
"kamu memikirkan perasaan anakku tapi tidak denganku"
"aku tidak menyuruhmu untuk kembali lagi dengannya, aku juga mengerti bagaimana perasaanmu"
"Apa aku sangat egois? "
"Nggak, maksud aku jangan membatasi mereka untuk bertemu dengan Papanya, bagaimana pun juga mereka saling membutuhkan, jika kamu tidak yah itu hak kamu"
"Anggi, Apa kamu tidak kasihan dengan anakmu, apa lagi dengan Kenzo, Kau tau dia seperti itu karena kekurangan perhatian, makanya dia jarang bersosialisasi dengan orang banyak"
"aku memberikan dia kasih sayang sama seperti Kenzie"
"Kamu salah, Kenzo orang yang sangat sensitif makanya dia memilih diam, karena perhatianmu tidak seperti yang dia inginkan"
" maksud kamu apa sih aku tidak mengerti"
"aku pernah melihat kejadian seperti ini sebelumnya, lebih tepatnya temanku sendiri, kisahnya sama persis denganmu, Tapi setelah bertemu dengan Ayahnya dia berubah menjadi sosok yang sangat cerewet"
Anggi hanya tertegun melihat kenyataan yang memang benar apa yang Anggun katakan sangat benar, itu terjadi pada Kenzo langsung.
"apa aku jahat karena sudah memisahkan mereka" jelas Anggi
"kamu pikirkan saja yang terbaik untukmu, apapun pilihan mu aku akan mendukung setiap langkah yang kau ambil, karena menurutku kamu sudah bisa memilih mana yang terbaik untukmu dan kedua anakmu kelak" jawab Anggun dengan sangat bijak
"Haruskah aku melupakan semua perbuatannya padaku, lalu menerima dia kembali" tanya Anggi
"tidak semudah itu untuk melupakan kenangan pahit Anggi, tentu saja butuh waktu itupun belum tentu menjamin kau bisa melupakan seutuhnya pasti ada bekas yang masih tertanam"
"Kau benar, sampai saat ini aku belum bisa melupakan masa pahit itu, pikiranku selalu saja teringat setiap aku mendengar namanya"
"apa kau sudah tidak mencintainya lagi? " tanya Anggun
"entahlah sampai sekarang aku bingung dengan perasaanku, aku membencinya tapi saat pertama kali melihatnya lagi perasaanku masih sama seperti dulu, jadi tidak ada alasan untuk cinta padanya lagi " jawab Anggi enteng
"sepertinya kau masih menaruh perasaan padanya" tuduh Anggun
"mana mungkin bisa dikatakan seperti itu" Kesal Anggi atas tuduhan Anggun lalu beranjak pergi dari taman
"Jangan bohongin perasaan mu Anggi" teriak Anggun
"Terserah kamu aja, aku capek" jawabnya lalu menghilang dari penglihatan Anggun
"aku tidak berhasil membujuknya" ketikan pesan singkat yang Anggun kirimkan ke seseorang
...-------------------------...
2 bulan berlalu semenjak Anggi datang kembali ke tanah kelahirannya. sejak itu juga setiap seminggu sekali si kembar selalu berkunjung ke kantor Papanya.
Kenzo selalu merengek ingin bertemu dengan Rama, dengan cara dia merajuk dan memelas ke Mommy nya akhirnya Anggi mengijinkan walau itu sungguh sangat berat.
pikir Anggi, Rama juga berhak untuk bertemu dengan anaknya, awalnya Anggi marah besar akibat ulah Dion yang diam-diam tanpa sepengetahuan Anggi mengajak si kembar ke kantor Untuk ikut dengannya, ternyata dia membawanya ke Kantor Rama.
__ADS_1
Rama sangat senang saat berjumpa dengan anaknya, dia sangat bersyukur karena Dion masih berbelas kasih padanya. walaupun Anggi tidak ingin berjumpa dengannya, setidaknya dia mengijinkan anak-anaknya untuk mengenal Papa mereka.
