
Sudah dua divisi yang Melati geluti selama magang. Bagaimana menyiapkan penayangan talkshow live dan siaran tunda atau yang terjadwal. Harus selalu up to date yang disajikan. Bintang tamu mesti menarik, jangan meleset jadwal. Kontak terus dengan narasumber dan bintang tamu yang akan tampil di waktu yang cukup dekat. Wardrobe, setting lokasi, tema dan alur segmen, kamera, script, musik, dan plan B serta apa saja yang dipersiapkan untuk acara sekaligus antisipasi jika ada situasi darurat terjadi. Tidak sesimple dan segampang yang nampak di layar kaca.
Sama halnya dengan program news. Semua info yang ditayangkan harus yang terkini dan terpercaya. Jadi para wartawan dan reporter harus kerja keras untuk dapat berita dengan cepat dan melaporkan cepat pula. Para pembawa berita juga jelas harus cerdas, percaya diri, dan tajam ketika menyampaikan info dan berita. Apapun itu. Berita ekonomi, pendidikan, politik, kriminal, seputar selebriti, dan yang lainnya.
Melati, Rino dan Sherly akhirnya dipisah. Masing-masing diberi tugas berbeda. Jelas sesuai kapasitasnya setelah hampir sebulan berkeliling dan mengenal macam-macam divisi yang ada.
Sampai pada tiga minggu terakhir Melati kembali diminta membantu di salah satu program talkshow yang tayang jam 6 hingga 8 malam. Ini salah satu program unggulan Sunny TV. Dan Krista penanggung jawab langsung acara ini. Dia selalu memastikan semua persiapan oke bahkan sampai jadwal dua minggu ke depan.
Saat makan siang biasanya Krista akan mengajak Melati ngobrol untuk evaluasi. Kadang dia lakukan dengan Rino atau Sherly, kadang juga diajak makan bareng, evaluasi bersama. Melati senang sekali dengan Krista. Kepemimpinannya boleh diacungi jempol jika dilihat dari usianya yang relatif mudah, masih 25-an.
"Nanti sore Melati masih bisa di sini, kan? Acara spesial malam ini. Bintang tamunya sedang ultah dan kru ingin kasih surprise," kata Krista.
"Iya, Mbak. Maunya sih sampai selesai. Bintang tamunya juga salah satu yang menginspirasi saya untuk mengejar cita-cita." Melati tersenyum. Bintang tamu kali ini Agatha Monita, artis papan atas, yang jarang bisa diundang di TV karena kesibukannya. Jadi momen ini langka buat Sunny TV. Dan pasti ditunggu-tunggu oleh pemirsa.
"Cita-cita? Kamu mau jadi penyanyi?" Krista memandang Melati.
"Ya, salah satu impianku, Mbak." Melati tersenyum lagi.
Krista langsung membuka HP dan mencari IG Melati. Lalu dia tersenyum lebar melihat itu. Jarang dia terus selebar ini.
"Woowww.... you are so great, Mel. Kamu punya talenta luar biasa di vokalmu," katanya sambil mengacungkan jempol ke arah Melati. Melati memang posting beberapa video pendek menyanyi beberapa lagu favoritnya.
"Masih belajar, kok..." Melati tersipu.
"Ya... dan pasti ada saatnya kesmpatan datang buat kamu membuktikan kemampuanmu." Lagi Krista tersenyum dan memberi semangat pada Melati. Melati mengangguk.
"Aku sedang mengamati Sisilia. Akhir-akhir ini dia sering terlambat. Aku rasa ada sesuatu dengannya," kata Krista. Dia membicarakan penyanyi untuk acara talkshow ini. Cantik dan suaranya cukup bagus memang.
"Jika begini terus aku terpaksa akan mengganti dia dengan penyanyi lain," lanjut Krista. "Ga bisa la terus ditolerir. Dia harus profesional."
"Mungkin memang ada keperluan, Mbak. Jadi ga bisa ditinggal. Datang ke sininya mepet jadinya." Melati berusaha meredakan Krista yang agak emosi
"Bisa jadi. Tapi sebelumnya dia bisa kerja bagus di sini. Kalau dia ada urusan lain harusnya tidak mengganggu pekerjaan yang lebih dulu dia sudah sepakat." Krista masih tidak lega. "Di sini kita juga ga terlalu kaku, bisa ijin jika ada perlu. Tapi masa hampir tiap kali acara ada saja alasan dia telat."
