
Author ingin mempromosikan Novel baru Author. Siapa tahu ada yang berkenan untuk mampir. Mohon dukungan dan suportnya semua untuk karya baru Author. Terima Kasih.....
Cuplikan Bab untuk novel yang berjudul "Mysterious Man"
Seorang wanita baru saja turun dari bis setelah bekerja lembur di kantornya. Karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam, jalan menuju rumahnya sudah sepi, apalagi dia tinggal daerah pinggiran kota. Saat sedang berjalan memasuki jalan kecil menuju rumahnya, tidak sengaja melihat seorang tergeletak di pinggir jalan dengan posisi tengkurap.
Wanita itu menghentikkan langkah kakinya untuk memastikan penglihatannya. Ketika dia yakin kalau itu adalah manusia, dia kemudian berlari lalu berjongkok di samping pria itu. "Tuan, bangun. Apa yang terjadi padamu?" Wanita itu menepuk lengan pria itu beberapa kali.
"Tuan, apa kau baik-baik saja?"
Wanita itu memiringkan kepalanya untuk melihat wajah pria itu, tetapi tidak terlihat jelas karena di sana sedikit gelap. Wanita terus berusaha membangunkan pria itu, tetapi tidak berhasil. Pria itu tidak meresponnya sama sekali.
Wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekitar, berharap ada orang yang lewat, tetapi tidak jalanan nampak sepi. Wanita itu kemudian berjalan menuju jalan raya yang berjarak sekitar 100 meter dari tempatnya berada untuk mencari taksi.
Ketika dia sudah mendapatkan taksi, dia kembali ke tempat pria itu lagi dan meminta supir taksi membantunya mengangkat pria itu ke dalam taksi. Ketika wanita itu sudah mengatakan tujuannya, taksi tersebut langsung melaju dengan kecepatan sedang.
Dalam perjalanan wanita itu meneliti wajah pria yang ada di pangkuannya. Dia sempat tertegun sesaat melihat wajah pria itu. Meskipun dalam taksi cahaya minim, tapi wanita itu bisa melihat wajah tampan pria itu. Setengah jam berlalu dan supir taksi memberitahukan padanya kalau mereka sudah tiba di rumah sakit.
Wanita itu lalu meminta petugas rumah sakit untuk membawa yang ada di dalam taksi ke IGD karena pria itu masih tidak sadarkan diri. Dengan bantun petugas rumah sakit, pria itu akhirnya di bawa masuk menuju IGD.
"Apa yang terjadi dengannya?"
Seorang pria yang memakai jas putih dan kaca mata bening bertanya pada wanita itu mengenai kondisi pria sebelum dibawa ke rumah sakit. Pria itu adalah salah satu dokter yang sedang bertugas di IGD.
"Begini Dokter, aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengannya sebelumnya. Aku menemukannya tergeletak di pinggir jalan dengan keadaan pingsan," jelas wanita itu.
Dokter menoleh sejenak pada pria yang terbaring di ranjang pasien lalu beralih pada wanita itu. "Jadi kau tidak mengenalnya?" tanya Dokter itu.
"Tidak," jawab Wanita itu cepat.
Dokter itu mengeryit sesaat lalu berkata, "Baiklah, aku akan memeriksanya, kau bisa tunggu di luar dulu."
Wanita itu mengangguk lalu berjalan keluar, dia menghentikan langkahnya sebentar lalu menoleh ke belakang dan melihat tirainya sudah tertutup. Sebenarnya ada keraguan dalam dirinya saat dia akan membawa pria itu ke rumah sakit. Dia takut kalau orang yang dia tolong nanti ternyata orang jahat.
Dia tidak mau niat baiknya, akan menjadi boomerang baginya suatu saat nanti, tapi saat melihat pria itu, entah kenapa hatinya tergerak untuk menolongnya.
__ADS_1
Wanita itu memutuskan untuk menunggu di depan IGD, sekitar 15 menit kemudian, seorang perawat datang menghampirinya. "Permisi Nona, Dokter Pras sudah selesai memeriksa kekasihmu. Kau bisa masuk."
