![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
...Cek lek......
Gala membuka pintu kamarnya dengan cukup pelan, saat bertemu Umi di bawah wanita itu mengatakan jika tak melihat Ara lagi setelah makan siang jadi Gala berpikir jika sang istri pasti sedang terbuai mimpi saat ini.
"Ra, sayang" bisik Gala sambil mengecup pipi Ara yang tidur denfan posisi menyamping.
"Hem, lagi." gumamnya pelan dengan mata masih terpejam.
Mendengar Ara berkata seperti tadi tentu membuat Gala begitu gemas padanya. Pria itu langsung mencium lagi sesuai permintaan Ara barusan sampai akhirnya Ara bergeliat kecil dan mengerjapkan mata.
"Udah pulang? kok Ara gak tahu" ucapnya sambil mencoba bangun dan tentunya dibantu oleh sang suami.
"Baru sampe kok, justru aku yang ganggu kamu ya"
"Enggak, Ara tidur udah lumayan lama juga" jawabnya yang kini sudah duduk bersandar di punggung ranjang dengan tangan di genggam oleh Gala.
Sama seperti biasa, keduanya pun membersihkan diri bersama sebelum jam makan malam tiba. Kegiatan itu rutin mereka lakukan tanpa sadar bahkan Ara tak akan mandi jika Gala belum pulang dari kantor.
"Anak curutnya orang ganteng kapan jeleknya sih, perasaan cantik terus setiap hari" goda Gala saat memakaikan lotoin di kedua tangan Ara.
Pria itu masih mengurus sang Istri tak perduli Ara sudah jauh lebih baik kondisinya, memanjakan Ara adalah hal yanh paling menyenangkan baginya.
"Kalau Ara jelek nanti kak Ala kabur, kan gak lucu Ara jadi janda rasa perawan" kata Ara dengan mengerucutkan bibrnya yang merah muda.
__ADS_1
"Heh, enak aja!"
Gala mengulurkan tangan agar Ara turun dari ranjang, keduanya akan keluar dari kamar menuju lantai bawah.
.
.
"Kalian jadi ke apartemen?" tanya Bumi yang datang menghampiri pasangan suami istri itu di ruang tengah.
"Jadi, Bi, tapi nanti habis makan malam" sahut Gala.
"Apa gak kemaleman, nanti Ara kecepaean loh" timpal Khayangan yang menoleh kearah sang menantu dengan raut wajah khawatir.
"Ya sudah, terserah kalian"
.
.
Makan malam selesai dengan hidangan yang habis tak tersisa, tak adanya Ola membuat ruang makan tak seramai biasanya. Gadis itu pergi bersama Senja untuk menghabiskan waktu bersama.
"Kami pergi dulu, Abi, Umi" pamit Gala saat bangun dari duduknya yang disusul Ara.
"Hati-hati dijalan, kabari kami jika tak pulang" pesan Bumi pada anak kembar pertamanya itu.
__ADS_1
"Iya, Bi."
Keduanya pun berlalu setelah mencium takzim punggung tangan kedua orangtuanya. Saat ini Gala harus lebih sabar jika jalan beriringan dengan Ara, gadis itu tak bisa buru-buru ketika melangkah kakinya akan sakit atau bahkan mati rasa sesaat jika terlalu lama berdiri dan berjalan jauh.
"Hati-hati, sayang"
Mobil mewah Gala melesat dengan sangat cepat menuju apartemen dekat dengan kantor Cabang Rahardian group tempat Gala bekerja, ia sengaja memilih bangunan tinggi itu agar bisa dengan mudah menemui sang istri jika ada waktu senggang.
"Kita nginep? emang udah bisa di isi sekarang?" tanya Ara pada suaminya yang sibuk memutar setir mobil.
"Iya, Kenapa? kan aku udah bilang kalau mau uji nyali malam ini" sahut Gala dengan seringai senyum di ujung bibirnya.
"Kak Gala bisa?"
"Astaga! ngeledek" kata Gala yang rasanya ingin mencium bibir ranum sang istri.
"Bukan gitu, tapi...?"
"Tapi apa, Sayang?" tanya Gala.
.
.
Tapi apa kak Ala bisa kalau Ara mau ganti ganti Gaya???
__ADS_1