![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mereka pada ngapain sih? lama banget" tanya Khayangan tentang para lelaki yang belum juga keluar dari kamar Sang mertua.
"Rapat" jawab Ara yang masi bermain dengan Embun, gadis kecil itu memang begitu dekat dengan Ara jika bertemu.
"Rapat yang ujung-ujungnya ngajak ngamar" sahut Cahaya.
"Lah, kirain kakak aja yang mikir begitu" timpal Hujan.
Kahyangan dan Melisa pun saling melempar pandangan seakan mereka pun berpikir hal yang sama, pasalnya Sampai detik ini mereka tak pernah tahu tentang Rapat orang ganteng yang membahas ritual malam pertama.
.
.
.
Satu persatu semua pasangan berpamitan termasuk Gala dan Ara yang pulang paling akhir setelah satu jam lalu orang tuanya pergi.
Banyak pesan yang di berikan Reza pada cucunya itu termasuk cara memperlakukan seorang istri, apalagi sang Gajah paham betul jika cucu mantunya tergolong masih remaja.
"Ala inget semua, Appa gak perlu khawatir ya. Ala janji akan secepatnya kasih cicit untuk Appa" ucap Gala sambil memeluk pria baya kebanggaan nya.
"Gak usah buru-buru, nikmati saja waktu berdua kalian" sahut Reza.
Gala hanya menganggguk paham, Perlakuan manis penuh kasih sayang pun ia berikan juga pada Melisa. Begitu pula dengan Ara.
****
__ADS_1
"Kita pulang kemana?" tanya Ara saat mereka sudah di dalam mobil.
"Apartemen"
"Gak kerumah Abi?" tanya Ara lagi.
"Besok aja, malam ini kita tidur di apartemen lagi, Ok" sahut Gala sambil mengacak rambut anak curut kesayangannya.
"Mau uji nyali lagi?"
Gala tersenyum sambil mengangguk kan kepala, Istrinya cukup hanya sekedar polos dan ceplas ceplos tapi bukan berarti bodoh dalam urusan ranjang yang kadang membuat Gala juga bingung sendiri menerkanya.
Mobil sudah terparkir, kini saatnya Gala dan Ara turun dari kendaraan mewah tersebut. Dengan langkah beriringan dan saling menggenggam tangan pasangan muda itu pun terus melangkah menuju unit apartemen mereka.
Cek lek
"Ra, mau mandi gak?" tanya Gala sambil sedikit beteriak.
"Iya, biar gak bau asem"
Mendengar jawaban Ara, Gala pun langsung masuk kedalam kamar mandi. Ara yang sebuah mengikat rambutnya lansung disergap oleh Gala.
Ciuman panas pun terjadi dengan tangan yang sudah merayap kemana-mana.
Satu persatu baju mereka sudah berserak di lantai sampai tak ada satupun yang menempel ataupun menutupi tubuh meraka.
"Disini ya"
"Kenapa gak di kamar?" tanya Ara.
__ADS_1
"Kan mau pake gaya"
Ara mengernyitkan dahinya, otaknya ingat dengan apa yang pernah di bahas di grup chat pawang Rahardian.
Ara yang di duduk kan di meja wastafel membuat kedua bagian inti mereka mudah bertemu dan akhirnya bermain mencari kenikmatan. Dengan sesekali berciuman dan saling meraba beberapa menit kemudian keduanya pu mencapai pelepasan bersama.
"Sebentar?" kata Ara.
"Hem, lanjut nanti lagi ya. Kita bersih-bersih dulu"
Gala langsung menurunkan tubuh Ara, keduanya pun mandi bersama dengan air hangat.
"Capek banget, Ara gak mau nambah deh. Ara mau tidur aja"
"Ya udah, Ara pake baju ya"
Seperti biasa Gala membantu Ara merapihkan dirinya lebih dulu, sampai istrinya sudah naik keatas ranjang barulah ia yang memakai baju.
"Ara boleh tanya sesuatu?"
"Tanya apa?" kata Gala.
.
.
.
Kakak kalau pake celana, papaya gantung nya kenapa di lurusin keatas?
__ADS_1