
Sepulang pesta pernikahan Raka dan Yuna Anggi berubah pendiam tidak seperti biasanya yang selalu membalas ucapan Rama. Berdebat hal kecil sampai Anggi menjadi kesal.
Namun hari ini perubahan sikap Anggi sangat jelas dirasakan Rama
Contoh nya pagi tadi Anggi hanya bangun tanpa membangunkan Rama, alhasil Rama bangun sendiri. Bahkan baju nya sudah Anggi siapkan lalu beranjak ke dapur. Kemudian makan bersama dengan hening, sangat canggung menurut Rama
Tidak ada yang salah jika dilihat dari tingkahnya, namun Rama masih merasa aneh Anggi lebih irit bicara.
Bahkan hari ini Anggi tidak ingin ke kampus mungkin tidak ingin berangkat bersama dengannya.
Yah Rama hanya membiarkannya saja, mungkin Anggi tidak mood untuk belajar.
Rama berangkat kantor dengan hati yang malas, Sekarang Rama berada di ruang kerjanya
Bukan kerja tapi sibuk dengan pikiran nya sendiri
Ketukan pintu ruangan membuyarkan lamunan Rama.
"masuk" titah Rama
"Pak ada yang ingin bertemu dengan Anda"
"siapa?" tanya Rama ke karyawannya
"aku juga tidak tau pak, katanya sudah ada janji dengan Anda"
"yah sudah suruh masuk"
"iya pak"
Seorang pria tampan dengan setelan jas lengkapnya dengan kancing kemeja yang di lepas bagian atasnya. Yah bisa dibilang seperti idol yang sedang menjadi model
"oh kamu, masuk" cuek Rama setelah mengetahui orang yang katanya ada janji dengannya
"kenapa mukanya di tekuk gitu"
"ngga apa-apa"
"kalau ada masalah cerita sama aku"
"ada apa cari aku"
"emang ngga boleh yah nemuin kamu"
"ngga boleh" ketus Rama
"sadis banget sih, sama sepupu sendiri"
"aku serius, memangnya mau apa kesini"
"mau gangguin kamu"
"DION" ucap Rama penuh penekanan
"ehh ada hubungan apa kamu sama Anggi" tanya Dion penasaran, pasalnya saat dipernikahan Raka, Rama tiba-tiba datang lalu menarik Anggi, tentu saja Dion penasaran
"istri aku, kenapa?"
"hah, jangan bercanda, mau aja Anggi sama kamu, lagian dia tuh masih kuliah "
"aku ganteng, kaya, baik, banyak wanita yang suka sama aku, mana mungkinAnggi nolak aku"
Dion memutar matanya malas, tapi memang yang dikatakan Rama semuanya benar, banyak wanita yang ngejar dia
" memangnya kamu, tukang gombal tapi ngga ada yang nyantol satupun"
"yah aku ngincar Anggi dari dulu tapi udah keduluan".
"jangan berani kamu dekat-dekat sama Anggi"
"aku ngga nikung sepupu sendiri yah"
__ADS_1
"baguslah"
"lalu kenapa kamu murung begitu"
"berisik" ucap Rama
Di tempat lain Anggi berada dikamar sedang istiharat namun sesaat kemudian Anggi mulai terlelap, dengkuran halus terdengar seirama dengan nafasnya,badannya begitu lemas rasanya semua tulangnya akan retak. mungkin karena Anggi menyibukkan dirinya pagi ini alasannya cuman satu Rama, Anggi menghidari Rama karena kesal, Rama tidak henti hentinya bercerita tentang Sahabatnya itu, Anggi sangat muak mendengarnya.
Setelah tertidur dari istirahat tak terasa hari mulai sore, wahh begitu lelahnya kah dia sehingga tidak menyadarinya, bahkan Anggi melewatkan makan siangnya.
Anggi bangkit dari tidurnya, badannya kembali segar, tidak sia sia dia tidur cukup lama.
Saat membuka pintu kamar, dia baru sadar kalau Rama belum pulang kantor dan bibi entah kemana pagi tadi katanya mau keluar tapi tidak terlihat sama sekali
"lapar" gumam Anggi
Anggi mengecek kulkas apa ada makanan atau tidak, rasanya Anggi ingin memakan sesuatu masih ada makanan tadi pagi yang Anggi masak. Namun moodnya langsung hilang setelah melihat bekas masakannya tadi
"apa aku pesan saja"
Anggi berjalan kembali masuk ke kamar mengambil ponselnya, ternyata Ponselnya dimatikan sebelum dia tertidur tadi, tidak ingin ada yang mengganggunya.
