
Di malam hari saat Anggi sudah mulai terlelap dari tidurnya, Rama memerhatikan wajah damai Anggi yang sedang tertidur pulas
Sekembalinya Rama dari ruang tamu, yang sedang berbincang dengan kakek
Rama langsung naik ke tempat tidur disisi samping Anggi
Mengusap lembut rambut Anggi agar bisa merasakan nyaman dari tidurnya, sepertinya Anggi mengigau entah apa yang dia mimpikan tiba tiba tersenyum disela sela tidurnya
"aku akan sangat bersyukur jika kau membalas cintaku juga" Gumam Rama
Sambil mengusap usap rambut Anggi, Anggi berbalik menghadap Rama. Tanpa dia sadari tangannya melingkar di atas perut Rama, Senyum kemenangan tercetak jelas di wajah Rama
Rama tertidur disamping Anggi kemudian membalas pelukan itu sambil menepuk punggung Anggi layaknya orang tua yang menidurkan anaknya
Rama mendaratkan bibirnya ke kening Anggi penuh kasih sayang, tanpa melepas pelukan Anggi satu tangannya menekan lampu tidur di atas nakas.
"selamat tidur Anggi, mimpi yang indah"
Anggi merasakan kehangatan di tubuhnya begitu nyaman, sampai dia ingin melanjutkan tidurnya
Anggi yakin ini sudah pagi, saat membuka mata dan benar memang pagi sudah tiba, matahari sudah naik menyinari jendela kamarnya
Anggi merengganggkan badannya, kemudian tersadar tangannya berada di mana, segera ia menjauhkan tangannya lalu berbalik berniat untuk bangun
Ternyata sedari tadi Rama sudah bangun hanya saja menundanya takut Anggi terbangun, dia mendapati tangan Anggi masih berada di pelukannya
Dengan jail Rama berbalik ke hadapan Anggi lalu memeluknya dari belakang.
Sontak Anggi kaget dipikirnya Rama masih tidur. Anggi menjauhkan lengan Rama pelan agar tidak terbangun
Tapi Rama malah mengeratkan pelukannya.
Anggi melepasnya lagi, Rama tersenyum jail lalu menambah pelukannya. Tanpa ada jarak di antara mereka
"seperti ini 10 menit saja, oke" tawar Rama
"kamu udah bangun rupanya"
"hmm, sebelum kau bangun"
Anggi sedikit malu, mungkin Rama melihatnya memeluknya tadi
"yah udah kalau begitu ayo bangun, aku mau mandi, entar aku telat ke kampus"
"masih banyak waktu"
"ngga, lepasin tangan kamu"
"15 menit, kalau begitu"
"ngga, 15 menit itu lama"
"yah udah 20 menit" sambil tersenyum
"kok malah di tambah"
"25 menit kalau begitu, ngga ada bantahan lagi"
"iya"
Anggi menyadari kalau Rama ternyata malah menambahnya
"25 menit masih kurang buat aku"
"untukku tidak"
Saat beberapa menit telah berlalu Rama mulai melonggarkan pelukannya, Karena Anggi sudah tidak memberentok ingin melepas tangan Rama. Sepertinya Anggi tertidur kembali
Tiba-tiba muncul di otak Rama saat melihat tekuk leher Anggi.
Di kecupnya leher itu cukup lama kemudian menggigitnya pelan namun bisa membuat tanda disana
Anggi terbangun kembali saat merasakan ada sesuatu di lehernya yang sangat aneh menurutnya.
Anggi segera bangun lalu memegang lehernya, ada semacam air, dia yakin Rama yang melakukannya.
__ADS_1
Anggi menatap Rama tajam lalu mengerutkan keningnya kesal dengan kelakukan Rama yang diluar pemikirannya.
"kamu ngapain barusan"
Rama hanya menopang kepalanya memperbaiki posisinya.
"ishh, jail banget sih, tadi cuman bilang begitu aja"
"begitu apa"
"yah seperti tadi"
"aku ngga bilang"
Anggi meninggalkan Rama dari tempat tidur, meladeninya sangat mengulur waktu.
Karena sudah agak terlambat, Anggi tidak memperhatikan mandinya. Secepat kilat dia menyelesaikan aktivitasnya di kamar mandi tanpa melihat jejak di lehernya itu
"kenapa dia ngga protes, apa dia tidak melihatnya" pikir Rama yang sedang menunggu Anggi keluar Kamar mandi
Saat Anggi keluar kamar mandi dia mendapati Rama memerhatikannya
"apa liat liat"
"ngga ada kok"
Anggi segera masuk keruang ganti bersiap siap
Memakai pakaianya.
