Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Geli geli enak


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pagi tiba, semua bangun lebih awal dan sudah menyiapkan diri masing masing. Begitu juga dengan Ara yang sudah cantik dengan gamis warna peach yang membalut tubuhnya yang kini kian terlihat lebih berisi.


"Jangan dandan terus, nanti cerminnya pecah" goda Gala yang baru selesai membersihkan diri.


"Ara cantik gak?" tanyanya sambil memutar diri di depan kaca besar.


"Hem"


"Kok Hem sih!" protes Ara, kini ia berdecak pinggang dengan bola mata terus mengikuti kemanapun langkah suaminya.


"Iya, anak curutnya orang ganteng" sahut Gala.


Ara yang kesal malah memeluk Gala dari belakang. Ia gigit punggung suami dengan cukup keras.


"Kebiasan ih"


Ara yang terkekeh lalu keluar dari kamar lebih dulu setelah ia menyiapkan baju yang akan suaminya kenalan untuk acara hari ini. Jangan tanyakan bagaiamana perasaan ibu hamil tersebut, karna bahagianya terasa dari ubun-ubun hingga ujung kakinya. Ara terus berjalan menunju tangga, namun matanya reflek menoleh kearah satu pintu yang tertutup rapat. Ya, itulah kamarnya dulu yang kini tak lagi ia tempati namun sudah di rencanakan akan di jadikan kamar anaknya nanti.

__ADS_1


Lima belas tahun tempat itu menjadi saksi suka dan duka ku. bathin Ara dengan senyum tersungging di ujung bibirnya.


.


.


Semua mata tertuju padanya saat menantu sulung Bumi Rameza Rahardian Wijaya itu sudah ada di ujung tangga. Ara memang terlihat berbeda saat mengandung, aura cantiknya terlihat lebih menarik dan mempesona sampai ia selalu saja di puji oleh banyak orang yang melihatnya.


"Gala mana?" tanya Khayangan sambil mengulurkan tangan.


"Masih di kamar. Nanti juga turun"


"Ya sudah, ada beberapa tamu yang baru datang. Kita sambut dulu ya sambil menunggu yang lain berkumpul" ajak Khayangan yang langsung di iyakan oleh Ara.


Pukul sembilan lewat lima belas menit, acara pun di mulai. Lantunan ayat suci begitu menggema ke seisi kediaaman Bumi dan Khayangan. Semua orang yang hadir begitu khusyuk mengAamiinkan apa yang sedang di panjatkan pada Tuhan yang maha Esa.


Gala sampai menitikan air matanya saat ia memperhatikan perut Ara yang duduk di sampingnya. Pria tampan dan mapan itu seakan belum percaya jika kini ia akan memiliki keturunan, anak yang akan lahir dari wanita yang ia cintai dengan sangat luar biasa.


**

__ADS_1


Acara inti selesai, kini saatnya makan siang bersama ataupun menikmati sajian yang ada di ruang tengah. Makanan yang terhampar di atas meja akan menggugah selera siapa pun yang melihatnya karna soal makanan, semua Melisa langsung yang menangani mulai dari rasa dan bentuk sang Nyonya Besar Rahardian lah yang memantau langsung cara pembuatannya.


Gala yang sedari tadi memperhatikan Ara mulai sedikit lelah pun langsung membawa istrinya ke kamar.


"Apa?" tanya Ara.


"Istirahat dulu sebentar, kamu nanti kecapean" jawab Gala yang menarik tangan Ara kembali. Ia dudukan wanita halalnya itu di tepi ranjang.


"Mau aku ambilkan minum?" tawar Gala dengan senyum kecil di ujung bibirnya.


"Hem, boleh. Air hangat ya"


Gala mengangguk kan kepalanya, ia berjalan menuju meja kecil yang terdapat gelas dan alat minum lainnya. Namun, Gala tersentak kaget saat Ara memeluknya dari belakang.


"Ara geli" omel Gala saat dadanya di re Maz oleh Ara dengan cukup kuat.


.


.

__ADS_1


.


Enak, kak... Ara aja diem kalo di giniin, kan?


__ADS_2