Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Menunggu


__ADS_3

Rama menunggu Anggi di meja makan, setelah berpakaian ingin berangkat ke kampus.


Setelah berdandan lama, Anggi akhirnya keluar dari kamar.


"ayo makan" kata Rama


Anggi mengoles selai strawberry di Roti tawarnya yang sudah di panggang.


"mau"


"ngga, aku makan nasi goreng buatan bibi aja"


"ngga mau makan buatan aku" cemberut Anggi


"yah udah buatin juga, nanti aku makan di mobil"


Anggi menyengir tersenyum senang


Setelah selesai sarapan, mereka berangkat ke kampus, di perjalanan Rama mendapat panggilan telepon dari temannya.


Ponselnya dia simpan di saku celananya, saat ingin mengambilnya Rama sedikit kesusahan, tangan kanannya memegang Roti lalu tangan kirinya memegang stir mobil.


"Sayang, ambilin ponselnya dong"


"dimana?"


"ada di saku celana sebelah kiri"


Anggi lalu memasukkan tangannya sedikit kesusahan, celana Rama cukup ketat untuk mengeluarkannya


"ini" menyodorkan ponsel Rama


"siapa"


"ngga tau"


Rama mengangkat panggilan telponnya


"ada apa?"


"udah berangkat ke kampus"


"ini aku masih di jalan"


"berangkat bareng yah"


"mobil kamu mana"


"lagi sakit"


"suruh pacar kamu jemput"


"dia aja masih sibuk dandan"


"yah udah aku jemput"


Menutup panggilan telepon lalu menyimpan ponselnya


"Siapa?" tanya Anggi


"vino"


"oh"


"kenapa ngga suruh Dara jemput?"


"katanya masih dandan"


"kalau Dara dandan tuh lama banget, aku aja sampai capek nungguinnya,tapi aku heran dia ngga pernah telat datang kuliah"


"kalian berdua sama aja, lama" ucap Rama berbisik


"aku punya telinga yah, masih bisa dengar ucapanmu"


"iya iya, kalian ngga lama, cuman memakan waktu"


"sama aja"


"bilang aja kalau malas mau nungguin"


"buktinya aku nungguin"


"tapi terpaksa"


Lebih baik Rama diam daripada mengajak Anggi berdebat, Dasarnya wanita ngga mau ngalah dan selalu merasa benar


"iyain aja deh" Pasrah Rama


"apa? "


" maksudnya aku mau nungguin kamu, walaupun lama" kata Rama memperbaiki kata katanya

__ADS_1


Bisa perang dunia kalau Anggi kesal.


Rama sampai didepan rumah Vino. Kemudian menelponnya,


"aku ada di depan"


"oke, tunggu aku sudah keluar"


Vino membuka pintu mobil depan, ada Anggi disana.


"aku di belakang aja" ucap Vino


"hay Anggi"


"hmm" sapa Balik


"maaf merepotkan kalian"


"ngga apa-apa"


Mereka berangkat ke kampus


"kenapa ngga nelpon Dara?" tanya Anggi


"terlalu lama kalau mau nungguin dia"


"dandannya aja hampir sejam" jawab Vino


"hmm hmm" Kode Rama ke Vino agar berhenti membahas soal masalah Itu takut Anggi makin kesal


Sepertinya Vino sedikit mengerti maksud Rama. Vino langsung mengganti topik pembicaraannya


Mereka berbincang sampai tempat tujuan.


Anggi hanya mendengarkan pembicaraan mereka tanpa ikut menambahkan omongannya.


Sesampainya disana Anggi langsung turun, karena ruang kuliah mereka berbeda.


"telpon aku jika udah selesai kuliah yah"


"iya" berjalan meninggalkan Rama


"sepertinya kamu kelupaan sesuatu"


Anggi memeriksa tas nya, apa memang melupakan barangnya tapi sudah lengkap.


Rama berjalan menedekati Anggi lalu mengecup keningnya.


"maksud aku yang ini, kamu belum pamit sama pemiliknya"


"belajar yang rajin, ngga usah mikirin aku" mengelus kepala Anggi penuh kasih sayang


"yang mikirin kamu siapa" lalu tersenyum singkat


"ya ampun, Romantis banget pasangan ini" kata Vino memalingkan mukanya malu


Anggi berjalan menjauh sambil melambaikan tangannya


"Rama, baru kali ini aku ngeliat kamu terhipnotis oleh seorang wanita"


"dulu kamu ngga gitu, malah cuek banget, sampai cewek diluar sana yang selalu ngejar ngejar kamu"


"itu lah hebatnya Anggi bisa membuatku jatuh cinta sampai sejatuh jatuhnya".


