Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Jam 2.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Gimana kerjaanmu, Kak?" tanya Bumi saat sarapan pagi. Kali ini di meja makan nampak berbeda karna tanpa adanya kehadiran Ara karna gadis cantik itu sudah lebih dulu berangkat ke sekolahnya.


"Seperti biasa, semua lancar, Bi" sahut Gala sambil mengunyah makanannya pelan.


Gala begitu kurang bernapsu menikmati sarapannya sebab tak ada Ara di depannya, bahkan mereka belum sempat bertemu sebelum Ara berangkat ke sekolah.


"Bagus, lalu hubungannmu dengan Jessy?" tanya Bumi lagi, bukan ia tak tahu jika wanita seksi itu menaruh hati pada putra sulungnya.


"Gak gimana gimana, emang Abi pikir mau gimana? Dia cuma sebatas asisten ku, gak lebih!" jawab Gala penuh penekanan. Ia yang sedang galau tingkat dewa semakin kesal saat nama Jessy di sebut begitu saja.


"Kinerjanya bagus, Abi sangat suka saat melihatnya di rapat perusahaan minggu lalu. Otaknya begitu cerdas" puji Bumi yang malah mendapat senggolan dari istrinya, Khayangan tahu jika putranya sudah merasa tak nyaman dengan pembicaraan mereka saat ini.


"Iya, Bi. Aku tahu itu. Dan aku akan pertahankan Jessy untuk terus jadi asisten ku. Aku harap Abi gak minta lebih dari itu" ucap Gala sambil bangun dari duduknya lalu mencium takzim punggung tangan orangtuanya secara bergantian.


"Assalamu'alaikum" pamit Gala.


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"

__ADS_1


Bumi langsung menoleh kearah istrinya yang berhijab hijau muda, sungguh terlihat cantik dan segar di wajah orientalnya.


"Anakmu kenapa?" tanya Bumi.


"Bagian ngambek aja, bilangnya anak Ummi" protes Khayangan yang ikut bangun juga dari duduknya.


"Lah, kalian berdua kenapa?!" gumam Bumi seraya menggaruk kepalanya yang tak gatal.


*****


Braakk..


Perjalanan yang menempuh waktu hampir empat puluh menit itu akhirnya sampai, mobil pun berhenti di parkiran kantor VVIP seperti biasa.


"Gala" seru seorang wanita seirama dengan hak sepatunya yang beradu dengan lantai marmer perusahaan.


"Jaga sikapmu, Jess" tegas Gala saat sang asisten bergelayut manja di lengannya.


"Maaf"

__ADS_1


Jessy langsung melepaskan tangannya dan berjalan satu langkah di belakang sang Direktur. Jika di dalam ruangan pribadi, Gala memang tak banyak protes jika Jessy menempel padanya tapi lain hal jika di luar yang kebetulan banyak karyawan lain padahal Jessy sangat ingin mengumumkan pada semua orang jika Gala adalah miliknya dalam artian ia akan menjadi calon Nona muda Rahardian.


Cek lek


"Maafkan aku" lirih Jessy sambil membenarkan dasi yang di leher Gala, pria yang selalu mengacuhkan semua bentuk perhatiannya.


"Padahal aku sudah sering mengingatkanmu!" cetus Gala sembari menepis tangan halus Jessy dari dadanya.


Gala yang sudah duduk di kursi kebesarannya langsung menyalakan laptop dan membuka beberapa berkas yang sudah rapih di siapkan oleh Cici di atas meja kerjanya. Tapi kedua mata Gala langsung melirik kearah Jessy yang sepertinya tak Terima dengan tegurannya barusan. . Wanita bertubuh seksi dengan ukuran dada di atas rata rata itu masih berdiri di tempatnya tanpa bicara sepatah kata pun.


"Kamu kalau gak niat kerja mending pulang sana!"


Jessy yang melihat raut wajah serius bosnya pun akhirnya melangkah sambil mengeluarkan Tab dari dalam tasnya. Tanpa basa basi lagi ia langsung membacakan semua jadwal Sang Direktur hari ini, tapi belum selesai Jessy membacanya Gala justru menyelak di tengah-tengah.


.


.


.

__ADS_1


Luangkan waktu di jam dua siang, karna aku akan pergi menjemput Ara di sekolahnya.


__ADS_2