
Anggun tidak bisa menahan ketakutannya, airmatanya sudah mengalir deras
"kumohon" ucap Anggun dengan suara tangisnya
Rama mendadak menghentikan mobilnya
Tak tahan mendengar suara tangisannya
Anggun mengatur nafasnya kasar, mengambil oksigen lalu mengeluarkan karbondioksida melalui hidungnya
Jantungnya berpacu dengan cepat, segera Anggun menetralkan kondisinya
"kenapa kau seperti ini" berbalik bertanya ke Rama
Rama diam menahan emosinya
"apa salah aku padamu, kau ingin membunuhku" teriak Anggun
"kamu bilang apa salahmu, kau salah Anggi" tersenyum remeh
"maksud kamu apa" tanya Anggun keheranan
"kamu belum mengerti juga"
"aku tidak mengerti maksud kamu apa"
"salahmu, kau hamil anak orang lain" bentak Rama
Anggun tertegun, seketika mengerti kemarahan Rama.
"kenapa kau hanya diam, tidak mau menjelaskan padaku"
"jawab aku Anggi"
"siapa anak didalam kandunganmu itu"
Anggun terheran mengapa Rama bisa menuduhnya seperti itu, Apa selama menikah mereka belum pernah melakukannya, Pantas saja Rama sangat marah.
Wajah Rama sudah berubah jadi merah padam
Tersulut emosi
"bisakah kamu tidak emosi dulu" kata Anggun
"aku akan menjelaskan semuanya"
Pikir Anggun akan memberi tahu Rama, jika Rama tidak tau yang sebenarnya, akan berdampak buruk bagi Anggi.
"maafkan aku Anggi, ini demi Rumah tangga kalian" gumam Anggun
Rama berusaha tenang, menunggu Anggun berbicara.
...-----------...
Sekembalinya Anggi dari toilet, dia menunggu beberapa saat,
"kenapa Anggun belum keluar juga"
Anggi segera bertanya ke perawat yang bertugas tadi
"Apa Ibu Anggi selesai di periksa"
"iya bu, sudah sekitar 20 menit yang lalu"
"oh gitu, terima kasih ya"
" lalu kemana Dia pergi, apa dia mencari ku juga, aku lupa memberi tahunya kalau aku ke kamar kecil tadi"
Anggi berjalan keluar menuju lobi Rumah sakit, berharap Anggun menunggunya di mobil
Samar samar Anggi mendengar cerita orang yang melewatinya.
"kalau aku jadi istrinya pasti udah pergi dari tadi, malah di tarik seperti orang bersalah saja, memangnya dia tidak senak kalau istrinya hamil"
Anggi menggelengkan kepalanya tak percaya, ibu ibu jaman sekarang sangat hebat dalam membicarakan orang lain
Anggi meraih ponselnya di dalam tas, menghubungi Anggun
Disatu sisi dering ponsel Anggun berbunyi, seketika Rama heran sejak kapan nada dering ponsel Anggi berubah.
"orang yang kamu cari sedang menelpon sekarang " ucap Anggun
Anggun memperlihatkan layar ponsel nya ke Rama. Lalu segera mengangkat teleponnya, tentu saja Rama sangat bingung dan keheranan dengan perkataan Anggi, maksudnya apa sedangkan jelas jelas orangnya sudah ada di depannya
" halo" ucap Anggun seraya mengaktifkan pengeras suara ponselnya
__ADS_1
"kamu dimana" kata Anggi di seberang sana.
"aku sudah pulang"
"kenapa tidak menunggu ku, aku mencarimu kemana-mana"
"maaf membuat mu khawatir, kita ketemu di Rumah yah"
"kamu pulang sama siapa" tanya Anggi
"kamu naik taksi"
"iya"
"kamu ini, yah sudah aku nyusul kamu"
Anggi menutup ponselnya.
"Ayo jalan" kata Anggun membuyarkan lamunan Rama
"hah"
"ayo jalan"
"hmm"
"antar aku ke tempat dimana kamu pernah menjemput Anggi saat dia di culik dulu"
"kamu masih bingung"
"iya"
"setelah sampai aku akan menjelaskannya padamu"
Percakapan mereka berakhir, Selama diperjalanan tidak ada yang membuka suara sampai mereka tiba ditempat tujuannya.
"ayo masuk"
Rama hanya mengikuti Anggun memasuki Rumahnya
" maafkan aku karena tidak memberi tahumu lebih awal, jika saja kamu tau kamu mungkin tidak akan salah paham begini" ucap Anggun dengan sopan
Setelah masuk Rama duduk di sebuah sofa, dia sedikit canggung karena kesalah Pahamannya barusan. Dia bahkan sudah membentak dan meneriaki Anggi.