"Daddy" teriak Kenzie yang melihat Dion turun dari mobilnya ingin masuk kerumah kediaman kakek
"Kenzie, Daddy kangen" ucap Dion seraya berjongkok menyetarakan badan mereka
"Daddy makin ganteng aja deh, Ehh ini kenapa ada Noda merah di leher Daddy" tanya Kenzie meraba bekas itu
"Oh bukan apa-apa, mungkin bekas gigitan nyamuk, gatal banget Kenzie, Daddy garuk makanya merah begini" jawab Dion mencari alasan bahkan matanya tidak berani menatap Kenzie
"Bohong" kata Kenzie menelisik gerak gerik Daddy nya
"bisa berdosa mata anak aku, gara-gara Kamu Dion" batin Anggi melihat interaksi kedua lelaki itu
"Ehmm, Kenzie Kamu ngga pernah liat nyamuk raksasa yah" celetuk Anggi membuyarkan pikiran Kenzie yang sedang berpikir keras
"Ngga My" balas Kenzie
"Tanya aja Daddy kamu, Mungkin Nyamuknya sebesar orang dewasa" singgung Anggi yang menahan tawanya karena ledekannya ke Dion
"katanya jangan mengajarkan anaknya yang aneh, malah dia yang ngasih contoh yang ngga baik" cerca Dion pelan sangat pelan sampai Anggi hanya mengernyit melihat Dion seperti mengucap mantra
"Makanya jangan ninggalin jejak kalau ngga mau di kasih pertanyaan, tau sendiri kan ajaran kamu ke Kenzie, hasilnya dia nanya terus sampai ke akarnya.
" Gimana, udah siap ke kantor Papa" tanya Kenzie mengalihkan pembicaraan
"Siap Daddy" semangat Kenzie
"Dia di kamar sama kak Aurel"
"ngapain"
Kenzie hanya mengangkat bahunya tidak tahu, pasalnya dia tidak suka dengan aktivitas mereka yang hanya duduk membaca buku
"yah udah, kamu panggil Kenzo di kamar, Daddy tunggu di ruang tamu"
"Oke Daddy"
"mereka ngapain aja di kantor Rama, kayaknya mereka sangat antusias setiap pergi" tanya Anggi penasaran
"Kepo banget sih, kalo penasaran kamu aja yang ngantar"
sarkas Dion meledek Anggi juga
"Buat apa, hanya untuk melihat mereka bermain, kurang kerjaan banget"
"ngga usah munafik deh, bilang aja kamu kangen sama Rama"
Anggi hanya memutar matanya malas mendengar perkataan Dion, bisa bisanya Dion mengatakan aku kangen dengan Rama, jika iya sudah lama aku menemuinya.
"ngga" kata Anggi
__ADS_1
"Gengsi kok dipelihara" ledek Dion
"terserah" malas Anggi pergi ninggalin Dion
"Heyy, kamu marah, cuma bercanda Anggi" teriak Dion
"Bodo amat" kesalnya
Kenzie dan Kenzo datang dari arah kamarnya, menuruni tangga berpapasan dengan Mommy nya.
"Mommy, pergi dulu yah" ucap Kenzie semangat
"Hati-hati yah" balas Anggi
"ya ampun anak-anakku semangat banget mau ketemu Papanya" batin Anggi
"bilangin sama Mommy kamu, ngga mau ikut" bisik Dion ke Kenzie yang masih bisa di dengar Anggi
"Dion, jangan aneh-aneh" ucap Anggi menatap tajam Dion
"Mommy, ngga mau ikut bareng kita" seru Kenzo yang sedari tadi hanya diam namun kali ini dia mengeluarkan ucapannya
"ngga, lain kali aja yah" tolak Anggi secara lembut, lalu menatap Dion
"kayak nya aku salah lagi ini" batin Dion menyesal dengan ucapannya tadi
"Anak-anak ayo berangkat" kata Dion menggapai tangan si kembar
"Ayo Daddy" ucap Kenzie sangat semangat
Dion berbalik menghadap Anggi, membisikkan sesuatu di telinga Anggi
"Yakin, tidak ingin ikut" ledek Dion
sesuai dugaan, kepalan tangan Anggi sukses mendarat di lengan Dion cukup keras, sedari tadi Anggi sudah kesal karena melihat Dion yang selalu saja mengatakan kalau dia kangen, ditambah kalimatnya yang terakhir, Anggi sudah tidak tahan dengan ejekan Dion.
"auwwww" rintih Dion mengusap kasar lengannya bekas pukulan Anggi yang cukup keras
"mau lagi, sini mendekat padaku" kesal Anggi
"Ampun" kata Dion sambil menempelkan kedua telapak tangannya memohon
"Mommy jangan pukul Daddy dong, kan lengannya jadi sakit" Lerai Kenzie melihat perdebatan tadi
"biarin aja, siapa suruh buat Mommy kesal" jelas Anggi
"Daddy emang suka cari gara-gara, udah tau kalau Mommy kesal tanduknya pasti jadi 3" ucap Kenzie
Anggi membulatkan matanya mendengar ucapan Kenzie
"Kamu ngatain Mommy yah, Kenzie" Teriak Anggi yang sangat empu sudah berlari menuju mobil takut Mommy nya tambah kesal
__ADS_1
Bersambung....