Janda Tangguh

Janda Tangguh
Semakin akrab


__ADS_3

Pemandangan yang menakjubkan menyambut kedatangan Angga dan keluarga kecilnya. 


Ia sengaja datang ke tempat itu untuk mengetahui lebih dalam beberapa lokasi yang ada di sekitar pulau. 


Seorang pria gagah dengan setelan jas rapi menghampiri Angga yang masih menikmati panorama keindahan alam. 


''Selamat datang, Tuan Angga.'' Mengulurkan tangannya ke arah Angga. Memperkanlkan diri pada Ayu.


Angga menerima uluran tangan itu dan tersenyum. Menunjukkan kebahagiaan yang tiada tara.


''Saya sudah menyiapkan tempat yang spesial untuk Anda dan istri.'' Tersenyum ke arah Ayu yang nampak malu-malu.


Anak-anak langsung berlari menuju resort, sedangkan Ayu dan Angga bersama Ferdinan jalan-jalan di area wisata. 


''Sekarang sudah lumayan ramai, ya?'' tanya Angga melihat beberapa bangunan baru yang sudah siap dipakai. 


Ferdinan mengangguk setuju, ia pun melihat banyak perubahan tempat itu. Pulau yang semula tidak berpenghuni ini telah dikembangkan menjadi kawasan resort yang memiliki berbagai fasilitas eksklusif dan romantis.


Pulau cinta sering disebut sebagai Maldives Indonesia karena keindahannya, sehingga sesuai untuk tempat bulan madu. Fasilitas yang dikembangkan di pulau ini berupa eco resort yang merupakan resort pertama dan satu-satunya yang terdapat di wilayah tersebut. Menginap satu malam di tempat itu menjadi tiket masuk di pulau ini.


''Mari saya antarkan ke resort,'' ajak Ferdinan. 


Mereka melanjutkan penjelajahannya supaya tidak terlalu bingung saat keluar nanti. 


''Tim kami sengaja membentuk resort berupa cottage kayu yang beratapkan sirap dan jerami, karena ini akan membuat pengunjung seperti tinggal di pedesaan yang sangat alami," terang Ferdinan dengan jelas. 


''Di sini terdapat tiga varian cottage, yaitu cottage dengan luas 92 m2 yang terdiri satu kamar tidur, tipe kedua dengan luas 156 m2 yang terdiri dari 2 kamar tidur, dan cottage dengan luas 212 m2 yang terdiri dari 3 kamar tidur. Setiap jenis cottage dilengkapi dengan teras, ruang keluarga, dan kolam renang pribadi."


Angga manggut-manggut mengerti. Sepertinya menarik sekali untuk dikembangkan lebih luas. Meskipun membutuhkan biaya yang sangat besar ia pun antusias untuk terjun. 


''Untuk menikmati fasilitas di sini, pengunjung setidaknya perlu merogoh uang tiba setengah sampai lima juta per malam dan itu sudah termasuk biaya transportasi serta makan tiga kali.''


Angga mengangkat jempolnya. Selama ini ia sering berkunjung ke tempat wisata yang sudah terkenal diseluruh penjuru, namun karena kali ini memang ingin menghabiskan waktu berdua dengan Ayu, ia memilih tempat yang lumayan sepi dan tidak banyak pengunjung. 


''Menurut Anda apa yang paling menarik di tempat ini?'' tanya Angga penasaran. Selama ini ia hanya melihat dari internet dan juga rekan kerja, dan sekarang ingin mendengar langsung dari pawangnya. 

__ADS_1


''Pulau cinta memiliki pemandangan laut yang memukau. Anda dapat menikmati keindahan laut dengan menyusuri nya menggunakan perahu. Laut yang terhampar lepas sangat memanjakan mata, Tuan. Apalagi bersama istri tercinta. Untuk snorkeling, Anda dapat datang ke Teluk Tomini. Perairan di tempat tersebut memiliki kedalaman sekitar 2-3 meter. Dengan kedalaman tersebut dapat melihat pemandangan bawah laut.''


Ayu terdiam sembari mencerna setiap perkataan Ferdinan. 


''Terima kasih kalau gitu, seperti nya istri saya capek perjalanan, jadi kami mau istirahat dulu,'' pamit Angga menggunakan Ayu sebagai umpan.


Setelah Ferdinan menjauh, Ayu menepuk lengan Angga dengan pelan.


''Kenapa jadi aku?'' tanya nya cemberut.


Angga mengusap lengannya yang tidak terasa sakit sedikitpun. 


