
Bersamamu adalah harapan hidupku
Di sisimu akan kuhabiskan waktuku
Sebab hatiku sudah merengkuh hatimu
Karena jiwaku bertaut pada jiwamu
Denganmu, aku akan menembus angkasa....
...
Sementara pesawat mulai naik, Melati menempelkan pipinya di kaca jendela. Dia memandang kota yang ditinggalkan semakin kecil, menjadi pulau yang makin kecil dan tertutup awan. Indah sekali pemandangan itu. Dia memperhatikan awan yang berjarak begitu dekat. Ah, rasanya dia menembus angkasa. Dengan Elvan di sisinya.
Elvan terus menggenggam tangannya. Sesekali Elvan mengecup kepalanya, bahunya, pipinya. Melati tidak menolak. Dia biarkan Elvan melakukannya. Selama ini Elvan sangat menjaga dirinya. Dia tidak sembarangan mencium dan melakukan hal yang tidak pantas. Sekarang Elvan adalah suaminya. Kapan saja dia ingin mencium Melati bukan hal yang parno lagi, kan?
"Kamu suka?" bisik Elvan.
Melati menoleh. Wajah Elvan dekat sekali dengannya. Senyumnya manis, banget. Melati mengangguk.
"Terima kasih ya, Mas... Sekali lagi aku mendapat kejutan darimu. Kau mengajak aku ke negri yang bahkan tidak terpikir aku akan ke sana," kata Melati.
"Tunggu sampai kita tiba di tujuan. Baru kamu boleh komen lagi." Elvan mengusap lembut rambut Melati.
Perjalanan panjang lebih 15 jam di udara akhirnya usai. Dari bandara di Auckland Elvan dan Melati ke hotel untuk istirahat. Karena mereka sampai menjelang sore, jadi mereka hanya rencana makan malam keluar di sekitar hotel.
Kota ini cukup besar tertata rapi. Dan yang penting karena penduduk tidak sebanyak di Indo, ga macet ke mana-mana, nyaman. Jalan berkeliling berdua melihat bangunan yang keren dan modern ternyata menyenangkan. Maureen menikmati malam pertama melihat kota yang asing baginya.
Makan malam mereka nikmati di sebuah resto yang cantik dan unik. Design interiornya paduan modern dan natural. Melati suka sekali. Menunya Melati hati-hati memilih takut ga cocok di lidahnya. Untungnya dia ga rewel soal makanan. Dia masih berani coba makan apa saja. Asal ga yang ekstrim banget.
"Lumayan dingin ya, Mel... balik, yuk.. pingin kehangatan ini..." Elvan memandang Melati. Dia mainkan matanya menggoda Melati. Melati memukul lengan Elvan pelan.
"Boleh, kan?" kata Elvan. Melati tersenyum malu.
Sampai jam 9 malam lewat Elvan dan Melati kembali ke hotel. Masuk ke kamar jantung Melati langsung bergemuruh. Elvan terus saja kasih kode kalau malam ini dia mau merengkuh utuh wanita yang dicintainya itu. Melati selalu merona kalau Elvan menggodanya.
"I love you, Mel..." Elvan menatap Melati. Dengan gaun tidur yang seksi di tubuh Melati, Elvan tidak bisa lagi menunda kerinduannya mendapat cinta sepenuhnya dari Melati.
Dengan jantung yang meronta, berdegup, bergejolak, Melati memberanikan diri melihat suaminya yang tampan mempesona. Elvan memeluk pinggang Melati. Melati membalas memeluk leher Elvan.
Lembut Elvan mulai mencium kening Melati. Turun ke mata, hidung, dan bibirnya. Kali ini Melati menyiapkan hatinya. Setiap sentuhan Elvan akan dia nikmati. Itu bukti cinta Elvan untuknya. Dan dia pun mau Elvan puas merasakan hangat cintanya.
Malam itu, tanpa ragu Melati melepaskan dirinya utuh buat Elvan. Pria luar biasa yang Tuhan kirim untuknya. Di sela pelukan dan dekapan Elvan yang penuh hasrat, air mata menitik di ujung mata Melati.
Air mata penuh syukur. Dia memberi diri pada pria yang dia cintai, masih suci, pertama kali dia lakukan dalam tirai pernikahan kudus. Begitu agung yang Tuhan ciptakan dalam hubungan satu pria dan satu wanita dalam sebuah pernikahan. Bersatu dalam cinta, menjadi satu daging, satu jiwa, tak terpisahkan hingga maut.
Dalam pelukan hangat Elvan yang tersenyum penuh cinta Melati tertidur. Hatinya membuncah dengan damai dan rasa sayang yang dalam. Dia eratkan pelukan Elvan dan memberanikan diri mencium Elvan.
Beberapa jam terlelap, Melati mendengar Elvan bicara lembut di telinganya.
"Sayang, kamu lelah?" Elvan masih memeluknya dengan posisi tidur.
"Hmmm..." ujar Melati. Dia merapatkan kepala di dada Elvan.
"Aku masih rindu..." bisik Elvan.
Melati menarik sedikit mundur kepalanya melihat Elvan, mengusap wajahnya dan tersenyum.
"Is it oke?" kata Elvan. Melati mengangguk.
