
hari ini Anggi tengah di sibukkan dengan aktivitasnya setiap pagi, membuat masakan untuk anak-anak nya.
Anggi mulai naik ke lantai atas menuju kamar anak nya, seperti biasa dia harus mengetuk pintu itu dengan cukup keras.
"kebiasaan deh kalau tidur, kamar nya di kunci" gerutunya
"Kenzo, ayo bangun" teriaknya dari luar kamar seraya mengetuk pintu kamar
tanpa basa basi Kenzo membuka pintu kamarnya dengan wajah yang cukup segar, bisa diperkirakan anak itu sudah mandi
"Kenzie mana?" tanyanya
yang di tanya hanya menunjuk malas dengan dagunya, terlihat saudara kembarnya itu masih terlelap dengan muka bantalnya.
"kamu turun dulu aja sudah siap di Meja, Mommy bangunin Kenzie" ucapnya lalu menuju tempat tidurnya
tercetak jelas wajah manis Anggi yang menunjukkan senyum indahnya yang jarang kedua anaknya ini lihat, melihat anaknya belum bangun bahkan terlihat begitu tenang dan damai
"Kenzie, ayo bangun sayang" ucap Anggi lembut mengelus puncak kepala Kenzie
"Andai Mommy banguninnya kayak gini terus tiap pagi, kan aku ngga bisa bangun jadinya malah jadi ngantuk lagi" batin Kenzie yang sebenarnya sudah bangun namun dia sengaja kembali tidur karena ketukan pintu yang cukup keras, memang hobi Anak ini selain gombal kadang suka jahil.
baru saja memuji Mommy nya yang begitu lembut, ternyata semuanya hanya angan-angannya saja, pasalnya setelah mengelus lembut puncak kepalanya yang membuat Kenzie terlena, Anggi malas menarik daun telinganya, sentak Kenzie meringis kesakitan.
"ahhh, sakit" rintis Kenzie
"hobi banget yah jahilin Mommy" kesalnya
"Mommy tau yah kalau kamu itu sudah bangun, tapi sengaja kembali tidur, buat apa? hmmm" lanjutnya
"supaya Mommy kesal, abisnya kalau Mommy kesal cantik banget sih" goda Kenzie
Anggi memutar matanya malas, bukannya senang di gombal Anggi malah terlihat muak mendengarnya, pasalnya itu bukan hanya sekali gombalan dari anak sulungnya namun sudah berkali-kali, yang membuat Kenzie tidak nyerah karena setiap kali menggoda Mamanya tetap saja tidak termakan rayuan
"Mommy kok gitu ekspresinya, emang ngga senang kalau Kenzie memuji kecantikan Mommy" ucapnya seraya mengerucutkan bibirnya cemberut
"bukan gitu sayang, tapi Mommy itu udah tau diri kalau emang cantik dari lahir, makanya biasanya kalau kamu puji kayak gitu, jatuhnya malah kayak ngeledek"
"Mommy percaya diri yah, tapi emang benar sih, pantasan aja aku ini ganteng, Ternyata kegantengan ku turunan dari Mommy" ucapnya tidak kalah percaya diri
"mulai lagi deh"
"kamu itu muji diri sendiri atau muji Mommy sih"
"keduanya" ujarnya dengan sangat mantap
"yah udah ayo turun, Adik kamu sudah nunggu tuh, entar mukanya datar lagi loh, karena kesal"
"emang udah datar dari dulu sih" cerutu Kenzie berjalan berdampingan dengan Anggi
saat menuruni anak tangga, sudah ada Dion dan Kenzo yang berbincang sambil tersenyum hangat pada Kenzo,
sentak Kenzie Menarik ujung baju Mommy nya, ingin mengatakan sesuatu
__ADS_1
"My.. Mommy.." Panggil Kenzie
"hmm, ada apa sih, narik-narik baju Mommy" tegur Anggi
"liat deh, Kenzo kok jadi banyak ngomong gitu kalau sama Daddy, kalau sama kita irit banget" tunjuknya
"mana Mommy tau, mungkin Paman kamu jadi teman curhatnya"
"Daddy selamat pagi" teriak Kenzie menyapa Dion seraya berlari kecil menuju kursinya
"selamat Pagi Kenzie, nyenyak kan tidurnya" sapa Dion kembali
"iya Dad" ucapnya lalu mengangguk gemas
"Anggi" panggil Dion
"iya kak, ada apa? "
"besok aku mau berangkat ke Indonesia, mungkin kali ini akan agak lama"
