Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
kosong


__ADS_3

hari ini Rama berniat pulang ke rumahnya, mulai kemarin rasa khawatir terus saja menghantuinya, sosok wanita yang tidak pernah dia lupakan, menjadi alasan dia tidak bisa tidur semalaman.


Keadaan Viona juga sudah mendingan, meninggalkannya sebentar mungkin tidak apa-apa, kali ini Rama meminta bantuan Dion untuk menjaga Viona sementara dia pergi melihat keadaan Anggi.


"nomor yang Anda tuju sedang berada diluar jangkauan" sambungan dari operator jaringan


"Dion itu kemana sih, kenapa ponselnya tidak aktif, sejak 5 hari ini dia tidak pernah mengangkat telponku" gerutu Rama


"sayang, kamu kenapa" ucap Viona yang masih setia di tempat tidur


" ngga, aku ada urusan di kantor, tapi ngga bisa ninggalin kamu di rumah sendirian" bohongnya


"kamu lagi mau ketemu dengan Anggi kan, bilang aja" Curiga Viona yang tepat sasaran.


"kamu itu kenapa menuduh aku, kamu mau ngga makan gara-gara aku ngga kerja" celoteh Rama


"yah udah, kalau urusan kantor aku ijinin, tapi kalau mau ketemu Anggi, ngga boleh"


"dia istri aku juga, wajar aja kalau aku ketemu" bentak Rama


"tapi aku hamil anak kamu, dan dia tidak"


"jaga omongan kamu Viona" ketus Rama


"kalau kamu ngga hamil anak aku, sudah lama aku ninggalin kamu" batin Rama


"sudahlah, aku tidak mau berdebat denganmu hanya karena hal sepele seperti ini" ucapnya lalu meninggalkan Viona


Rama melajukan mobilnya menuju rumah yang cukup lama dia tinggali, dengan perasaan was-was takut Anggi tidak akan menyuruhnya masuk karena marah dengan apa yang di perbuat nya.


setelah sampai terlihat rumah yang sangat sepi tak berpenghuni sama seperti tahun tahun yang dia lewati, namun Rama tetap berjalan memasuki rumah itu, dia yakin Anggi di dalam karena mobil yang biasa dia pakai masih terparkir ditempatnya.


matanya menelisik keberbagai tempat namun belum menemukan sang empu yang di cari, pilihannya pada ruang yang selama ini menjadi saksi bisu kedekatannya disaat malam tiba yaitu kamar tidur mereka.


"berantakan" situasi yang Rama tangkap dari sorot matanya


"Anggi tidak disini" batinnya


"Anggi" Panggil Rama


sekitar beberapa menit Rama menyusuri beberapa ruang rumahnya namun tidak menemukan Anggi.

__ADS_1


"apa benar kau ingin meninggalkanku" gumamnya


Rama mulai masuk kembali ke kamar, pikirannya mulai memikirkan hal yang baru saja di gumamkan dia menatap lekat benda segi empat berbahan kayu dengan beberapa pintu disana lalu membuka dengan kasar lemari pakaian mereka, seketika matanya melongo tidak menemukan sebagian barang Anggi


Rama merosot kan tubuhnya bersandar di tembok menyesali kelakuan bodohnya selama ini


kenangannya bersama Anggi kini terlintas, memutar kejadian indah disaat pertama kali memasuki rumah ini, kehadiran kakeknya saat itu membuatnya dirinya menyadari dia telah jatuh cinta padanya.


tapi sekarang Anggi tidak disini, kemana dia harus mencarinya, menelpon sahabatnya serasa tidak ada gunanya, karena mereka sangat marah dan benci padanya, Rama sadar dirinya salah tidak mungkin mereka akan memberi tahu keberadaan Anggi.


Rama keluar menuju tempat tidurnya, selama ini dia merindukan tempat ternyaman jika merasa lelah, dengan keberadaan Anggi disampingnya serasa lelahnya itu hilang setelah beraktivitas di kantor bagaikan obat penghilang rasa lelah, itu yang selama ini Rama rasakan.