Kembali hasrat cinta mereka tumpahkan. Sepertinya bait lagi The Power of Love mewakili apa yang Melati rasakan pagi itu...
*
The whispers in the morning
__ADS_1
Bisikan di pagi hari
Of lovers sleeping tight
dari kekasih yang terlelap
Are rolling like thunder now
bergulir bagai guntur sekarang
As I look in your eyes
saat aku melihat dalam matamu
I hold on to your body
Aku pegang tubuhmu
And feel each move you make
Dan merasakan setiap gerakan yang kau buat
Your voice is warm and tender
Suaramu hangat dan lembut
A love that I could not forsake
Sebuah cinta yang tak mungkin kutolak
'Cause I am your lady
Sebab akulah wanitamu
Dan kau lelakiku
Whenever you reach for me
Setiap kali kau menggapaiku
I'll do all that I can
Aku akan lakukan semua yang aku bisa
We're heading for something
Kita sedang menuju pada sesuatu
Somewhere I've never been
Suatu tempat yang aku belum pernah ada di sana
Sometimes I am frightened
Kadang aku merasa takut
But I'm ready to learn
Tapi aku siap untuk belajar
Of the power of love
akan kekuatan cinta
*
__ADS_1
Belajar mencintai, itu seumur hidup. Cinta fisiknya, cinta karakternya. Cinta kelebihan dan kekurangannya. Cinta semua yang ada padanya. Bukan sekedar cinta membara sesaat, tetapi komitmen dan ketetapan hati, akan tetap mencintai, apapun yang terjadi.
***
"Gimana, Mel?" Elvan merangkul Melati yang berdiri di sisinya. Mereka menatap laut di depan mereka. Sekarang mereka ada di Awhitu Peninsula. Tempat yang sungguh cantik. Dari menara ini dapat memandang padang luas dan laut lepas di kejauhan.
"Sayang... it is amazing...." ucap Melati. "Wonderful, incredible, don't know what to say...." Dia terpesona dengan indahnya alam di negri ini. Bukan hanya di satu tempat. Setiap tempat yang dia dan Elvan kunjungi sangat cantik. Pantai, danau, gunung, semua begitu indah. Jalan-jalan masih alami, karena rumah yang tidak padat. Malah di tempat tertentu jarang rumah penduduk. Banyak kuda-kuda yang berlarian di padang. Sapi-sapi yang yang digembalakan. Alam yang bebas dan aman.
"Apa surga seindah ini, ya?" bisik Melati.
"Tentu lebih indah. Tapi sekarang surgaku denganmu... menikmati kamu..." Elvan mencium pipi Melati.
Melati tersenyum lebar. Dia dekap Elvan dengan sayang. Setelah beberapa hari di sini, Melati merasa tidak canggung dan malu lagi saat bercinta dengan Elvan. Bahkan dia mulai suka dan menginginkan Elvan menyentuhnya lagi. Meski masih malu untuk memulai.
"Mau pulang cepat atau mau lebih lama di sini?" tanya Elvan.
"Andai bisa lebih lama. Betah banget di sini," jawab Melati.
"Ya... aku juga mau lebih lama." Elvan menggandeng Melati.
"Tapi hidup harus berlanjut. Kantor kamu sudah menunggu. Rumah Garuda sudah menunggu. Florian Park juga menunggu. Hmm..." kata Melati.
"Ga usah dipikir dulu... kalau sampai Malang saja dipikirkan. Aku mau pulang bawa hadiah besar untuk semua." Elvan menarik Melati dalam pelukannya.
"Hadiah besar?" Melati menatap Elvan.
Elvan memegang perut Melati. "Ini... ada kehidupan di sini. Yang kita bawa pulang. Yang akan meramaikan rumah kita, yang juga menunggu kita pulang."
Melati tersenyum.
"Kita ga usah nunda buat punya anak, kan?"
"Ga, Mas. Kapan pun Tuhan kasih aku siap."
"Terima kasih." Dikecupnya kening Melati lembut.
"Terimak asih karena mau jadi istriku, mau menerima cintaku," bisik Elvan.
"Love you so much..." kata Melati lembut. "Terima kasih karena memilihku. Terima kasih mau memberi aku cinta luar biasa. Aku mau tetap seperti ini."
Lebih erat Elvan memeluk Melati dan mengecupnya.
Senja mulai turun. Keduanya masih di tepi pantai, di Waiheke Island. Menikmati langit yang makin merah.
.
.
.
Sejatinya setiap kehidupan memiliki makna dan tujuan masing-masing. Dari mana asal kita, dari keluarga bagaimana, semua bukan kebetulan dan Tuhan tidak salah menaruh kita di sana. Dia punya rencana indah di dalamnya.
Keluarga adalah ciptaan Sang Ilahi. Dia yang menjadikan keluarga di antara seorang pria dan seorang wanita, untuk melahirkan generasi hebat yang akan menghiasi bumi dengan cinta kasih.
Cinta dan kasih yang mengalir dalam diri semestinya dibagikan kepada yang lain, bukan untuk diri sendiri. Cinta kasih yang lahir dari hati yang putih. Seputih dan seharum melati.
TAMAT 🌷❤
.
.
.
Trimakasih banyak buat yang sudah baca. Beri komen, vote, like, masukan ya... biar karya ke depan bisa lebih bagus... 😊🙏❤❤
__ADS_1