"apa terjadi sesuatu disana? " tanya Anggi
"Papa aku nyuruh pulang, soalnya dia lagi sakit, lalu ngga ada yang ngurus perusahaan disana, kamu ngga apa-apa kan kalau aku tinggal"
"ngga apa-apa, lagian ada mereka kok, mereka berdua juga udah besar"
"mungkin memang udah saatnya Kak Dion kembali kesana, selama ini kalau kamu pulang hanya seminggu saja, lagi pula Paman membutuhkanmu"
"sudah kubilang aku ngga apa-apa" ucap Anggi
"My, boleh yah, kita mau ikut Daddy ke Indonesia" celetuk Kenzie memohon
"ngga" tolak Anggi tegas
"kenapa My?" tanya Kenzo, baru kali ini anak itu ikut berbicara
"pokoknya ngga, tidak ada alasan kenapa, hanya saja Mommy tidak ingin kesana lagi"
"tapi kami berdua mau ketemu Papa kandung kita" tambah Kenzie yang di angguki oleh Kenzo
degg
bagai tersambar petir di pagi hari, selama ini Anggi tidak pernah membahas soal Papa mereka, Namun hari ini pertama kalinya ingin bertemu dengannya, apa mereka penasaran?, apa mereka ingin merasakan punya Papa?. pikiran itu terus saja berputar di benaknya.
"kalau kalian mau pergi, pergi saja ngga usah ajak Mommy" sahutnya lalu meninggalkan meja makan.
bahkan sesuap pun Anggi belum memakan makanannya lalu pergi begitu saja menuju kamarnya
setelah bersiap-siap Anggi berjalan melewati meja makan yang masih disana masih ada Kenzie, Kenzo dan Dion
"mau kemana?" tegur Dion setelah melihat Anggi begitu rapi
"Kantor" singkatnya
__ADS_1
"Anak-anak gimana"
"bukannya mereka mau ikut denganmu, pergi saja"
Kenzie dan Kenzo merasa bersalah atas ucapannya tadi di meja makan yang membuat Mommy nya begitu marah, baru kali ini Mereka melihat Mommy nya semarah itu. bahkan tidak makan sesuap pun.
segera mereka berlari menuju Mommy nya, memeluknya dari belakang walau pun mereka hanya menggapai kaki jenjang Anggi, lalu tidak berhentinya mengucapkan kata maaf.
"Maaf kan ucapan kita tadi My, kita tidak bermaksud membuat Mommy marah" ucap Kenzie yang sudah banjir air mata
"kami janji, tidak akan ikut dengan Daddy, kami tidak mau meninggalkan Mommy"
"soal Papa, kami tidak akan bertanya lagi" ucap Kenzo
Anggi berbalik sebelumnya menghapus jejak air matanya yang sudah menetes tanpa dia sadari.
"kalian berhak jika ingin bertemu dengan Papa kalian, Mommy tidak bisa melarang mu, karena itu pilihan kalian"
"kalian pasti penasaran kan bagaimana dia, maafkan Mommy karena tidak mengerti pada perasaan kalian selama ini, Mommy terlalu egois hanya mementingkan diri Mommy saja"
"Ngga My, Kenzie dan Kenzo akan tetap disini menemani Mommy, kalau Daddy mau pergi, pergi saja tanpa kita"
" aku takut kalian ninggalin Mommy, Hidup Mommy akan hampa tanpa kalian"
"kita janji ngga akan pernah ninggalin Mommy, kecuali Mommy yang ninggalin kita"
"kalian harta Mommy, kalian sangat berharga buat Mommy"
"My, Kenzo boleh nanya" ucap Kenzo
"boleh"
"kenapa kita tidak tinggal bersama dengan Papa"
"suatu saat Mommy akan cerita pada kalian, tapi bukan sekarang"
"apa itu membuat Mommy sedih"
"hmm"
"maaf" singkat Kenzo
"kami akan menunggu sampai Mommy siap menceritakannya pada kami"
"kalian itu Masih kecil, ngga cocok ngomong seperti itu"
"mungkin karena Mommy selalu mengajarkan kita untuk mandiri, makanya kita bisa berpikir seperti itu"
"Bisa jadi anak aku yang akan menasihati ku nanti" batin Anggi seraya menggaruk tengkuknya
Dion hanya tersenyum melihat interaksi Keluarga kecil itu, mungkin kehadiran Rama bisa menambah kebahagiaan diantara mereka.
bersambung....
__ADS_1