![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Gimana bawanya, orang dari lahir juga udah muter muter disini." gumam Gala.
Bumi yang mendengar walau tak begitu jelas hanya bisa mengernyitkan dahi antara paham tak paham.
"Maksudmu apa?"
"Udah deh, pokonya Ala gak mau di jodohin, anak Abi ini ganteng, pinter, kaya, baik hati dan gak sombong mana mungkin gak laku sih" protes Gala.
"Ya emang, tapi buktinya mana? punya pacar gak?" ledek Bumi.
"Hahaha, pacarnya masih jadi adonan kali, Bi"
Suara gelak tawa Sean membuat dua pria tampan beda generasi itu menoleh cepat. Gala langsung memicingkan matanya kearah sahabatnya yang baru datang.
"Ngomong apa sih Lo!" sentak Gala.
"Tuh Sean aja sama Ara udah pacaran, kamu kapan, kak?" timpal Bumi lagi.
"Jangan percaya sama Sean, Bi"
"Eh, gue wajib di percaya, buktinya gue dateng buat jemput pacar" kekehnya lagi sambil menaik turunkan alisnya.
__ADS_1
"Kak Seaaaan... pacar Ara yang gantengnya gak tanggung-tanggung" teriak Ara dari arah tangga menuju meja makan, tempat dimana berkumpulnya para pria tampan.
"BERISIK!"
Ara yang mendapat protesan hanya bisa tersenyum lebar sampai deretan gigi putihnya terlihat begitu rapih.
"Ara mau pergi sama kak Sean, boleh ya Abi" izin Ara pada pria yang bertanggung jawab atasnya selama delapan belas tahun ini.
"Gak!" sahut Gala sambil berdiri dan mengebrak meja.
Tak hanya Ara yang tersentak kaget, Bumi dan Sean pun merasakan hal yang sama. Sampai ketiganya memegang dada mereka masing-masing.
"Kamu apa apaan sih, La. Orang mau pacaran di larang terus. Makanya punya pacar biar kaya Ara dan Sean" cetus Bumi, ia sudah sangat jengah dengan keposesifan putranya terhadap sang adik.
"Tapi Abi izinin, kan? iya kan Bi" rengek Ara pada Bumi yang kini sudah ikut bangun dari duduk.
"Pergilah, tapi jangan pulang terlalu malam"
Gala menoleh dengan cepat, kedua matanya membulat sempurna kearah Bumi yang tersenyum sambil mengelus kepala Ara.
"Gak! Gala gak izinin, Bi" protes Gala lagi. Kali ini Gala tak bisa menyembunyikan rasa marah, kesal dan cemburunya. Ia yang sudah cinta mati pada Ara tentu isi otaknya kini sedang mendidih dengan rasa panas juga dalam hati.
Kedatangan Sean yang tak tepat di tambah izin sang Abi membuat Gala benar-benar frustasi.
__ADS_1
"Ara mau pacaran berdua sama kak Sean, kakak gak usah repot repot larang Ara"
"Gada gunanya pergi sama si centong sayur, Ra" balas Gala yang semakin gemas dengan keras kepalanya Ara.
"Eh, Om Wowo tolong kondisikan mulut lo ya" protes Sean dengan tangan sudah berada di pinggang.
Kini dua pria itu saling berhadapan dengan sorot mata tajam tak mau kalah.
"Apa? lo nantangin gue?" kata Sean, rasa sedikit perhatiannya untuk Ara membuat pria itu ingin mempertahankan miliknya.
"Kenapa enggak! gak usah terlalu percaya diri ya jadi buto ijo!" balas Gala.
Bumi dan Ara yang tak mengerti hanya bisa saling pandang lalu menggeleng kan kepala tanda benar-benar tak paham.
"Abi pokonya harus ikut Gala sekarang juga!" ajaknya pada Bumi, dengan nada serius, Gala dengan cepat menarik tangan Bumi ke rumah belakang.
"Apa sih, Kak?" kamu mau bawa Abi kemana?" tanya Bumi.
.
.
.
__ADS_1
Lamar Ara buat Gala ke Ibu...