Sepertinya perawat itu salah mendunga kalau pria yang dibawa oleh wanita itu adalah kekasihnya.
Wanita itu mengangguk lalu mengikuti perawat tersebut menuju ranjang di mana pria yang dia tolong terbaring. "Bagaimana Dokter keadaan pria ini?" tanya Wanita itu ketika dia sudah berada di samping ranjang pria itu.
"Dia tidak apa-apa. Selain luka di wajahnya, tidak ada hal serius dengannya. Kau bisa menunggunya sampai sadar."
"Baik Dokter, terima kasih."
Dokter itu mengangguk lalu meninggalkan wanita itu bersama dengan perawat tadi. Wanita itu memutuskan untuk duduk di kursi samping ranjang pria itu. Dia menelitih kembali wajah pria itu. Meski di wajahnya terhadapan beberapa luka, tapi wajahnya masih terlihat tampan, bahkan sangat tampan menurut wanita itu.
Setelah puas memandang wajah pria itu, wanita itu terlihat menyandarkan kepalanya di nakas yang ada di sampingnya karena dia merasa tubuhnya lelah. Sebenarnya dia merasa sangat mengangtuk, hal merepotkan seperti itu, belum pernah dia lakukan untuk orang lain. Apalagi untuk orang yang baru saja dikenalnya.
Bagaimana tidak, lahir di keluarga kaya membuatnya terbiasa dilayani oleh orang lain. Nona muda yang memiliki segalanya yang membuat banyak orang merasa iri padanya, tetapi itu dulu, sebelum dia diusir oleh keluarganya.
Dia adalah Sheryn anak dari pengusaha terkenal di kota J. Dia harus merasakan hidup susah setelah di asingkan oleh keluarganya di luar negeri karena difitnah oleh ibu tiri dan saudara tirinya.
Ayahnya yang lebih mempercayai saudara tiri dan ibu tirinya, memutuskan untuk mengirimnya jauh dari negaranya agar dia tidak menimbulkan masalah. Tidak hanya di fitnah, saudara tirinya bahkan merebut kekasihnya.
Saat sedang larut dalam lamunannya, tangan pria di sampingnya bergerak dan matanya seketika terbuka. Dengan gerakan cepat, Sheryn duduk tegak saat pria itu berusaha untuk bangun dari tidurnya.
Pria itu menoleh pada Sheryn ketika mendengar pertanyaannya. Dia tidak menjawab Sheryn, melainkan menatapnya dengan tatapan bingung. Pria itu terus menatap Sheryn tanpa berkata apapun sehingga membuat Sheryn jadi salah tingkah.
Saat dia bertemu tatapan dengan pria itu, dahinya mengeryit. Pria di depannya itu, ada yanh aneh dengannya. Tidak ada emosi apapun dalam tatapan mata pria itu.
Apa ini? Kenapa tatapan pria ini seperti itu? Sorot matanya terlihat kosong dan terlihat bingung. Dan lagi ekpresi wajahnya terlihat seperti orang.... bodoh.
Melihat pria itu diam saja, Sheryn kembali bertanya, "Tuan, apa kau baik-baik saja?"
Pria itu masih menatap Sheryn dengan tenang tanpa menjawab satu pun peetanyaannya. "Siapa namamu?" tanya Sheryn lagi.
Pria itu masih bungkam, beberapa detik kemudian dia berkata, "Melvin."
Sheryn menghela napas tanpa sadar ketika mendengar pria untuk menjawab pertanyaannya. Tadinya dia pikir pria itu mungkin tidak bisa bicara saat melihat pria itu sedari tadi hanya diam ketika dia mengajukan beberapa pertanyaan.
"Baiklah, tuan Melvin, apa kau memiliki nomor ponsel keluargamu? Aku akan menghubungi mereka agar datang menjemputmu."
