di bagian hidung.


"Nikah, Ra. Kok malah kawin" cetus Ibu.


Gala tersenyum kecil, Ara tetaplah Ara. Dia benar-benar selalu mewarnai hari Gala dengan tingkahnya yang tak bisa di tebak.


"Secepatnya. Mungkin besok" jawab Gala tanpa. keraguan.

__ADS_1


"Ara, maukan nikah sama kakak? jadi istrinya kakak besok ya?" tanya Gala sedikit menggoda.


"Mau.. mau.. mau.. Ara mau kawin"


"Nikah, Ra!" sahut ketiganya berbarengan, yang sepersekian detik langsung mengundang gelak tawa.


.


.


Bumi, khayangan, Ola dan Air sudah sampai di rumah sakit satu jam lalu. Gadis itu tentu kini sudah di pindah kan ke ruang rawat inap VVIP demi kenyamanan keluarga yang menjenguk si anak curut.


Ola yang sedari tadi menemani Ara di sisi ranjang pasien sesekali menoleh kearah para orang tua yang sedang berunding masalah pernikahan Gala yang akan di selenggarakan secepatnya.


Bumi dan Khayangan tentu menyambut niat niat Gala.


"Lebih cepat lebih baik, Gala ingin mengurus Ara tanpa rasa canggung" tegasnya.


"Minggu depan, gimana?" sahut Bumi.


"Kelamaan, Bi" protes Gala.


Plaaak...


Air yang duduk di sisi keponakannya langsung memukul paha Gala sampai merintih kesakitan.


"Heh, ngebet amat sih!"sungut Air.

__ADS_1


"Kan biar Ala halal pegang pegang Aranya, Uncle" sahut Gala..


"Eh.... pegang apa nih?" goda si kakak kembar Abinya.


"Maksud Ala, pas ngurus Ala, Uncle. Ish!"


"Yakin? udah pegang pegang ya?"


"Gala!" ucap Bumi dan Khayangan berbarengan. Tatapan orang tua itu begitu sangat tajam.


"Engga, Abi, Umi. Uncle racun banget sih, pulang ajalah Sana" usir Gala dengan wajah yang merona merah menahan malu dan kesal.


Air yang menggoda semakin tertawa saat melihat keponakannya itu menghindar. Gala yang sudah bangun dari duduk akhirnya menghampiri Ara.


"Kita nikah besok ya, gimana?" tanya Gala yang kesekian kali.


"Yakin? Ara kaya gini loh. Ara cacat dan malah akan nyusahin Kakak nantinya"


"Siapa bilang, Kakak justru akan ngurus Ara" jawab Gala meyakinkan.


"Iya, Ara mau. Ara mau nikah sama kakak"


Mendengar jawaban dari Ara, Gala langsung memeluk gadis kesayangannya, hatinya terus saja mengucapkan rasa syukur karna bahagia seraya berkata dalam hati...


.


.

__ADS_1


Makasih ya, NYET....


__ADS_2