"Anggun"
"iya kek"
"dia masih dijalan kek"
"kenapa kamu tinggal" tanya Kakek
Anggun terdiam sesaat tidak tau alasan apa yang dia akan berikan ke kakek, selama ini Kakeknya juga tidak tahu kalau Anggi belum memberi tahu suaminya jika dia itu punya saudara kembar.
"bukannya ini suaminya Anggi, kalian datang bersama" heran Kakek seperti ada yang tidak beres
"Anggun" panggil Kakek
Anggun seakan mengerti maksud panggilan kakeknya. Anggun menunduk menyesali perbuatannya.
"maafkan Anggun kek, Anggi yang nyuruh"
Kakek menghembuskan nafasnya kasar melihat kelakuan cucu nya.
"Rama maafkan cuci-cucu kakek yah, mungkin dia punya alasan sendiri sehingga belum memberi tahu mu"
"maksud kakek apa"
"jangan bilang kamu mengira Anggun itu adalah Anggi, makanya kamu sekarang pulang bersama"
"iya kek, sepertinya aku salah orang"
"sebenarnya mereka itu saudara kembar, saat pertama kali bertemu Anggi awalnya aku juga mengira dia itu Anggun"
"jadi dia saudara kembar"
" iya Rama, untuk lebih jelasnya nanti kamu boleh bertanya dengan Anggi"
"Anggun coba telepon Anggi, dia dimana sekarang" perintah Kakek
"iya kek"
"kamu dimana" kata Anggun di balik telponnya
"sudah di depan" balas Anggi
__ADS_1
Anggi berjalan masuk ke Rumah, dia berhenti sejenak setelah melihat mobil Rama terparkir tepat di pintu masuk Rumah kakeknya.
"Bukannya ini mobil Rama, bagaimana bisa ada disini"
"apa dia sudah pulang dari luar kota"
Anggi langsung masuk mencari sosok oranv yang di carinya, dan memang benar dia melihat Rama dan Kakek nya sedang mengobrol bersama.
Dan yang membuatnya kaget, Anggun juga berada disana.
"apa Rama mengira itu aku, mereka terlihat begitu akrab" Ucap Anggi dengan wajah sedihnya
Anggi menghentikan langkahnya, tidak ingin menampakkan wajahnya, jika Rama tau dia pasti akan marah, sebenarnya Anggi ingin memberitahunya, hanya saja dia belum menemukan waktu yang tepat.
"Anggi dimana, bukannya dia bilang sudah di depan, kenapa belum masuk juga" kata Anggun
Anggun segera menyusul Anggi keluar.
"mau kemana" tanya kakek
"mau menghampiri Anggi kek, katanya tadi dia ada didepan, kenapa belum masuk juga yah"
"biar aku saja" usul Rama
"yah sudah"
Rama keluar menghampiri Anggi, terlihat seorang yang tidak asing menghadap sebuah jendela, apa yang sedang dia lakukan disana
Rama menepuk bahu kanan Anggi, segera Anggi berbalik kaget.
Nampak Sosok yang Anggi sangat rindukan, namun hanya diam di tempatnya.
"kenapa diam saja, tidak merindukanku" kata Rama
"ngga" ucap Anggi cuek sambil menahan air matanya
"kamu serius"
"hmmm"
Rama mengerutkan keningnya, kenapa Anggi menyambutnya seperti ini, bukan itu yang dia harapkan
"kamu masih marah dengan yang semalam"
"buat apa aku marah"
"oh kamu cemburu"
"ngga sama sekali"
"berarti kamu tidak sayang kan sama aku"
"seharusnya yang marah itu aku"
Anggi heran tidak tau apa-apa
"kamu marah karena apa" tanya Anggi jutek
"karena kamu menyembunyikan banyak hal padaku, termasuk kamu punya saudara kembar"
"oh kamu sudah tau" jawab Anggi enteng
"cuman itu aja, kamu ngga mau jelasin ke aku"
"bukannya kamu sudah tau"
Rama bernafas berat di buatnya, jika menghadapi Anggi dia harus banyak bersabar bahkan sempat dibuat geram karena kelakuannya barusan.
"aku cuma tau kamu itu punya saudara kembar, lebih jelasnya aku ingin kamu menjelaskannya padaku"
"iya akan aku jelaskan"
"satu lagi kenapa tidak memberi tahuku kalau kamu hamil" ucap Rama ingin tahu maksud dari amplop itu
"aku ngga hamil"
Anggi baru mengerti maksud Rama, mungkin dia bertemu Anggun lalu mengira dia lah yang hamil.
"jelas-jelas di amplop itu punya kamu"
"itu punya Anggun" jawabnya
"nanti aku jelaskan"
Bersambung..
__ADS_1