__ADS_1
Saat dia menemukan pria itu di pinggir jalan, dia sempat memeriska tubuh pria itu untuk mencari kartu identitasnya, tetapi tidak menemukan apapun, bahkan dia tidak memiliki ponsel. Sheryn sempat merasa heran, bagaimana pria dewasa tidak membawa kartu identitas sama sekali di tubuhnya.
Melvin tidak menjawap pertanyaan Sheryn, melainkan terus menatap ke arahnya. "Apa kau tidak tahu nomor ponsel keluargamu?" tanya Sheryn lagi dengan wajah bingung.
Melvin dengan tenang menggelengkan kepalanya. "Lalu di rumahmu? Aku akan mengantarkanmu pulang."
Melvin kembali menggeleng dan itu membuat Sheryn seketika mengeryit. "Kau tidak memiliki keluarga atau kau tidak tahu di mana rumahmu?"
Melvin kembali menggeleng, Sheryn terlihat menjadi semakin bingung. "Siapa nama keluargamu?" Sheryn terlihat masih belum menyerah untuk mengorek informasi pria itu.
"Tidak tahu," jawab Melvin dengan ekpresi bodohnya.
Apa kepalanya terbentur saat dia pingsan sehingga membuat dia amnesia dan melupakan jati dirinya? Tapi ekpresi wajahnya sangat aneh....
"Kau tunggu di sini. Jangan ke mana-mana."
Sheryn berbalik lalu melangkah pergi. Dia ingin mencari dokter yang menangani Mevin tadi untuk memintanya melakukan pemeriksaan lagi karena dia merasa ada yang janggal dalam diri Melvin.
Bersambung....
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Cuplikan Bab untuk novel yang berjudul "Istri Untuk Sean.
Pagi harinya saat terbangun, Claire sangat terkejut saat melihat dirinya berada di ruangan asing bersama dengan seorang pria di sebelahnya. Dia lebih terkejut lagi saat melihat dia mengenakan baju kemeja putih milik seorang pria yang dia yakini adalah milik pria yang sedang tidur di sampingnya.
Dia berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi semalam dengan dirinya dan pria itu, tetapi dia tidak bisa mengingat satupun kecuali saat dia mabuk, menabrak seseorang lalu masuk bersama dengan pria itu ke hotel.
Mata Claire terbelalak dan bersamaan dengan itu dia menutup mulutnya yang terbuka lebar saat satu bayangan melintas. Bayangan saat dia mencium pria itu. Matanya kemudian menoleh pada pria di sebelahnya yang sedang bertelanjang dada.
Claire menepuk jidatnya berkali-kali sambil merutuki kebodohannya. Dengan gerakan sangat pelan, dia turun dari tempat tidur dan mengambil tasnya. Dia berniat untuk pergi sebelum pria itu bangun, tapi kemudian dia menyadari penampilannya yang hanya mengenakan kemeja pria. Seketika dia berpikir sejenak.
Dia mencari sesuatu, setelah itu mengambilnya. Ada kacamata hitam di atas nakas dan ada jas pria itu di dekatnya. Setelah mengambilnya, Claire menuliskan sesuatu di kertas yang ada di atas nakas. "Aku pinjam baju, jas, dan kacamatamu. Aku akan mengembalikannya nanti."
Selesai menulis, Claire memakai kacamata dan jas tersebut setelah itu keluar dari kamar Sean. Saat berada di dalam lift, Claire menelpon seseorang.
__ADS_1
"Ayah, aku menyetujui perjodohan tersebut, tapi dengan syarat, sembunyikan identitasku yang asli. Berikan aku indentitas baru sebagai gadis desa yang miskin."
Setelah mendengar jawaban dari ayahnya, dia kemudian berbicara lagi, "Aku akan berangkat seminggu lagi setelah urusanku di sini selesai. Aku akan ke suatu tempat lebih dulu. Berikan saja alamat rumah mereka. Aku sendiri yang akan ke sana untuk melihat bagaimana keluarga mereka."