Goresan Luka di Hati Fiona

Goresan Luka di Hati Fiona
Kenyataan Yang Sebenarnya.


__ADS_3

Sarah membuka pintu rumahnya dan terkejut ketika melihat di sepanjang jalan depan rumahnya ada banyak barisan mobil yang terparkir disertai dengan sekolompok pria berbadan tegap dan berpakaian serba hitam berdiri di belakang Steven dan Erick.


Sarah mengedarkan pandangannya ke seluruh area depan rumahnya yang sudah dipenuhi oleh orang-orang Steven, setelah itu dia melangkah mendekati Steven sambil tertawa sinis. "Kenapa kau membawa banyak sekali orang ke sini? Apa kau berniat mengobrak-abrik rumahku?"


Steven menatap Sarah dengan wajah datar. "Aku ke sini bukan untuk berbasa-basi denganmu. Di mana Fiona?"


Sarah melipat kedua tangannya di depan dadanya. "Fiona?" ucap Sarah dengan nada mengejek. "Dia tidak mau bertemu denganmu," ucap Sarah acuh.


Sorot mata Steven berubah menjadi dingin. "Kau pikir aku tidak tahu kalau kau sengaja mengurung Fiona agar aku tidak bisa bertemu dengannya."


"Itu memang keinginan Fiona. Dia bilang sudah tidak ingin menjalin hubungan denganmu lagi karena sudah muak denganmu. Dia sudah memutuskan untuk menikah dengan Leon."


Rahang Steven mengeras, dia menggertakkan giginya dan menatap tatapan tajam pada Sarah. "Jangan pernah bermain-main denganku. Fiona tidak mungkin mau menikah dengan pria itu karena dia tidak mencintainya." Steven terlihat tidak percaya begitu saja dengan ucapan Sarah.


"Kalau kau tidak percaya lihat saja nanti, lihat dengan mata kepalamu sendiri ketika dia menikah dengan Leon," ucap Sarah dengan wajah angkuh.


"Aku tidak akan percaya sebelum mendengarnya langsung dari mulut Fiona. Lebih baik kau bawa Fiona ke sini sebelum kesabaranku habis," ancam Steven dengan sorot mata tajam.


"Kau tidak bisa bertemu dengannya. Ini adalah kediamanku. Di sini, aturanku lah yang berlaku," ucap Sarah dengan sombong sambil menatap remeh Steven.


Steven terlihat mulai hilang kesabaran. "Atas dasar apa kau melarangku untuk bertemu dengannya?"


"Tentu saja karena aku ibunya. Aku berhak untuk mengatur hidup Fiona."


Steven berdecih. "Kau pikir aku tidak tahu kalau kau bukan ibu kandung Fiona? Bukankah sudah pernah aku bilang kalau aku tahu siapa kau sebenarnya."


Kali ini, Sarah langsung terdiam dan matanya membelalak. Dia cukup terkejut karena Steven mengetahui hal itu. "Apa kau sedang mabuk? Kau datang ke sini hanya untuk meracau tidak jelas." Sarah tentu saja tidak mau mengaku begitu saja. Dia berusaha untuk mengelabui Steven.


"Apa perlu aku berikan bukti bahwa kau bukanlah ibu kandung Fiona?"

__ADS_1


Sarah terlihat terkejut. Dia tidak pernah menduga kalau Steven bisa memiliki bukti kalau Fiona bukanlah anak kandungnya.


Steven menoleh ke belakang. "Rick, berikan buktinya."


Erick mengangguk lalu menyerahkan kertas pada Sarah. "Bagaimana bisa kau memiliki bukti ini?" Sarah terlihat tercengang.


Steven menyeringai. "Itu belum ada apa-apanya. Aku tahu semua rahasia yang selama ini kau simpan rapat dari mendiang suamimu."


"Apa maksudmu?" tanya Sarah dengan wajah heran.


"Cindy, bukanlah anak dari tuan Halim, tapi dia adalah anak dari pria lain. Tepatnya anak dari tuan Sandi, pria yang pernah menyukaimu."


Mata Sarah langsung terbelalak dan tubuhnya gemetar. "Kau jangan bicara sembarang. Cindy adalah anak dari suamiku. Jangan berani memfitnahku, kalau tidak, aku bisa melaporkanmu."


"Apa kau pikir aku ke sini hanya untuk mengatakan omong kosong belaka? Aku memiliki bukti tes DNA yang menunjukkan kalau Cindy bukanlah anak tuan Halim." Steven menoleh pada Erick dan tanpa diperintah lagi, Erick maju dan memberikan hasil tes DNA tersebut kepada Sarah.


Sarah meraih kertas itu dengan cepat. "Ini, bagaimana bisa melakukan tes DNA ini?" Tangan Sarah gemetar setelah membaca hasil tes DNA itu.


"Apa..?? Suamiku yang melakukannya? Tapi, bagaimana bisa?" Sarah menatap dengan ekpresi terkejut sekaligus tidak percaya pada Steven.


"Benar, dia mengetahui kalau Cindy bukanlah anaknya. Kau pasti bertanya, kenapa suamimu hanya diam saja justru dia menyembuyikan ini dan tidak mempertanyakannya padamu?"


