![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Kali ini tak ada lagi yang memberatkan hubungan Ara dan Gala. Restu kedua orang tua sudah mereka dapatkan termasuk ibu yang benar-benar meminta Gala menjaga Ara, sedangkan Bumi dan Khayangan hanya mendukung apa yang di rencanakan sang putra untuk masa depannya.
Kini tangan pasangan itu saling menggengam setelah bertemu di ujung tangga. Senyum begitu merekah di wajah keduanya yang berjalan beriringan menuju ruang makan.
Ara yang melihat Aish langsung bangun dari duduknya langsung melepaskan tangan, tapi sikapnya itu di cegah oleh Gala, ia mempertahankan apa yang kini menjadi miliknya.
"Aish sarapan di gazebo aja, Umi, Abi" pamitnya seraya membawa secangkir teh dan roti bakar gandum. Wanita solehah yang selalu menjaga pandangan itu memang tak terlalu suka dengan makanan berat, cukup sepotong kue atau roti baginya sudah mengenyangkan perut.
"Kenapa, mari sarapan sama-sama, habis itu kita langsung ke rumahmu" kata Khayangan.
"Ala ikut, kan?" timpal Bumi.
"Ikut, Ala kan mau pacaran sama Ara!" sahutnya yang langsung mendapat tatapan tajam dari semua orang yang ada di sekelilingnya.
Sesuai dengan rencana, pagi menjelang siang ini keluarga Bumi akan mengantar Aish pulang ke kota kembang setelah Aurora atau yang sering di panggil Ola pulang ke rumah.
Meski meleset dari rencana awal, tapi semua masih berjalan aman. Keluarga Aish pun masih akan menyambut dengan baik meski hanya sekedar berkunjung.
__ADS_1
"Lama banget sih" oceh Gala saat adik kembarnya datang dan menarik kursi meja makan.
"Kesiangan" jawab si cantik yang menjadi satu-satunya tuan putri di keluarga Rahardian Wijaya, karna sang sepupu Senja adalah keturunan Biantara.
"Gadang mulu, liatin aja tuh Oppa" ledek Gala yang yang tahu jika si bungsu penyuka drama dari negeri gingseng.
Semuanya makan dengan lahap, hanya ada obrolan ringan yang terjadi antara Bumi dan Gala, sedang para wanita hanya menjadi pendengar dengan sesekali menjawab atau menimpali perbicangan anak dan ayah tersebut.
.
.
Kedua kendaraan mewah itupun langsung melanju dengan kecepatan sedang menuju tempat yang d tuju, butuh waktu kurang lebih tiga jam untuk sampai sana, itupun jika perjalan ramai lancar beda lagi jika ada hambatan lalu lintas.
"Gak nginep kan? Ara besok sekolah"
"Bolos sehari gak apa-apa, Sayang" jawab Gala.
Ya, pria tampan yang fokus pada jalan di depannya itu kini lebih berani memanggil Ara dengan sebutan sayang, tak perduli ada Ibu yang duduk di kursi belakang.
__ADS_1
"Ih, jangan di niatin dong. Kasian sama tukang batagor kalo Ara gak sekolah, tar gak ada yang borong" kekehnya yang langsung mendapat cubitan gemas dari Gala di bagian pipi bulatnya.
Ibu hanya tersenyum kecil menyaksikan candaan Ara dan Gala yang dulu di yakininya hanya sebatas kakak dan adik saja, tapi berbeda dari sejak semalam yang keduanya sudah saling mengakui perasaan masing masing termasuk Ara yang selama ini hanya bisa memendam sendiri cintanya karna tak izinkan bersanding dengan Gala.
"Jangan buat aku cemburu, Paham!" tegas Gala.
"Dih, sama abang batagor doang loh!" Sahut Ara mencebikkan bibir.
"Sama aja, Sayang"
.
.
Ya ampun, gimana kalau liat Ara lagi pacaran sama kak Sean???
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
BUJO bisa mabok di ketekin sama si WOWO itu sih 🤣🤣🤣
__ADS_1
Yuk ah otewe drama pemutusan tali tambang 😊