Janda Tangguh

Janda Tangguh
Pengumuman


__ADS_3

Terima kasih untuk semuanya yang sudah mendukung novel berjudul Janda Tangguh. Selamat tahun baru, semoga di tahun ini kita lebih sukses dan bisa mencapai apa yang dicita-citakan.


Semoga harapan-harapan baru bisa terwujud sesuai ekspektasi kalian. Apa yang diinginkan di tahun 2022 semoga bisa terkabul di tahun ini.


Sebenarnya banyak yang ingin Author sampaikan, tapi sayang sekali tempat untuk menulis memang sangat terbatas hingga hanya bisa menyampaikan beberapa kalimat saja. Mudah-mudahan kita semua diberikan rejeki yang banyak, tidak hanya dalam segi materi namun juga kesehatan dan juga keimanan.


Sekali lagi terima kasih untuk readers tercinta. Kalian terhebat. Terima kasih kritik dsn saran serta komentarnya. Baik buruk tetap Author terima.


Kita akan beralih pada novel yang berjudul Bukan wanita simpanan. Tetap karya Author Nadziroh. Semoga kalian suka.


Spill deskripsi nya.


Demi membalas budi pada keluarga majikan, paman dan bibi Ainaya mengorbankannya untuk menjadi istri siri Haris Mahendra. Satu-satunya ahli waris marga Mahendra.


Pernikahan itu bukan untuk selamanya, melainkan untuk sementara. Setelah Ainaya melahirkan anak, maka status sebagai istri dari Haris akan lepas.


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Apakah Ainaya mampu memikat seorang Haris untuk menjadi suami yang sesungguhnya. ataukah dia memilih pergi karena tak ada cinta antara mereka berdua?

__ADS_1


Lalu, apa penyebab Jihan, istri pertama Haris tak bisa memiliki anak?


Bab 1. Perjodohan


"Apa Bapak yakin Ainaya mau menikah dengan Haris?" Bibi duduk di samping paman yang sibuk membaca dokumen di tangannya.


"Mau gak mau pokoknya pernikahan ini harus tetap dilangsungkan karena aku sudah janji pada dia," jawab paman menegaskan.


Wanita paruh baya itu memilih mengikuti rencana suaminya daripada harus kehilangan pekerjaan. Terlebih, Haris Mahendra adalah orang yang pernah berjasa besar di keluarganya.


Ainaya yang dari tadi menguping dibalik pintu utama itu meneteskan air mata mendengar percakapan antara paman dan bibi. Dadanya terasa sesak hingga harus mensuplai oksigen untuk bernapas.


"Aku gak boleh diam saja."


Ainaya mengusap air matanya. Mengumpulkan seluruh keberaniannya untuk membela diri. Bagaimanapun juga ia harus angkat bicara demi masa depannya.


"Maaf, Paman. Tapi aku gak mau dijodohkan," ucap Ainaya dari ambang pintu.


Paman dan bibi beranjak dari duduknya. Wajah mereka mendadak pias mendengar ucapan Ainaya yang berbanding balik dengan keinginannya.

__ADS_1


Paman mendekati Ainaya, sedangkan bibi tetap berdiri di tempatnya. Meskipun begitu, ia mendukung penuh apa yang dilakukan suaminya.


Gadis cantik bermata coklat dan memiliki rambut hitam pekat sebahu serta hidung mancung itu menundukkan kepala. Takut melihat tatapan tajam sang paman.


"Sejak kapan kamu berani melawan permintaanku, hah?" bentak paman dengan suara lantang.


Ainaya meremas ujung baju. Seluruh tubuhnya gemetar melihat amukan sang paman. Sedikitpun tak berani untuk membantah, apalagi melawan.


Bibi yang berdiri tak jauh dari mereka pun tak membelanya. Justru wanita itu terus mendorong suaminya.


"Sekarang masuk! Dandan yang cantik, sebentar lagi Haris ke sini."


Paman meninggalkan Ainaya yang masih sesenggukan.


Pintu kamar tertutup rapat. Kini hanya ada Ainaya dan bibi di ruangan sempit itu. Gadis yang masih memakai seragam kantor itu berlari kecil menghampiri bibi.


"Aku mohon, Bi. Batalkan perjodohan ini.''


Lanjutkan!

__ADS_1


__ADS_2