Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Jodoh


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Cih, katanya tahu, pas minta di ajarin malah kabur. Belom aja dia kenalan sama si Pepaya Gantung" kekeh Gala yang reflek mengusap inti miliknya yang sedikit bergeliat di dalam sarang.


Waktu yang hampir siang membuat ia melanjutkan lagi pekerjaannya, Gala tak khawatir dengan Ara karna ada dua orang yang selalu menjaga gadis itu jika keluar rumah.


Gala yang fokus pada tumpukan kertas di atas meja tak begitu perduli pada Jessy yang sudah kembali ke ruangannya untuk menunggu Gala selesai memeriksa semua berkas yang ia berikan tadi.


"Pergilah lebih dulu, aku ingin tidur" ucap Gala saat Jessy tak kunjung juga keluar.


"Apa kamu ingin ku belikan sesuatu, Ayolah kita makan siang bersama" ajam Jessy lagi.


"Aku ngantuk, Jess. Berhentilah untuk terus memaksaku" tegas Gala memberi peringatan.


"No, Sayang. Aku mencintamu"


"Kamu hanya terobsesi padaku, bukan karma memiliki perasaan yang tulus. Aku butuh istri yang bisa menyenangkanku, membuat rasa lelahku hilang meski hanya dengan lewat senyumnya." ucap pria berjas tersebut dengan nada sedikit kesal.


"Senyum? kamu yakin hanya dengan senyum lelahmu akan hilang? kau juga butuh ini Gala"


Jessy mendekat kearah Gala sambil membuka kancing blazernya, kemudian tangan lentik itu mulai juga membuka kancing kemeja yang di kenakannya. Ini bukan yang pertama bagi wanita itu menggoda Gala, Jessy semakin menjadi saat Gala tak pernah meresponnya.

__ADS_1


Tubuh Jessy terlihat jelas di hadapan mata Gala, BrA nya yang berwarna hitam sangat kontras dengan kulit Jessy yang putih mulus.


"Rapih kan bajumu, Jess. Ini kantor" sentak Gala mulai kesal, meski ia tak terbakar napsu tapi ia tetap tak suka saat ada wanita begitu murahnya memperlihatkan tubuh di hadapan seorang laki-laki normal sepertinya.


"Kenapa?, kamu bisa menyentuhku sesukamu"


"Menyentuhmu? apa untungnya bagiku?" cetus Gala mencibir. Wanita yang sudah mempertontonkan kedua dadanya itu benar-benar membuat Gala geram.


Aku memang bukan pria baik, tapi setidaknya aku mencari wanita yang bisa menjaga kehormatannya terutama di depan laki-laki.


.


.


"Ara yakin mau putus?" tanya Sean meyakinkan saat keduanya kini duduk saling berhadapan di cafe depan kantor Gala.


"Iya, Kak Gala udah ngomong di depan ibu. Ibu juga udah izinin Ara buat sama kak Gala. Ibu gak larang larang Ara lagi sekarang."


"Lalu kak Sean gimana? baru juga jalan dua kali" kata Sean memasang wayah sedih berharap Ara kasihan padanya.


"Gak gimana gimana, ini tiga kali, kak" protes Ara.

__ADS_1


"Yang ini gak seru, jalan yuk"


"Kemana? hari ini Ara bolos, gak ada ponsel pokonya kesel" kuluh si anak curut.


"Ya udah, kita beli ponsel baru ya. Anggap ini kenang kenangan dari kak Sean, gimana?"


"Kenangan dari mantan pacar? ya ampun Ara semalem mimpi apa sih bisa punya mantan pacar sekarang" kata Ara dengan polosnya sampai Sean harus bingung karna Ara begitu bangganya.


"Seneng banget punya mantan, kenapa?" tanya Sean.


"Senenglah, kan biar bisa di ghibahin. Biar bisa di sumpahin dan biar bisa di bandingin. Merlin juga gitu, nanti besok Ara bakal cerita ke temen temen Ara" jawabnya sangat polos.


"Cih, sial banget kakak jadi mantan kamu, Ra"


"Hahaha, gak apa-apa ya, itu namanya kita gak jodoh"


"Hem, karna ada dua pilihan saat gak jodoh" kata Sean.


"Apa tuh?" tanya Ara penasaran.


.

__ADS_1


.


Jodoh ngundang, gak jodoh kondangan!!!


__ADS_2