![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Aku harap malam ini gak sekedar wisata, tapi juga bisa uji nyali di lembah milikmu, Sayang." bisik Gala sebelum ia masuk kedalam mobilnya.
Ara yang paham langsung mendorong dada Gala sampai mundur selangkah, Pria itu terkekeh sambil mengusap pipi Ara yang merah merona karna menahan malu.
"Apa sih! gak ah" kata Ara seraya memalingkan wajahnya.
Gadis cantik yang tak lagi memakai tongkat dan kursi roda itupun buru-buru meraih punggung tangan sang suami untuk di cium secara takzim.
"Hati-hati di jalan" pesan Ara.
"Hey, aku belum pamit loh" protes Gala sambil meraih pinggang ramping si anak curut agar menempel dengannya.
"Gimana, udah keras kan?"tanya Gala lagi.
Aaaaaaaaaaaaaaaaa
"Umi..... Kak Ala nakal! godain Ara terus nih" teriak Ara yang langsung di lepas pelukannya oleh Gala, pria itu mencubit hidung Ara sampai sang pemilik hati harus meringis kesakitan.
"Ngadu mulu! dasar anak curut!"
.
__ADS_1
.
Ara yang sudah melepas kepergian suaminya kini kembali masuk kedalam rumah, ia menghampiri Uminya yang duduk berdua dengan Ola di ruang keluarga.
"Kenapa lagi?" tanya Khayangan.
"Kak Ala godain Ara mulu, masa ngajakin Ara.... "
Deg..
Ara menggantung ucapannya sambil menutup mulutnya sendiri. Mertua dan adik iparnya itu pun kini menatap Ara dengan raut wajah bingung dan saling melempar pandangan.
"Ngajakin apa?" tanya Ola, si cantik kebanggan orangtuanya.
"Oh, pergilah jika Gala mengajakmu. Luangkan banyak waktu untuk kalian berdua." ucap Khayangan memberi peringatan, wanita itu tahu betul kalau hampir satu tahun ini anak dan menantunya hanya berkutat di rumah dan rumah sakit menjalani pengobatan dan terapi Ara.
"Iya, Umi"
"Kalian bisa tuh nanti pas keluar sambil cari-cari barang yang lucu-lucu atau unik buat di apartemen kayanya seru banget, kan?" ucap Ola memberi saran.
"Ide bagus, Umi ada beberapa toko langganan yang biasa keluarga kita juga datangi terutama Onty Chaca" seru Khayangan lagi.
"Iya, Umi nanti Ara coba ngomong ke Kak Ala, Ara juga gak tahu apartemennya mau di gimanain"
__ADS_1
"Kalian harus janji, sering-sering datang kemari ya
Jangan terlalu sering disana sendiri ya, Ra" pesan Khayangan yang sebenarnya berat melepas anak dan mantunya itu.
Ara yang ikut merasakan kesedihan Uminya langsung berhambur memeluk Khayangan, satu tetes Air mata akhirnya lolos ke pipi putih mulusnya.
.
.
Cek lek.
Ara masuk kedalam kamarnya dengan perasaan campur aduk, Ia duduk di tepi ranjang dengan sedikit melamum seraya menarik dan membuang napas dengan pelan. Ia ingat betul dengan permintaan suaminya pagi tadi sebelum berangkat ke kantor. Satu tahun rasanya sudah cukup bagi Ara hanya mengizinkan pria itu bermain di dua bukitnya saja dan mungkin malam ini saatnya ia memberikan apa yang paling berarti dalam hidupnya yaitu sebuah kehormatan yang hanya ia berikan satu kali pada pria yang halal menjamah nya itu.
Ara perlahan menoleh ke arah samping tempat tidur yang terdapat nakas, disana ada benda pipih miliknya yang tergeletak begitu saja.
Ara meraihnya dan masuk ke aplikasi chat.
@PawangRahardian.
*Ara.
[ Kalau mau uji nyali, gaya apa sih yang enak? mohon bimbingannya suhu 🙇♀️🙇♀️ ]
__ADS_1