"kosong" perasaan Rama


seketika matanya membulat saat melirik samping tubuhnya melihat ada amplop di atas nakas yang bertuliskan namanya, Rama yakin surat ini dikhususkan untuknya


dengan penasaran dia langsung membuka isinya. terdapat sebuah kertas dan benda keras kecil berbentuk lingkaran dengan berlian diatasnya, cincin pernikahan mereka.


deggg


serasa tertusuk beribu benda tajam di dadanya, sesak sangat sesak hingga dia kesusahan bernafas.


'apakah sesakit ini di tinggalkan orang kita cintai'


'setelah melihat surat ini, aku yakin kau sudah melihat isi dari amplop ini, tapi aku akan meyakinkan diriku pasti suatu saat kau akan melihatnya entah itu kapan, apakah setelah aku pergi bahkan bertahun tahun lamanya kau melihatnya, aku sengaja menyimpannya disini mengingat rumah ini tempatmu selalu pulang walaupun itu sudah larut malam, dan sekarang aku sadar alasanmu keluar kota dan larut malam semata-mata bukan karena kerjaan.


aku cuman mau mengatakan selamat karena kau berhasil membuatku kecewa, sakit hati dan bisa membuatku tidak cinta lagi padamu, semua perasaan suka, senang kini hanya berganti jadi kesedihan. dan Terima kasih atas luka yang sudah kau goreskan tepat direlung hatiku dan akan ku simpan dengan baik.


maaf, maaf, maaf karena aku hanya wanita yang bisa memuaskan nafsumu saja tanpa memberimu seorang anak.


mulai hari ini aku bersedia meninggalkan mu dan cincin yang kamu ikatkan di jari manisku kini aku serahkan padamu, karena bagiku hanya ada sepasang suami istri, aku tidak bisa berbagi suami dengan orang lain. jaga wanita yang sudah mengabulkan keinginanmu, selamat tinggal'


setelah membaca isi surat itu, matanya mulai memanas bahkan sudah berkaca-kaca sekali kedip saja, air matanya sudah jatuh, kata selamat tinggal sukses membuatnya menyesal seketika.


"aku belum mengatakan maaf dan menjelaskan semuanya padamu, tapi kau sudah mengatakan selamat tinggal padaku" Gerutu Rama


"Anggi kau pergi kemana" teriak Rama


disisi lain Anggi sudah berada ke tempat tujuannya, bersama Dion yang menenteng semua barang bawaannya.


"biar aku saja" ucap Anggi

__ADS_1


"tidak usah, kau istirahat saja selama perjalanan kau mengeluh sakit kan" jawab Dion


"baiklah" cuek Anggi seraya memasuki rumah baru yang akan menjadi tempat tinggalnya selama disini


tidak terlalu besar seperti rumah nya di Indonesia, namun terlihat begitu nyaman, pemandangannya juga membuat hatinya tenang.


"Ayo masuk" tegur Dion yang di ikuti oleh Anggi


"rumah ini punya dua kamar, satu untukku dan satu untukmu"


"ngga" tolak Anggi


"kenapa? " tanya Dion keterangan


"kamu cari rumah sendiri, apa kata orang jika kita serumah, mereka akan beranggapan kalau kamu itu suami aku"


"kita berbeda kamar Anggi, soal pikiran orang, kamu tidak usah memikirkannya, urus kesehatan kamu dulu dan anak yang kamu kandung"


"terserah kamu saja"


"kamu istirahat saja, aku akan mencari makanan dulu untukmu" kata Dion


"aku ikut" ucap Anggi memelas


Dion menghembus nafasnya kasar, kelakuan Anggi tidak bisa di tebak. namun Dion berusaha bersifat lembut agar Anggi tidak marah


"untuk apa kamu ikut, kamu istirahat saja"


"aku mau jalan-jalan"


"Anggi, kau itu belum bisa banyak bergerak, kamu mau.. " ucap Dion menekankan setiap perkataannya agar Anggi mengerti namun belum selesai dia mengakhiri kalimatnya Anggi sudah memotongnya


"cukup Dion, kenapa kamu selalu saja membahas soal kehilangan anak aku, aku tau itu, aku akan berhati-hati"


muak Anggi


" baguslah kalau kau mengerti, makanya kamu itu nurut demi kesehatan mu" kata Dion penuh perhatian


dengan langkah malas Anggi masuk ke kamar lalu mengunci pintunya, sentak Dion geleng-geleng kepala


"kenapa dia berubah jadi manja seperti itu, padahal selama ini dia bersikap dewasa"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2