Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]

Gala Asmara [ Jodoh Dari Kecil ]
Satu pesan.


__ADS_3

🍂🍂🍂🍂🍂🍂


"Mau kemana dia?" tanya Khayangan saat putra sulungnya itu pergi begitu saja.


"Paling ke rumah utama" tebak Bumi karna bangunan mewah itu masih menjadi tempat pulang terbaik para anggota keluarga Rahardian.


Aish yang baru saja datang di minta untuk beristirahat di kamar yang sudah di siapkan yaitu di lantai atas tepat di samping kamar Ara. Gadis solehah itu mengangguk dan bangun dari duduknya.


"Aish permisi dulu, Abi, Umi" pamitnya pada pasangan suami istri yang sudah di anggapnya sebagai orangtua sendiri dan mungkin bisa saja, kali ini ia akan beranggapan pasangan itu sebagai calon mertuanya.


Selepas kepergian Aish ke kamarnya, Khayangan langsung mendekat kearah suaminya yang duduk santai sambil bersandar.


"Abi yakin sama permintaan Abi barusan? kok Umi ngerasa Ala gak suka ya, Umi takut Ala marah" ucap Khayangan yang memang sedikit khawatir dengan putranya yang melengos barusan.


"Kita mau cari yang gimana lagi, Aish udah paket komplit. Emang kamu gak suka kalo punya mantu kaya Aish?" tanya Bumi.


"Suka, suka banget, Bi. Tapi apa keputusan kita gak salah atau mungkin terlalu cepat?"

__ADS_1


"Enggak, Umi. Gala sama Jessy gak ada hubungan apa-apa, begitu juga dengan wanita lain. Anak itu tak pernah sekali pun mengenalkan kita dengan kekasihnya. Jadi tak salah jika Gala kita jodohkan dengan Aish karna mereka sama-sama tak punya ikatan dengan siapa pun" jelas Bumi menurut apa yang ia dengar saja tanpa bisa merasakan gelagat intim antara Gala dan Ara.


"Hem, iya juga sih, Ala kenapa ya? mau cari yang seperti apa dia" timpal Khayangan terkadang dibuat bingung dengan sikap dingin Gala pada wanita.


"Dari pada sibuk jailin Ara terus, Ara juga udah sama Sean kan Abi jadi makin kasihan sama Gala"


Lampu hijau memang sudah di berikan Bumi untuk Sean karna ia sangat kenal dengan sahabat putranya itu terlebih keluarga Sean adalah keluarga baik-baik. Sean adalah anak bungsu dari tiga bersaudara semua kakaknya adalah Abdi negara hanya Sean yang memilih jalur pengusaha kuliner dengan membuka tiga Resto yang kini cukup sukses berkembang.


"Bicarakan dulu dengan Titin, Ara masih haknya, Bi. Jangan sampai rasa sayang kita pada Ara membuat kita lupa jika Ridha dan Surga Ara hanya pada ibu kandungnya" tegas Khayangan mengingatkan suaminya.


"Papa emang yang terbaik, selalu menjadi pendengar dan penengah. Semoga Papa dan Mama diberikan umur panjang ya, Bi" doa Khayangan sebagai menantu rasa anak di keluarga Rahardian.


"Cium mak othor dulu katanya, Mi"


.


.

__ADS_1


Beda di ruang tamu, beda di rumah utama tentu beda juga di kamar Ara. Gadis cantik yang sejak kecil sering di sebut anak curut karna mungil dan berisik itu kini sedang duduk memeluk lututnya sendiri. Hatinya kacau dengan kedatangan Aish kerumah orang tua angkatnya barusan. Keduanya memang tak pernah dekat hanya saling menyapa jika bertemu tapi entah kenapa rasanya kali ini sungguh berbeda seperti ada sesuatu yang akan menghancurkan harapan Ara.


Triiiing...


Bunyi notifikasi ponsel di dalam tas membuat Ara menoleh kaearah ranjang. Di rogohnya isi tas itu untuk meraih benda pipih miliknya.


"Kirim pesan apa sih?" gumam Ara saat melihat satu nama yang sedang ia pikirkan saat ini.


.


.


.


Baby Koala 🐨


[ Aku mencintaimu 🥺 ]

__ADS_1


__ADS_2