''Aku malu, Mas. Gak lihat tadi Tuan Ferdinan menertawakan ku.''


Angga mencubit pipi Ayu lalu menciumnya tanpa permisi dan itu sukses sang empu merona. Beruntung tidak ada orang yang melihatnya. 


''Kenapa harus malu, Sayang. Kita bukan penjahat maupun pencuri. Tenang saja.'' Menggandeng tangan sang istri menuju resort, menyusul anak-anak yang mungkin sudah tidur. 


''Apa kita akan melanjutkan nya sekarang atau menunggu nanti malam setelah dinner?'' bisik Angga mengedipkan dua matanya dengan cepat. 


''Terserah Mas saja, aku ikut,'' jawab Ayu pasrah. Sebab, tidak ada sesuatu yang paling membahagiakan suami selain memenuhi setiap permintaannya. Terutama di ranjang. 


Jika Ayu dan Angga sudah mulai menuai pundi-pundi kebahagiaan atas kesabaran mereka. Kini Ikram pun sudah mendapatkan petunjuk positif. 


Setelah perkenalan di acara pesta pernikahan Angga dan Ayu, ia dan Melati pun sudah lebih semakin dekat. Namun, mereka tetap berhati-hati, takut gagal seperti yang lalu. 


''Ibu sudah tidur?'' tanya Ikram pada Melati yang baru saja keluar dari kamar Bu Nanda. 


''Sudah, kebiasaan ibu memang selalu begitu, maklum sudah tua.'' Melati tersenyum kecil. 


Angga menyeruput kopi yang masih utuh. Menatap Melati yang sibuk memainkan ponselnya. 


''Lagi chattingan sama siapa sih?kayaknya seru banget?'' tanya Ikram menyelidik. 


''Ini dari mbak Ayu.'' Menunjuk gambar Ayu dan Angga yang tampak bahagia menikmati bulan madunya. 

__ADS_1


''Mereka bahagia ya, Mas? Aku gak nyangka lo, kalau mbak Ayu itu mantan istri kamu,'' ucap Melati sembari tersenyum. 


Meletakkan ponselnya saat melihat perubahan di wajah Ikram. 


''Maaf, Mas. Bukan maksudku menyinggung perasaan, Mas,'' ucap Melati merasa bersalah. 


Ikram menarik napas dalam-dalam. ''Gak papa, lagipula aku sudah menganggap Ayu seperti adikku sendiri. Aku dan dia berpisah semua karena kecerobohanku.'' Ikram mengingat saat ia memutuskan untuk memilih Rani. 


Melati menggeser duduknya lebih mendekat. 


''Itu hanya masa lalu. Jadi gak perlu dibahas. Semua orang punya masa lalu, begitu juga denganku. Tapi aku tak pernah mempermasalahkan itu.''


''Kamu kerja di mana?'' tanya Ikram mengalihkan pembicaraan. 


Tak ingin lagi membahas tentang masalah yang mungkin akan membuatnya tenggelam dalam penyesalan. 


''Aku bekerja di perusahaan milik ayah. Sebelum beliau meninggal, sempat berpesan padaku untuk tetap mengurusnya. Dulu pernah bangkrut karena ulah mantan suamiku, tapi Alhamdulillah sekarang bangkit lagi dan semua itu berkat bantuan dari semua saudara, termasuk kak Angga.''


"Suami mu__"


"Gak usah dibahas bikin aku gak mood. Bagiku dia sudah mati, pokoknya aku gak ingin melihat dia lagi, apalagi sampai berhubungan,'' tegas Melati. 


Rasa sakit memang tak hanya di rasakan Melati, namun semua orang terdekat. Menikah dengan pria bajingan seperti mantannya itu bagaikan mimpi buruk dan tidak ingin terulang lagi. 


''Maaf, aku gak tahu.'' 


''Kapan-kapan kita jalan yuk!'' ajak Ikram serius. 


Entah, tiga kali bertemu dia mulai merasa nyaman saat berada didekat wanita itu. 


''Boleh tapi jangan malam, karena ibu pasti nyariin.''


''Baiklah, itu gampang. Nanti aku cari waktu yang tepat.''


Ikram berdiri dati duduknya lalu keluar, diikuti Melati dari belakang. 

__ADS_1


''Aku pulang dulu, nanti kalau butuh apa-apa kamu telepon,'' suruh Ikram. 


Melati menjawab dengan anggukan. Melambaikan tangannya ke arah Ikram yang sudah masuk ke mobil. 


__ADS_2