Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Wisata sendiri.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Huft, Ara!" gumam Kahyangan yang masih ada di dalam kamarnya. Wanita solehah bergamis merah maroon itu kembali meletakkan ponselnya sebelum ia keluar menuju ruang makan di lantai bawah.


Kahyangan yang setiap harinya selalu sibuk dengan berbagai macam kegiatan bakti sosial juga acara pengajian memang hanya sesekali membuka grup chat @PawangRahardian ia yang sering tertinggal ratusan pesan setiap harinya kadang hanya menyimak sebagian dari yang sedang di bahas semua anggota keluarga suaminya itu.


Tap... tap.. tap...


Suara langkah kaki membuat semua yang ada di ruangan tersebut menoleh secara bersama, senyum terulas dari bibir mereka masing-masing untuk si wanita berparas cantik dan teduh.


"Tumben Umi lama di kamar?" tanya Bumi, pria yang tak banyak bicara namun sangat mengagung kan cinta.


"Iya, ada yang harus di Kroscek" jawab sang menantu kedua Rahardian tersebut.


Makan malam kali ini begitu lengkap, di tambah status Ara yang kini sudah resmi sebagai menantu dan itu jugalah yang membawa Titin kini tak lagi bekerja di rumah kediaman Bumi. Wanita baya itu berniat kembali ke kampung untuk mengurus usaha konveksi miliknya yang sudah berjalan hampir tiga tahun.


Suara denting garpu dan sendok saling beradu di atas piring, tak jarang juga keluarga hangat itu saling melempar obrolan agar jauh dari kata jenuh saat menikmati makan malam, apalagi Gala yang juga sembari menyuapi istri tercintanya.


"Kalian istirahat lah, Umi dan Abi mau antar Ola dulu ke toko buku, ada yang ingin gadis cantik Umi cari disana" ucap Khayangan saat makanan sudah tandas di masing-masing piring mereka.


"Ara gak bisa ikut"


"Nanti ya, Sayang. Ara sembuh dulu, Ok. Kali ini kamu harus banyak istirahat biar nanti kita jalan jalan lagi" kata Khayangan masih mencoba merayu, bohong rasanya jika ia tak ikut terpukul dengan apa yang menimpa anak angkatnya. Dibanding Titin, ialah yang sedari dulu sering mengurus dan menjaga Ara.


"Iya" jawab Ara lirih, ia menerima pelukan Umi nya dengan perasaan campur aduk.


.

__ADS_1


.


.


Kamar Gala, kamar yang kini jadi saksi dua insan yang saling duduk bersandar di punggung ranjang sambil menggenggam tangan.


Banyak yang mereka ceritakan dari mulai masa lalu hingga masa depan.


"Ara mau langsung punya anak?" tanya Gala.


"Enggak"


"Kenapa?"


"Ntar gak di sayang Kakak lagi"


Gala langsung tertawa, mana mungkin Ara memiliki pikiran jika ia tak lagi sayang jika ada sang buah hati di antara mereka nantinya.


"Ara serius loh, ntar sayangnya ke bayi"


"Sayang mamanya juga lah, gini nih contoh sayangnya" kata Gala sambil mendekat kan tubuhnya ke arah Ara.


Gala menyentuh pipi Ara agar berhadapan dengannya.


"Lagi ya, aku mau kaya yang tadi siang" pinta Gala dengan sorot mata penuh harap.


"Tadi siang ngapain?" tanya Ara bingung.

__ADS_1


"Ciuman!" sahut Gala dengan senyum menggodanya.


"Oh, hayu"


Gala langsung kaget sampai mengernyit kan dahinya saat mendengar jawaban dari Ara. Ia tak menyangka gadis kecilnya malah mengiyakan sambil tersenyum lebar sampai deretan giginya terlihat semua.


Gala tak menunggu waktu lagi, ia justru takut Ara berubah pikiran atau malah sedang menggodanya saja. Langsung di tariknya lagi tengkuk si anak curut agar bibir keduanya bisa saling bersentuhan.


Kali kedua ini Ara maupun Gala sepertinya tak se kaku tadi siang, Sedikit-sedikit mereka bisa saling mengimbangi meski masih belajar untuk lebih menyelami rasa yang semakin membuat penasaran.


Tangan Gala tentu tak tinggal diam, ia merayap dari atas leher menuju pundak hingga perlahan membuka satu persatu piyama merah muda yang Ara kenakan.


"Kakak mau apa?" tanya Ara yang akhirnya sadar lalu melepas pagutan mereka.


"Mau ngapain ajalah, suka-suka aku" sahut Gala yang kesal karna Ara menghentikan dua kegiatannya sekaligus.


"Jangan, Ara capek"


.


.


.


Ya udah diem, biar aku yang Wisata Sendiri...


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

__ADS_1


Udah, iya in. aja Ra 😌😌


Dari pada si koala nemplok di gue 🤣🤣🤣


__ADS_2