![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Eh....tunggu! kok jadi keras ya? kok berasa gede sih di tangan Ara ? loh kok mengembang juga? jadi panjang gini sih, Kak???!" ucap Ara bingung sendiri dengan apa yang kini sedang ia genggam di balik selimut tebal yang masih menutupi tubuh ia dan sang suami.
"Berisik, Ra."
"Ara mau liat, sama gak kaya yang kemaren?"pintanya sambil menyibak kain tersebut.
"Samalah, emang bisa berapa ukuran" cetus Gala yang benar-benar gemas pada Ara.
"Tadi S sekarang XXL kayanya, kak. Noh kan gede. Ya ampun kaya gini ternyata kalo di pegang" ucapnya benar benar polos layaknya bocah yang baru mendapatkan mainan baru.
"Elusin dong, sayang biar makin enak" kata Gala, seumur hidupnya baru kali ini miliknya di sentuh orang lain.
"Tambahin kaldu biar enak. Suka aneh-aneh aja" kata Ara, enak di otaknya tentu berbeda dengan enak yang di maksud oleh Gala.
"Kamu kalau aku pegang ininya enak gak?" tanya Gala seraya meraba salah satu si MohMoy yang ranum tapi menantang.
"Enak apa? orang geli sih"
Gala tertawa, istrinya benar-benar polos dan selalu berbicara apa adanya termasuk apa yang ada dalam otaknya saat ini. Ara tak pandai berbohong tapi ia sedikit bisa mengalihkan perhatian untuk menutupi perasaannya. Dan itulah yang kadang sulit untuk Gala pahami.
.
.
Perdebatan kecil antara pesangan itu berakhir di kamar mandi, Ara yang ingin buang air kecil pun langsung di bawa untuk sekalian membersihkan diri.
"Mau pegang lagi?" tawar Gala saat mata lentik itu terus melihat kearah miliknya yang masih menegang.
__ADS_1
"Enggak" tolak nya langsung.
Gala hanya tersenyum kecil, dalam hatinya tentu ia ingin mengeluarkan apa yang sudah terasa penuh di bagian inti tubuhnya itu tapi Gala yakin jika Ara belum tahu caranya.
Usai membersihkan diri, keduanya kembali ke kamar. Gala memakaikan baju yang lebih sopan karna hari ini istri kecilnya mulai belajar seperti biasa meski di rumah. Raut wajah Ara begitu sendu dan Gala paham akan hal itu.
"Ara kenapa?"
"Ara pengen pake baju seragam, kak" jawabnya lirih.
"Nanti ya, aku usahain saat kelulusan nanti keadaan kamu udah jauh lebih baik"
"Hem, Aamiin"
Gala mencium kening Ara setelah ia selesai merapihkan rambut panjang sepinggang milik sang istri.
Di tempat tersebut sudah ada Abi, Umi dan Ola ketiganya hanya tinggal menunggu si pasangan suami istri itu datang.
"Ara sudah mulai aktif belajar lagi kan hari ini?" tanya Abi.
"Iya, Bi. Sebentar lagi Ara lulus" sahutnya setelah menelan makanan yang disuapi oleh suaminya.
"Mau lanjut kuliah?" kini Ola yang bertanya.
"Mau, boleh kan?" Ara langsung menoleh kearah Gala yang mengangguk sambil tersenyum.
Keluarga hangat itu meneruskan sarapan pagi mereka hingga tandas tak tersisa dengan masih di selingi obrolan kecil seputar kegiatan hari ini.
"Selamat pagi?" sapa seorang wanita yang suaranya sudah sangat mereka hafal.
__ADS_1
"Waalaikum salam warahmatullahi wabarakatuh" jawab semuanya secara serempak.
Jessy hanya menyunggingkan senyum kecilnya lalu duduk di sisi Gala yang memang ada kursi kosong disana.
"Ngapain?" tanya Gala tanpa menoleh.
"Mau kasih undangan buat tante sama om" jawabnya sambil mengeluarkan benda berbentuk segi empat pada Tuan besar Rahardian.
"Acara apa?" tanya Bumi.
"Ulang tahun adikku, aku harap kalian semua hadir. Termasuk kamu, sayang" ucap Jessy sambil bergelayut manja pada Gala.
"Kak Jessy kesini belum mandi ya?" tanya Ara.
"Hah? mandi kok emang kenapa?" Jessy balik bertanya dengan nada panik seraya menyentuh wajahnya sendiri, wanita cantik itu takut ada yang salah dengan makeupnya.
.
.
.
.
Kalo udah mandi, kenapa kaya kegatelan gitu sama suami Ara???
☘☘☘☘☘☘☘☘☘
Anak curut omongannya dalem tanpa saringan 🤣🤣 jiwa kalem saat cemburu sudah mulai turun dari para pawang... kita main cantik ya sayang 😌
__ADS_1