"Eh, iya sih, Mbak," ujar Melati pelan. Kalau Krista sudah marah bisa bahaya. Lebih baik diam aja hee...
Dan apa yang Krista pikirkan terjadi. Kali ini Sisilia terlambat lagi. Sepuluh menit acara sudah tayang dan live, dia belum muncul. Padahal setiap segmen mulai diawali lagu tema acara. Krista sudah pasang muka galak dan judesnya karena jengkel. Kru juga pada saling tanya, gimana ini. Nanti pas acara ultah bintang tamu juga mau dikasih surprise dengan lagunya yang paling booming. Bisa gawat!!
"Melati!" panggil Krista pada Melati yang berdiri dekat kru bagian mengatur segmen dan script. Pas lagi jeda iklan.
__ADS_1
"Iya, Mbak." Melati menoleh dan menjawab.
"Iku aku cepat," kata Krista. Segera Melati mengikuti Krista. Mereka ke ruang ganti dan make up. Krista memilih-milih pakaian yang ada di gantungan di pojok ruangan dekat tembok. Dia ambil blus merah maron cantik dengan celana panjang krem.
"Pakai ini. Kamu gantikan Sisilia. Waktumu lima menit harus siap di stage. Aku atur dengan host, musik dan lainnya." Krista menyerahkan kostum itu ke tangan Melati dan berjalan meninggalkan ruangan.
Melati kaget dan bingung. "Mbak... aku..."
"Tidak ada waktu berdebat, Mel. Acara ini dipertaruhkan. Yang lain aku urus belakangan," ujar Krista. "Ingat, lima menit waktumu bersiap." Krista melanjutkan langkahnya dan tidak menoleh lagi.
"Sudah, ayo cepat. Jangan buat Mbak Krista tambah marah." Mega yang tukang make up artis itu mendorong Melati untuk ganti baju.
Begitu selesai dengan kostum Mega menariknya susuk di kursi depan kaca. Mega langsung menata rambut Melati. Wajahnya sudah mulai diobok-obok sama Fito yang gemulai.
"Aduh, gimana ya, Mbak, Mas... aku grogi banget ini... Tiba-tiba saja dibawa ke sini tanpa penjelasan." Melati kelihatan gugup. Dia berusaha menenangkan hatinya.
"Santuy, Non... kita apal Mbak Krista. Kalau ga yahut, mana dia kasih apalagi dadakan gini... Dia tuh, paling tahu jaga kualitas yang dia tayangkan. Kamu uda cuap-cuap aja yang maksimal," kata Fito.
"Iya..." Melati berkata sedikit gemetar. Ini tubuh sudah panas dingin. Aduh... gimana nanti, ya...
Dan... lima menit selesai. Singkat, tapi hasilnya cetar! Kedua tukang make up ini memang dapat diandalkan. Wajah Melati kelihatan beda, segar, cantik.
"Cepat sana..." Mega mendorong Melati agar cepat keluar kamar dan balik ke stage.
"Tuhan, tolong aku.." doa Melati di hati. Dia pun menuju ke stage.
Pas dia naik stage, segmen berlanjut. Untung Melati sudah berulang kali ikut acara ini dan hafal lagu teman acara yang memang ga panjang juga. Leader tim musik kasih Melati semangat dengan acungan jempol dan senyum. Hm, menenangkan Melati betul. Apalagi waktu dia menghadap ke depan ke arah, dia lihat Krista memandang ke arahnya tersenyum dan mengangguk memberi dukungan. Kamu bisa, itu yang Melati tangkap.
Ya, sedikit demi sedikit rasa gugup dan tegang menghilang. Host acara, yang dikenal dengan Sandy itu, juga lucu, membawa suasana riang dan rileks. Perbincangan ringan tapi memuat pesan yang dalam.