Steven tersenyum sinis. "Ada dua hal yang membuat tuan Halim mau menerimamu kembali dan memaafkanmu." Steven menjeda ucapanya sejenak. "Pertama karena dia menganggap mungkin itu karma yang dia harus terima karena sudah menghianati ibu Fiona dan yang kedua karena dia ingin Fiona mendapatkan kasih sayang yang utuh dengan menjadikannya anak kalian, sebagai penebus kesalahannya terhadap ibu Fiona," ungkap Steven.


Cecilia, Ibu kandung Fiona dulunya adalah kekasih Halim. Sementara Sarah adalah sahabat dari ibu kandung Fiona. Sarah hanya bisa menyukai Halim secara diam-diam karena saat itu, Halim dan Cecilia sudah menjalin hubungan yang cukup lama. Menjelang hari pernikahan, Sarah justru menjebak Halim hingga pernikahan Cecilia dan Halim batal dan berakhir menikah dengan Sarah.


"Dia rela memaafkanmu demi Fiona. Demi ada yang merawat dan membesarkannya, dia rela memaafkanmu dan mencoba menerima Cindy seperti anaknya sendiri karena dia berpikir kalau kau akan menyayangi Fiona seperti anakmu sendiri kalau dia melakukan hal yang sama pada Cindy. Suamimu ingin Fiona mendapatkan kasih sayang yang utuh, tapi ternyata kau tidak pernah menyayanginya. Itulah sebabnya kenapa tuan Halim lebih menyayangi Fiona karena dia tahu kalau kau sebenarnya tidak pernah bisa menerimanya dan menyayanginya."


Steven menatap Sarah dengan wajah santai. "Kau pasti tidak menyangka kalau ternyata selama ini tuan Halim tahu yang sebenarnya, bukan?"

__ADS_1


"Dia juga menghianatiku dengan berselingkuh dengan Ibu Fiona jadi wajar saja dia memaafkan aku karena dia juga malakukan hal sama seperti yang aku lakukan." Sarah terlihat tidak merasa bersalah sedikit pun.


"Kau salah, tuan Halim tidak pernah berselingkuh di belakangmu. Satu-satunya kesalahannya adalah karena dia terlalu bodoh karena bisa jatuh kejebakan wanita ular sepertimu."


"Kaaauuu... Berani sekali berkata seperti itu padaku!" ujar Sarah dengan wajah marah.


"Aku berkata yang sebenarnya. Kau berpura-pura menjadi sahabat baik lalu merebut calon suami sahabatmu sendiri dan menjebaknya. Kalau bukan wanita ular lalu apa sebutannya?" Steven terlihat sangat tenang menghadapi Sarah.


"Itu salah Cecil sendiri, kenapa dia menjalin hubungan dengan pria yang aku sukai."


Steven mencibir. "Kau bahkan tidak merasa bersalah sama sekali sudah merebut calon suami sahabatmu sendiri."


"Bukankah dia juga menghianatiku. Dia berselingkuh dan hamil anak Halim di saat kami sudah menikah. Bukankah dia lebih busuk dariku?" ucap Sarah dengan angkuh.


"Kau salah. Ibu Fiona tidak pernah berselingkuh dengan suamimu."


"Kau pikir aku bodoh. Halim datang dengan membawa bayi yang baru lahir dan mengatakan kalau itu adalah anak Cecil dan memintaku merawatnya sebab dia sudah tidak memiliki ibu karena Cecil meninggal setelah melahirkannya."


"Kau memang bodoh. Apa tuan Halim pernah mengklaim Fiona sebagai anak kandungnya? Dia hanya mengatakan kalau itu anak nyonya Cecilia dan dia tidak pernah mengatakan kalau Itu adalah anak kandungnya. Kau sendirilah yang menciptakan pikiran tersebut. Lagi pula, apalah arti sebuah panggilan, kalau aku memanggil ibu, apa itu berarti aku adalah anak kandungmu?"


Ketika halim membawa pulang Fiona ke rumahnya, Halim hanya mengatakan Cecilia sudah meninggal dan itu adalah bayinya. Melihat Halim membawa Fiona pulang membuat Sarah marah dan langsung menuduh suaminya sudah berselingkuh sampai menghasilkan seorang anak.


Halim yang saat itu masih terpuruk dan sedih dengan kepergian Cecilia, tidak mengubris Sarah dan memilih untuk bungkam. Dia hanya mengatakan kalau Fiona akan menjadi bagian dari keluarga mereka. Jika Sarah tidak setuju, maka mereka terpaksa bercerai. Mau tidak mau, Sarah menerima Fiona dan merawatnya apalagi Halim menjanjikan memberikan semua harta yang dia miliki untuk Cindy dan Sarah. Meskipun menikah dengan Sarah, hanya ada Cecil dia hati Halim.


"Maksudmu, Fiona bukan anak Halim?" tanya Sarah dengan wajah terkejut.


Sarah memang tidak tahu kalau Fiona sebenarnya bukanlah anak halim. Halim sengaja menyembunyikan hal itu agar Sarah mau merawat dan membesarkan Fiona. Seandainya dia tahu itu, bukanlah anaknya, pasti Sarah tidak mau membesarkan dan merawatnya.


"Tentu saja bukan. Fiona adalah anak dari nyonya Cecilia dan mendiang suaminya jadi Fiona tidak memiliki hubungan darah dengan keluarga kalian."

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2