Melihat jam sudah menunjukkan 07:25, Anggi tidak berpikir lagi mau berdandan. Pikirnya akan melakukannya di mobil saja
"Rama cepatan, aku udah telat ke kampus"
Teriak Anggi terburu buru
"iya aku udah selesai"
Tak perlu waktu lama, dia menyusul Anggi ke Ruang makan
"selamat pagi kek" sapa Anggi tersenyum
Kakek mendapati leher Anggi yang memerah, kakek tersenyum melihatnya. Kemudian menatap Rama yang baru datang
"nakal kamu yah" tunjuk kakek ke Rama
Rama hanya tersenyum malu, Anggi yang memerhatikan interaksi kakek dan cucunya itu tidak mengerti maksud mereka apa
Anggi tergesa gesa memakan sarapannya, melihat itu Rama menegurnya
"makannya pelan-pelan, entar kamu tersedak"
Anggi menatap Rama kesal
"gara gara kamu"
Kata itu yang tergambar jelas di raut wajah kekesalan Anggi
"yah udah kita ke kampus dulu yah kek"
Pamit Rama
"hati hati jangan ngebut"
Mereka berangkat ke kampus, disela perjalanan, Anggi mulai memoles mukanya dengan makeup seadanya.
"ngga usah makeup, ngga pake makeup aja udah bagus kok" kata Rama
"cuman kamu yang bilang gitu, ngga usah jail yah"
"entar kalau aku ngga makeup, dikatain Pucat belum mandi"
"aku ngga bilang gitu"
"yah nanti pasti bilang gitu"
__ADS_1
Saat Anggi meraih bedaknya, Rama mulai protes lagi
"ngga usah ketebalan bedaknya"
"bawel"
Kemudian mangambil Lipstick nya
"lipstick ngga usah terlalu merah" tegur Rama lagi
"ngga bisa liat orang cantik aja"
"kamu udah cantik"
"mau dibuat tambah cantik lagi"
"ngga usah, entar cowok cowok ngeliat kamu, lalu dekat-dekat"
"bilang aja kalau cemburu" spontan Anggi
"emang aku cemburu, kamu itu milik aku jadi ngga ada yang boleh ngelirik kecantikan kamu kecuali aku"
"tutupin aku pake topeng aja sekalian"
"kalau itu perlu"
"apa kamu bilang" ucap Anggi kesal
" ngga kok, ngga usah marah marah gitu, entar cantiknya luntur"
" udah tau kok jadi ngga ngegombal"
" yang bilang kamu jelek itu siapa"
"emang ngga ada yang bilang"
Setelah selesai makeup, Anggi bertanya ke Rama
"gimana, udah bagus ngga"
"cantik" sambil memegang kepala Anggi gemas
Mereka sampai di kampus, tidak lupa Rama melingkarkan sebuah syal tipis di leher Anggi
"apa ini" tanya Anggi
"jangan dilepas sampai kamu pulang kerumah"
"ihh gerah pakainya" sambil melepas syal
Rama melilitkan kembali syal tersebut dileher Anggi lalu menarik ke hadapan mukanya
"kalau kamu buka tau sendiri akibatnya" sambil berbisik ke telinga Anggi
Setelah merapikan syalnya dia mengecup singkat bibir Anggi lalu keluar membukakan pintu mobil di samping Anggi
Bukannya Anggi kaget, dia hanya kesal melihat tingkah Rama, untuk kecupan singkat itu dia tidak kaget lagi, karena Rama sudah terbiasa melakukannya tanpa permisi
Setelah turun dari mobil dia langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kuliah berjalan bersama Rama
Anggi bertemu dengan Dara lalu menyapa satu sama lain
"ini bukan musim hujan Anggi, kamu kedinginan yah, kamu ngga sakit kan"
Rama hanya tertawa Dara langsung menegurnya.
"tuhkan aku bilang, dia yang maksa" menatap Rama
"dia ngga sakit kok, hanya menutupin sesuatu"
"nutupin apa maksud kamu" penasaran Anggi
Anggi berpikir keras oleh ucapan Rama barusan.
Mendengar itu Dara langsung ngerti, kemudian tersenyum mengerti maksud ucapan Rama.
__ADS_1
Bersambung...