![Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]](https://asset.asean.biz.id/gala-asmara---jodoh-dari-kecil--.webp)
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Yang di kocok itu bukan donat, sayang" goda Gala, ia langsung menarik tengkuk Ara dan kecium Sekilas bibirnya yang merah muda dan ranum.
"Apa dong?" tanya Ara setelah kenikmatan sesaat itu berlalu.
"Sosis Kanzler jumbo nih udah melambai minta di kocok, boleh?" kata Gala. Aliran darahnya berdeseir mendadak karna ada yang menegang di bawah sana.
"Bukan minta di kocok itu sih, minta di cincang terus di kecapin, enak kali ya"
"Ngilu, Ra. Kamu tuh kalo ngomong suka asal, aku kan bayanginnya ngeri"
"Ngeri ngeri sedep ya" sahut Ara sambil tertawa.
Gala yang sering mendengar ucapan konyol istrinya kadang was was jika Ara sedang asik memainkan si pepaya gantung, ia takut istri kecilnya itu kelepasan dan melakukan hal di luar dugaan. Maka itu Gala tak pernah mau miliknya ada dalam mulut Ara terlalu lama, pria itu sering menaruh curiga dan merasa tak tenang padahal nikmatnya begitu tiada tara ia rasakan.
"Ayu, ih. Cari donat"
"Besok lagi ya, pagi pagi pasti banyak yang jual donat kentang atau aku minta Umi buat bikinin ya jadi besok kita pulang, gimana?"
__ADS_1
"Tapi Ara yang kocok ya"
"Hem, terserah kamu. Mau kocok, mau gigit mau jilat yang penting seneng deh" sahut Gala yang bersiap melanjutkan lagi perjalanan pulang ke apartemen tanpa membeli apapun.
.
.
Hampir tengah malam, keduanya langsung masuk kedalam unit apartemen. Ara yang sudah sangat mengantuk hanya berganti pakaian lalu naik keatas ranjang. Berbeda dengan Gala setelah mencium seluruh wajah istrinya ia malah menuju sofa sambil membawa laptop.
Ada sedikit pekerjaan yang di kirim Jessy dan harus selesai esok pagi.
"Ara bobo duluan ya, Nanti aku nyusul" sahut Gala tanpa menoleh karna kedua matanya fokus pada layar laptop di atas pahanya.
"Nanti Ara makan donatnya kesiangan loh"
"Enggak, dikit lagi juga selesai kok"
Ara bukannya tidur, ia malah menyibakkan selimutnya sampai kedua kakinya terlihat. Rasa kantuk yang ia rasakan bagai menguap entah kemana. Ara meraih ponselnya untuk berselancar di dunia maya seperti biasa. Ada beberapa pesan juga yang baru ia balasan termasuk pesan dari sahabatnya Merlin yang kini kuliah di luar kota. Sedih rasanya jika melihat postingan teman-teman sekolah Ara yang kini sibuk menimba ilmu di berbagai universitas tak seperti dirinya yang hanya di rumah menunggu suami pulang dari kantor.
__ADS_1
Ara tak berani membicarakan perihal kuliahnya lagi, apalagi kini ia sedang mengandung keturunan Rahardian. Ara tak ingin terlalu serakah karna baginya memiliki keluarga baik, suami tampan dan setia dan pastinya kaya raya saja sudah membuat hidupnya nyaris begitu sempurna.
Ara meletakkan lagi ponselnya diatas nakas karna mulai jenuh. Ia memilih menghampiri suaminya yang nampak fokus dengan pekerjaan. Dan ide jahilnya pun muncul secara mendadak.
"Ara, kamu mau apa?" tanya Gala saat istri kecilnya memindahkan si laptop ke meja. Dan justru dirinyalah yang ada di atas pangkuan Gala.
"Ara gak bisa tidur"
"Aku sebentar lagi selesai, tunggu ya"
"Ara gak bisa gak nunggu, dari tadi udah nunggu tapi Kak Ala gk selesai selesai" protesnya sambil membuka satu persatu kancing piyama nya hingga terlepas semua.
"Kamu mau apa?" Gala panik karna si Mohmoy sudah tepat di depan matanya.
.
.
.
__ADS_1
Kasih susu...