Saat ponselnya di nyalakan begitu banyak notifikasi yang masuk, mulai dari beberapa sosial medianya, dan panggilan telpon dari beberapa orang.
Anggi membuka satu satu notifikasi yang membuat nada dering nya berbunyi berurutan.
Satu pesan dari Dara yang Anggi sempat baca
"Dimana, ngga masuk kuliah, kamu sakit, Anggi kamu ngga apa-apa kan" begitu pesan yang Dara kirim begitu banyak.
Anggi beralih ke pesan selanjutnya yang membuatnya dari tadi di carinya
To: Anggi
^^^Sayang^^^
^^^Kamu baik-baik saja kan^^^
^^^Kenapa ponselmu tidak aktif^^^
^^^Sayang^^^
^^^10.30^^^
^^^Sayang aku pulang telat yah,^^^
^^^hari ini aku lembur banyak kerjaan^^^
Panggilan telpon dari Rama setelah pesan Rama dibaca, Anggi menghembuskan nafasnya kasar malas berbicara dengan Rama, tapi tetap di angkat
"Halo"
"hmm"
"dari mana saja, aku dari tadi menelpon"
"tidur" jawab Anggi singkat
"lalu kenapa ponsel mu di non aktifkan"
"cas nya habis" bohong Anggi padahal sengaja
"udah baca pesan aku kan"
"hmm"
"yah sudah, baik-baik dirumah yah"
"hmm"
Panggilan terputus sepihak oleh Rama.
__ADS_1
"semarah itu Anggi padaku, memangnya aku salah apa sama dia" gumam Rama larut dalam pikirannya
Anggi hanya tersenyum miring, telponnya di matikan sepihak, padahal Anggi mau memberi tahu kalau ingin minta izin keluar rumah
Alhasil Anggi hanya mengirim pesan singkat pada Rama.
To: Rama
^^^Aku keluar sebentar^^^
^^^Read^^^
Anggi menghembuskan nafasnya kasar.
"tau gitu ngga usah aku beri tahu"
Anggi segera mandi lalu berganti pakaian santai untuk mencari udara segar di sore hari
Berjalan santai dengan langkah ringan, Anggi melangkahkan kakinya keluar gerbang rumahnya.
Sebuah taksi yang selalu di lewat depan rumah segera di tahannya
"Taman yah Pak"
"iya dek"
Anggi tersenyum sesaat mendengar sopir Taksi itu memanggilnya dengan sebutan dek, serasa geli saja mendengarnya pasalnya Anggi merasa umurnya terasa tua karena sudah menikah walaupun faktanya memang masih muda
Anggi turun dari taksi lalu membayarnya, Anggi mengedarkan pandangannya tidak ada orang disana
Entah sore ini kenapa begitu sepi tidak seperti biasanya padahal taman ini ramai pengungjung
Tanpa berpikir panjang Anggi berjalan kesana lalu duduk di sebuah bangku sendiri.
Dentingan notifikasi pesan masuk mengalihkan lamunannya, tertera nama yudha disana
"kamu dimana"
Malas mengetik pesan Anggi langsung menelpon sang pengirim pesan
"halo"
"iya" singkat Yudha
"aku ditaman"
"bersama siapa? " tanya Yudha
" sendiri"
"taman mana, aku kesana sekarang" khawatir Yudha, karena dia tau Anggi orang yang tidak suka sendiri
"ngga perlu aku hanya ingin sendiri" jawab Anggi
"kamu ada masalah" tanya Yudha menelisik
"hanya ingin menenangkan pikiran saja"
"cerita sama aku"
"sepertinya ini hal yang tidak perlu di ceritakan, tidak ada masalah sama sekali"
"jangan bohong Anggi, aku tau kamu pasti ada pikiran kan"
Bohong jika Anggi mengatakan tidak, nyatanya memang pikirannya sedang bermasalah, di penuhi dengan rasa takut bercampur sedih kesal bercampur marah, pikiran hal yang seharusnya belum terjadi tapi sudah terpikirkan di otaknya, namun perasaan itu di sembunyikan rapat-rapat oleh Anggi.
Anggi diam sesaat, hanya Yudha yang mengerti perasaannya selama ini, lama berpisah dengan Anggi tidak membuat sifat dan karakternya berubah.
"aku akan cerita jika aku sudah siap"
"baiklah"
__ADS_1
Karena tidak mungkin Anggi menceritakan ke Yudha masalah Rumah tangganya
Bersambung..