![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Hukumnya perkosa suami subuh subuh, itu apa?" tanya Ara polos dengan tatapan mata kearah ibu mertuanya.
Uhuk..
Gala yang sedang mengunyah makan siangnya langsung tersedak mendengar pertanyaan konyol sang istri pada wanita yang sudah melahirkannya tersebut.
"Hukumnya....." Yayang menggantung ucapannya, ia menatap suami, dan dua mertuanya secara bergantian.
"Yang jelas hadiahnya surga, Ra. Dan kamu bisa pilih sendiri mau masuk lewat pintu yang mana" timpal Reza sambil tersenyum tapi tatapannya justru melirik kearah istri tercinta.
"Wah, keren! gak salah dong Ara godain kak Ala terus pas subuh. Besok besok lagi ya"
Tawa dari semua anggota keluarga pun pecah. Tapi tidak dengan Gala yang hanya tersenyum simpul. Gala tak bisa marah pada sang pemilik hati karna itulah yang membuat ia jatuh cinta sejatuh jatuhnya pada si anak curut kesayangan orang ganteng.
"Besok-besok nanya sama mbah gegel ya. Jangan nanya sama Umi" bisik Gala.
"Kenapa? kan umi pinter" sahut Ara.
Gala mencubit pipi gembil Ara sampai istrinya itu meringis kesakitan. Jika sebelum menikah saja pipi Ara begitu bulat, apalagi sekarang yang tubuhnya lebih berisi.
__ADS_1
Makan siang pun di lanjutkan sampai semua hidangan habis tak bersisa lalu berlanjut ke ruang tengah untuk kembali mengajak si kembar bermain.
"Apih gak balik kantor?" tanya Ara.
"Enggak, udah hampir selesai kok kerjaanya. Biar Jessy yang urus sisanya" sahut Gala saat tangannya merangkul bahu Ara.
"Tante Jessy kapan kawin?"
"Nikah kali, kawin mah udah" kekeh Gala yang malah membuat kening Ara mengkerut.
"Kok Apih jawabnya gitu? emang Apih tahu" selidik Ara.
"Gak gitu, Sayang"
"Kenapa?" tanya Khayangan sambil mengelus kepala menantu sekaligus putri kecilnya. Ia semakin menyayangi Ara saat resmi menjadi pendamping hidup sang putra.
"Kak Ala ngeselin, masih aja bahas Tante Kuyang" sahut Ara dengan nada kesal.
"Kok aku sih?, kan kamu yang tanya" protes Gala saat di salahkan oleh istrinya.
"Ara kan cuma nanya masalah kantor, kenapa nyebut nama si Kuyang. Udah di rumah aja masih di inget" balas Ara dengan tangan melipat di dada.
__ADS_1
Gala membuang napas kasar, matanya melirik kearah Appa dan Abinya yang menahan tawa padahal mereka sedang bermain dengan si kembar. Ucil dan ucul.
"Apa? ada yang lucu?" sindir Gala. Ia begitu kesal dengan kekehan kecil Reza dan Bumi.
"Lucu banget, kayanya nanti malam bakal ada yang kena kunci pintu kamar" balas Bumi pelan namun tetap terdengar oleh Gala.
"Meskipun gak kena kunci pintu, tapi kayanya ada yang dapet penghalang tinggi di tengah ranjang" sambung Reza yang tak kalah terkekeh. Jika sudah begini ayah dan anak itu akan menjadi seperti panci dan tutupnya yang begitu kompak melayangkan ledekan tanpa mereka sadari hal itupun sering mereka rasakan jika sang istri sedang merajuk.
Si kembar yang tiba tiba rewel karna usai bertengkar langsung di bawa Ara, Melisa dan Khayangan ke kamar mereka untuk di tidurkan karna memang sudah waktunya tidur siang, dan kini tinggalah tiga pria dari tiga generasi yang masih di ruang tengah.
"Kamu tahu, mahluk apa yang paling kuat di alam semesta ini, La?" tanya Reza.
"Apa?" Gala balik bertanya sambil menggeleng kan kepala.
.
.
.
.
__ADS_1
Anak tunggal perempuan!!!
Jadi, kalau ribut sama makhluk tersebut, mending pura-pura lupa ingatan. Karna kalau dia nendang batu aja, bisa bisa justru batunya yang minta maaf