Sampai acara kejutan ultah. Melati harus menyanyi lagu dari Agatha Monita sebelum kue tar akan dibawa keluar oleh tim kreatif. Untungnya Melati cukup menguasai lagunya. Wajah host dan Agatha terpana menatap Melati. Bahkan Krista yang sedari tadi agak tegang langsung tersenyum renyah, walau hanya senyum tipis.
Ketika lagu berhenti tepuk tangan membahana di studio. Seiring dengan kue tar dibawa masuk. Dan mereka menyanyikan Happy Birthday, lalu Agatha meniup lilin.
"Hei... surprise-nya bukan cuma tar, yaa..." ucap Agatha dengan wajah sumringah. "Tapi... laguku rasanya jadi baru lo... Ini yang nyanyi semacam cover dengan versi yang lebih menarik." Agatha memandang ke arah Melati dengan wajah ceria.
Mendengar itu tepuk tangan kembali gemuruh. Bahkan host juga cukup kaget dengan penyanyi yang baru hari ini.
"Agatha.. ini penyanyinya beda lo... bukan yang biasanya." Sandy menghentikan keriuhan tepuk tangan. "Serius.. apa karena tamu istimewa, yaa.."
__ADS_1
"Anak magang!" Salah satu kru di deretan kameramen nyeletuk.
"Oya? Anak Magang?" Sandy menatap Melati. Dada Melati sudah tidak karuan. Sudah panas-dingin tambah merah pipinya. "Coba ke sini dulu..." panggil Sandy.
Melati membelalak dan menunjuk dirinya? Maksudnya apa benar dia diminta maju ke panggung? Melati menoleh pada Krista. Krista mengangguk pada Melati memberi persetujuan. Melati pun maju ke panggung menghampiri Sandy dan Agatha. Sandy menyalami Melati dengan hangat sedang Agatha langsung memeluknya.
"Thank you. You made my song really great," sambut Agatha.
"Terima kasih..." ujar Melati.
"Siapa namamu?" tanya Sandy.
"Melati," jawab Melati pendek.
"Melati... bunga yang cantik dan harum.. lambang kesucian..." ujar Sandy.
"Kalau ini audisi, yaa... aku mau kasih YES!!" ucap Agatha. Membuat semua tergelak.
"Aku juga Yesss...." Sandy ikutan dan mengacungkan jempolnya. Melati hanya tersenyum. Ternyata di dekat mereka dia merasa nyaman. Mereka ramah sekali.
Sampai waktu jeda iklan baru Melati diminta balik ke tempatnya. Tim musik memberi selamat untuk Melati karena membuat bintang tamu puas hadir di acara ini. Melati lega sekali karena dia tidak mengecewakan Krista.
Ketika acara selesai semuanya bertepuk tangan, berpelukan, puas dan lega. Kru berdatangan menjabat tangan Melati dan mengucapkan selamat. Melati berulang kali mengucapkan terimakasih.
Melati mau mengganti kostumnya menuju ruang ganti. Di lorong tangannya ditarik seseorang. Melati kaget dan menoleh.
"Kamu itu cuma anak magang. Seharusnya tahu diri. Aku yang dikontrak jadi singer di sini. Dari mana asalmu? Mahasiswa mana kamu?" Ternyata Sisilia. Dia kelihatan sangat marah.
Melati kaget dengan ucapan Sisilia. Dia dari tadi juga tidak melihat Sisilia di studio. Kenapa bisa tiba-tiba datang dan melabraknya?
"Maaf, aku hanya diminta... karena Mbak Sisilia belum datang... sebenarnya..."
"Hei... kamu jangan cari alasan, yaa..." Tangan Sisilia sudah naik ke jidat Melati. Membuat Melati mundur dan merapat ke tembok.
"Bukan, Mbak... aku..."
"Kalau sampai ada apa-apa dengan kontrakku, aku cari kamu. Habis kamu. Tahu?" Jidat Melati ditekan. Melati memejamkan mata. Sebenarnya dia tidak takut ancaman Sisilia. Hanya dia ingat dia sedang magang. Bisa bahaya almamaternya kalau ada mahasiswa magang kena masalah.
"Maaf..." kata Melati lagi.
__ADS_1
Mata Sisilia masih melotot marah padanya.