"wanita secantik Luna ngga mempan yah" tanya Vino


"ngga usah bawel, mending kamu hubungi tuh pacar kamu, entar kamu dicariin"


"aku duluan yah" kata Rama


"thanks yah tumpangannya"


"santai aja"


Anggi berjalan masuk ke ruang kuliahnya hari ini, mereka bergabung dengan fakultas lain karena mata kuliah yang sama dan dosen yang sama juga. Jdi ruang kuliahnya agak penuh


Anggi masuk seperti orang asing karena memang tidak ada satupun yang dia kenal, teman sesama fakultasnya baru sebagian yang datang


Akhirnya Anggi masuk dengan pede nya langsung duduk di tengah tengah beberapa Mahasiswi lain


"Dara belum datang juga" melihat sekelilingnya


"lebih baik aku beli minum dulu, masih ada waktu"


Anggi keluar menuju supermarket dekat ruangannya. Lalu mengambil minuman dingin


Setelah keluar Anggi mengambil ponselnya mencari nomor Dara, panggilannya terhubung


"halo, Ra"


"kenapa cantik? "

__ADS_1


" kamu dimana"


"lagi bareng Vino"


"kamu dimana, kelas udah mulai yah" tanya Dara di balik telepon nya


"aku lagi beli minum, tapi tadi udah ada banyak yang datang"


"yah udah aku kesana"


"oke"


Sambil menunggu Dara, Anggi duduk di bangku dekat supermarket, lalu memainkan Ponselnya.


Saat sedang asyik bermain ponsel ada seseorang pria menghampirinya.


"Anggun" sambil menepuk bahu Anggi agak keras


Anggi langsung tersontak kaget siapa orang yang memukul nya barusan


"maaf anda Salah orang, aku bukan Anggun"


Anggi menjauhi pria barusan, jika dilihat dari penampilannya, seperti pria normal biasanya, tinggi, putih dan gaya yang keren.


Pria tadi menarik lengan dan membawanya ke tempat yang agak sepi. Anggi memberontak tidak ingin mengikuti pria itu.


"sudah ku bilang aku bukan Anggun, anda salah orang"


"ngga usah pura-pura, kamu pikir aku melupakan wajahmu ini walaupun penampilanmu sedikit berbeda" teriak Pria tadi


Anggi mulai ketakutan


"Maaf tapi aku tidak mengenal mu" kata Anggi


"kamu mau bawa aku kemana" sambil berusaha melepas tangan pria itu


"aku mau membawamu pulang"


"pulang kemana, aku tidak mengenalmu"


Anggi menggigit lengan pria itu cukup kuat lalu menedangnya tulang kerasnya, kemudian berlari sekuat tenanganya ketempat yang Ramai. Tapi sayangnya Anggi tetap tertangkap


Pria itu memukul tengkuk leher Anggi sampai pingsan. Tidak ada seorang pun orang disana yang melihatnya


Ponselnya terjatuh dijalan saat Dara menghubunginya.


"Anggi kemana, bukannya tadi dia bilang dia ada disini" ucap Dara sambil menelpon Anggi


Panggilannya tidak terjawab.


"kenapa" tanya Vino yang mengantar Dara menuju Ruang kuliah


"Tidak di jawab"


"mungkin sudah masuk diruang kuliah"


"yah udah aku kesana aja, mungkin udah masuk duluan"


Sesampainya Dara di ruang kuliah, tapi tidak menemukannya.


"Ngga ada" berbicara ke Vino


"siapa tau dia ke toilet" pikir Vino


"mungkin juga, aku susul dia aja deh"


Dosen yang akan memberikan kuliah sudah datang, terpaksa Dara mengurungkan niatnya menyusul Anggi. Dara sedikit cemas tidak biasanya Anggi tidak menjawab telpon darinya


Vino kembali setelah mengantar Dara ke Ruang kuliahnya.


"Dari mana kamu? " tanya Gilang


" abis Ngantar Tuan putri" ucap Vino


" oh iya Rama mana, masih diruang Dosen, sibuk urus magang nya"


"oh gitu"


"ngapain cari aku" tiba-tiba Rama muncul bersama Jibran mendengar namanya disebut


"aku pikir kamu bareng Isteri kamu lagi karena ngga bisa pisah"


"dia kan lagi kuliah"


"tadi Dara nyariin Anggi, tapi ngga ada, udah Dara telpon tapi ngga di angkat, aku pikir sedang sama kamu"


"ngga, dari tadi aku bareng Jibran"


"kemana lagi tuh anak"


Rama meraih ponsel nya mengetikkan pesan singkat

__ADS_1


"kamu dimana"


Bersambung..


__ADS_2