![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Kenapa berhenti?" tanya Ara saat Sean menepikan motor besarnya.
Ara semakin bingung ketika pria tampan ber alis tebal itu turun dari motor dan melepas jaketnya.
"Takut si angin masuk ke kamu, Ra" ucap Sean sambil memakai kan jaket ke tubuh Ara.
"Iya, Ara lupa."
"Sama, kak Sean juga lupa kenapa tadi gak bawa mobil ya, udah kebiasaan naek motor sih" kekehnya untuk menutupi rasa sesal.
"Nyaman ya bawa motor biar bisa ngebut sama nyelip nyelip" sahut Ara disela gelak tawa renyahnya.
"Wih, mau dong di selipin. Bawa motor tuh enak, soalnya bisa di peluk pacar" goda Sean lagi.
Ara mencibir ke arah Sean yang tertawa sedikit kencang, bahkan jika ia tak di cubit perutnya mungkin Sean tak akan berhenti dan naik lagi ke atas motor untuk melanjutkan perjalanan.
Arah tujuan mereka kini bukan lagi taman jajan, karna Ara tak ingin makan apa pun untuk saat ini. Ara mengajak Sean ke salah satu bazar di pinggir kota. Disanalah surganya bagi para penggila belanja, entah itu pakaian, tas dan juga sandal. Tapi target Ara bukan semua itu, melainkan ia sedang mengincar novel novel yang cukup terkenal.
Tak sampai satu jam, motor besar Sean menepi di parkiran bazar. Keduanya turun dan langsung ke bagian Buku-buku yang terhampar dari berbagai macam jenis. Mulai dari buku pelajaran, kamus, majalah dan tentunya novel.
__ADS_1
"Suka baca ini?" tanya Sean pada Ara yang sibuk memilih dan memilah.
"Iya, buat latihan pacaran sama rumah tangga" jawab Ara tanpa menoleh.
"Kok buat latihan malah baca novel, aneh" kata Sean yang bingung dengan jawaban yang di berikan Ara barusan.
"Istri istri dalam novel itu imut imut, Ara juga mau kaya gitu, kak"
Sean hanya mangut-mangut, pria itu selalu memberikan dan menuruti semua inginnya. Berbeda dengan Gala yang harus berdebat panjang kali lebar lebih dulu jika Ara ingin sesuatu.
Dulu, Ara suka kesel kalau gak di turutin sama kak Gala. Tapi Ara juga sekarang kesel saat semua di turutin sama kak Sean. kok kaya gak ada tantangannya banget, gitu!
Ara bergumam sambil menatap lekat kearah Sean yang nampak santai, tak seperti Gala yang selalu merengut kesal ketika Ara meminta ini dan itu darinya meski ujung-ujungnya tetap menuruti tapi rasanya tak seru jika tak diawali dengan perdebatan lebih dulu.
"Hem, enggak! ini sudah cukup kok" jawab Ara, di pelukannya kini ada tujuh novel yang akan ia beli.
"Ya udah, kita bayar ya" ajak Sean yang kini tak bisa memegang tangan Ara, jadi lah ia meminta Ara berjalan lebih dulu darinya menuju kasir.
Ara yang awalnya menolak akhirnya pasrah saat Sean bersikeras ingin membayar semua yang di beli olehnya, tapi karna antrian yang cukup panjang Arapun mengalah.
"Mau kemana lagi, pacar?" goda Sean yang kini sudah bisa menggenggam tangan Ara. Keduanya berjalan menuju parkiran tempat dimana motor besar Sean berada.
__ADS_1
"Pulang aja, Ara ngantuk"
Sean mengendarai kuda besinya itu dengan pelan, ia ingin menikmati lebih lama di peluk oleh Ara selama perjalan.
"Perasaan lama banget ya" kata Ara yang matanya sudah tak kuat lagi menahan kantuk.
"Masa sih? Ara mimpi sih pas di jalan"
"Hem, enggak kok"
Ara dan Sean yang baru saja pulang dan turun dari motor harus menoleh bersamaan saat mendengar suara deheman dari Gala.
"Udah pacarannya?" tanya Gala dengan tangan melipat di dada, tatapan dan wajahnya begitu dingin bagai siap memangsa musuh.
"Udah, dong. Kenapa?" balas Ara dengan senyum mengembang di bibirnya.
.
.
.
__ADS_1
Yuk, kawin...