![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
"Bumbunya sama, tapi isinya beda. Cilok itu aci di colok sedangkan batagor itu baso tahu goreng" jelas Ara dengan nada bicara kesal. Tak ada niat sedikit pun untuk ia memakan apa yang sudah di belikan oleh Gala.
"Bahannya tetep dari terigu, kan?"
"Tapi... "
Gala yang tahu istrinya akan mengomel langsung di cium sekilas namun rasanya begitu lembut dan manis membuat Ara terkesiap dan menikmati.
"Dikit aja, lanjut di rumah lagi ya sayang" goda Gala sambil mengusap bibir Ara yang sedikit basah akibat ulahnya barusan.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju Apartemen karna Gala masih ingin menghabiskan waktu berdua meski Ara sudah merengek ingin pulang.
Sampai di dalam gedung bertingkat bakal pencakar langit tersebut, Ara langsung masuk kedalam dapur sambil membawa si buah pepaya yang ia beli di pasar modern usai dari rumah sakit, sedangkan Gala duduk di sofa depan TV berniat menghubungi Uminya untuk memberikan laporan hasil pemeriksaan Ara dan sang calon bayi.
.
.
"Udah jadi manisannya?" tanya Gala saat Ara menghampiri dan duduk di sisinya.
"Belum, baru Ara cuci sama potongan-potong, terus Ara rendem sama air kapur sirih biar lemes" sahutnya yang lalu mengambil remote TV.
__ADS_1
"Emang gitu ya bikinnya, Aku baru tahu. Kirain bisa langsung di makan." goda Gala, tangan jahilnya langsung menempel di salah satu si Mohmoy sambil sedikit di rem As.
"Mulai deh, sakit tau"
"Enak, tau. Iya kan?" balas Gala sambil berbisik di telinga istrinya. Bulu halus Ara mulai meremang pertanda ia sudah merasakan rang SanGaN yang di berikan Gala.
TV besar yang sedang menyala menyiarkan kabar berita pun tak lagi mereka hiraukan. Ara yang sudah di baringkan langsung tak berkutik di bawah kungkungan Gala. Mulai dari kening, leher hingga pundak tak lepas dari sentuhan. Sampai Gala harus membantu sang pemilik hati membuat baju atasannya.
Dada yang kini terlihat jauh lebih besar dan menantang di lahap satu persatu sampai Ara akhirnya meloloskan de s ahan nikmat. Suara pelan yang membuat jiwa kelelakian Gala memuncak.
Polos tanpa apapun. Itulah yang sedang di lakukakan Gala dan Ara. Penyatuan tubuh yang selalu nikmat di rasakan dengan kepuasan tiada tara saat berada di puncak surga dunia.
"Akupun" sahut Ara dengan mata terpejam, tangannya mencengkram kera bahu sang suami. Ara benar-benar merasakan penuh sesak di bagian inti tubuhnya yang sedang di obrak abrik oleh milik Gala.
"Sakit, gak?"
"Enak"
Gala tertawa kecil, hal yang paling ia senangi saat bercinta adalah kepolosan dan kejujuran Ara yang semakin membuat ia bersemangat menggali kenikmatan. Ara tak pernah malu untuk mengakui apa yang ia rasakan.
"Mau makin enak gak?" tawar Gala, dengan kedua tangan mere mas si Mohmoy.
__ADS_1
"Mau"
Dengan senyum seringai di ujung bibirnya, Gala menarik tangan Ara. Berganti posisi dengan si Bumil yang kini memimpin permainan.
Hingga hampir satu jam berlalu, pelepasaan pun berhasil keduanya rasakan secara bersamaan.
"Ara capek" ucapnya pelan masih di atas tubuh suaminya sambil menikmati detak jantung Gala yang berdegup begitu kencang.
"Hem, sama. Sayang" Jawab Gala sembari mengusap punggung Ara yang berkeringat.
Tiga menit dalam posisi tersebut, akhirnya Ara bangun karna di rasa tenaganya sudah kembali.
Gala yang ternyata malah tertidur membuat Ara hanya bisa membuang napas kasar.
.
.
.
Nih pepaya gantung sama kaya pepaya asli ya, kelamaan di rendem jadi lemes.
__ADS_1