Janda Tangguh

Janda Tangguh
Impian yang terwujud


__ADS_3

Semua yang diinginkan Ayu tercapai. Perjalanan hidup yang penuh lika liku membawanya dalam lembah kebahagiaan yang begitu tinggi. Anak-anak yang baik dan suami yang sholeh sudah cukup menyempurnakan hidupnya selama ini. Juga kehadiran bayi yang saat ini masih berada di kandungan, itulah yang membuat keluarganya sekian lengkap dan penuh warna. 


''Tapi mereka itu perlu di tes dulu, Mas. Serius atau tidak?'' Kakinya terus mengayun mengikuti langkah Angga. 


''Iya, akan ada yang membimbing mereka.'' Angga meraih pinggang ramping Ayu. Tanpa dukungan dari wanita itu, ia pun belum tentu se sukses seperti saat ini. 


''Aku gak nyangka bisa berjodoh denganmu, bahkan aku sempat berpikir akan menjanda seumur hidup. Bagiku semua laki-laki itu sama saja, mereka akan berpaling setelah mendapatkan yang menurutnya lebih baik dan sempurna. Tapi ternyata kamu tidak.


Angga tersenyum kecil. Mengangkat dagu Ayu. Menikmati setiap jengkal wajahnya yang begitu cantik. 


''Mana mungkin kamu akan janda seumur hidup. Sementara Allah menciptakan pasanganmu.'' Mencium punggung tangan Ayu hingga membuat sang empu malu. 


''Makasih, Mas. Kamu mau menerima aku apa adanya.'' Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Angga. 


''Maaf, Pak. Saya mengganggu.'' Suara Wendi mengejutkan Ayu. Wanita itu segera menjauhkan kepala dari tempat ternyamannya. 


''Ada apa?'' tanya Angga serius. 

__ADS_1


''Tadi ada telpon dari pak komisaris bahwa Anda bisa menjemput Memet CS besok,'' lapor Wendi. Takut aksinya tadi salah.


''Baiklah, kamu kerjakan yang lainnya, hari ini jangan ganggu saya.'' Angga melihat wajah Ayu yang nampak merona. Ia paham apa yang dirasakan wanita itu, pasti malu saat kemesraan nya dilihat orang lain. 


Setelah Wendi keluar dari ruangan, Angga kembali memeluk Ayu dari belakang. Mereka melihat indahnya kota dengan bersamaan. 


''Aku tidak akan bermimpi lagi. Karena kamu sudah mewujudkan semuanya.'' Terdengar menyanjung di telinga Angga. 


Apa yang selama ini ia berikan bahkan belum seberapa dibanding pengorbanan Ayu yang bisa menjaga cintanya. Ya, cinta selama lima tahun harus terpisah kini disatukan secara. Semua itu tak luput dari sebuah kesetiaan. 


''Aku dukung,'' jawab Angga sambil tersenyum, karena ia pun ingin yang terbaik untuk semua nya.


Mereka bertemu dengan lima pengacara yang akan mengurus harta Ayu. Bukan tanpa alasan, Ayu memberikan seluruh harta warisan kepada tiga anaknya, namun ini pun saran dari Angga karena pria itu tak mau mencampur adukkan harta mereka. Terlebih, sekarang Ayu dan anak-anak adalah tanggung jawabnya. 


''Jadi ibu tidak mengambil sedikitpun dari semua harta itu?'' tanya pengacara Angga dengan serius. 


Ayu menatap Angga sekilas lalu kembali menatap pria yang ada di depannya. 

__ADS_1


''Tidak, Pak. Saya hanya akan mengelolanya sampai mereka bisa memegang sendiri,'' jawab Ayu. 


Pria itu manggut-manggut mengerti. 


''Setelah ini saya akan menulis seperti cita-cita saya dulu,'' imbuhnya membuat orang-orang kagum.


Mereka semua tersenyum dan mengangkat jempol. Bangga dengan Ayu yang rela melepas seluruh hartanya untuk anak-anak, dan akan ikut dengan suaminya. 


Bu Winda pun kini lega melihat putra tercinta bahagia dengan wanita pilihan nya yang sempat ditentang olehnya.


''Terima kasih, Sayang,'' ucap Angga bahagia karena Ayu memenuhi permintaannya. 


''Semua yang kamu perintahkan akan aku lakukan selama itu tidak melanggar syariat islam, Mas. Aku mencintai mu seperti aku sayang sama anak-anak.''


Terima kasih Ya Allah, Engkau telah menciptakan wanita yang begitu sempurna untukku.


Tammat 

__ADS_1


__ADS_2