Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
#G.A


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Pagi hari apartemen Gala dan Ara nampak sepi karna tak adanya si kembar disana. Arxy dan Xyra yang menginap di kediaman Bumi membuat setiap ruangan nampak sepi tanpa jerit, tangis dan gelak tawa dari dua bocah saingan Mimihnya dalam hal kasih sayang seorang Gala. Pria itu tak main main melimpahi keturunannya dengan cinta dan kasih sayang luar biasa. Gala menjadi sosok ayah yang di idamkan semua anak di dunia.


"Tapi pulangnya malem ya, kita abis makan malam baru pulang" tegas Ara masih dengan keinginannya.


"Iya, anak Curut" jawab Gala saat Ara terus mengutarakan keinginannya. Wanita cantik yang pintar menggoda di atas ranjang itu tetap keukeh pulang pada malam hari.


"Tapi yakin mereka mau pulang?" tanya Gala ragu.


"Entah, coba aja"


Gala mencibir kearah sang istri, Ara pasti akan menyelam sambil minum air disana saat kedua anaknya memilih tetap tinggal tentu itu akan menjadi bonus untuk ikut juga menginap. Ara belum bisa lepas sepenuhnya dari Ummi, itulah yang Gala tahu selama ini.


.


.


.


Ara bergelayut manja di lengan suaminya saat melangkah bersama menuju lobby Apartemen, ia akan di antar Gala ke rumah orangtuanya sebelum berangkat ke kantor. Banyak pasang mata yang memperhatikan keduanya, terlebih kearah Gala yang memiliki tubuh tinggi hampir sempurna jika saja ia sedikit tersenyum.


"Ara tuh masih kesel aja kalo jadi pusat perhatian" cetus nya sambil masuk kedalam mobil.


"Aku, bukan kamu, Sayang" ledek Gala terkekeh apalagi saat sang istri semakin merengut kesal.


"Iya, kamu! Suamiku yang ganteng tapi sayang.."

__ADS_1


"Sayang apa?" tanya Gala yang tak jadi menyalakan mesin mobilnya saat Ara menggantung ucapannya barusan.


"Sayang, masih gantengan kak Sam!!!" cetus Ara penuh penekanan sampai membuat pria yang sebenarnya tak kalah tampan itu merengut kesal dengan pengakuan wanita halalnya.


"Nanti tanya Ummi ya, hukumnya bilang ganteng sama suami orang!" balas Gala dengan sinis.


Ara hanya tergelak, ia tahu suaminya sedang kesal karna Samudera adalah satu-satunya pria yang bisa membuatnya seperti itu.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang karna keadaan jalan yang mulai ramai lancar, sesekali Gala mengumpat kesal karna harus berebut jalan dengan pengendara lain yang tak mau mengalah terutama sepeda motor yang di tumpangi oleh emak-emak, bak penguasa jalan mereka menekan sein kanan namun belok kiri begitu juga sebaliknya.


#HayoKalianJugaGituKan?


#Sama🤣🤣🤣🤣


Sampai di kediaman Bumi, Ara tak lagi menunggu suaminya, ia turun lebih dulu masuk kedalam rumah tempat ia di besarakan selama hampir dua puluh tahun.


"Waalaikum salam" sahut Ola yang kebetulan keluar dari arah dapur bersama seorang wanita.


"kak Ola, Ummi sama anak anak mana?" tanya Ara tanpa memperdulikan tatapan seseorang padanya.


"Keluar, baru aja. Udah sarapan belum?"


"Udah dong, sama suami tercinta" jawab Ara yang langsung menoleh ke belakang sambil mengulurkan tangan.


"Anak-anak gak ada, Pih" ucap Ara memberi tahu suaminya saat pria tampan rupawan itu sudah mendekat.


"Kemana?" tanya Gala.

__ADS_1


"Ikut Ummi ke pasar" jawab Ola, adik kembarnya.


"Yaudah, Aku berangkat ke kantor ya, udah siang. Nanti sore aku usahakan pulang cepet" pamit Gala yang tangannya lansung di raih dan cium takzim.


"Hati-hati di jalan, Pih"


"Iya, Sayang"


"Aku berangkat, La. Aish" kini Gala bergantian berpamitan pada adik dan sahabatnya itu.


"Iya, Hati-hati di jalan" sahut keduanya bersamaan.


Ola yang berjalan lebih dulu keruang tengah meninggalkan Aish dan Ara yang masih saja tak akur sejak dulu. Ia tak tahu ternyata gadis yang masih sendiri itu ada dirumah orang tuanya.


"Maaf" ucap Aish yang membuat dahi Ara mengernyit.


"Untuk hal yang sama?" tanya Ara yang di jawab Anggukan kepala.


.


.


.


.


Sudah ku bilang, cukup mengagumi suamiku saja tanpa harus meletakkan perasaan padanya, Mbak!

__ADS_1


__ADS_2