Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Sebuket Bunga


__ADS_3

Anggi masih setia tetap dirumah, bosan itu kata yang tepat untuk mengekspresikan wajahnya.


Hari hari di laluinya hanya begitu-begitu saja. Bahkan Rama hanya sibuk dengan kerjaannya,namun sesekali Jika waktu istirahat Rama menelponnya menanyakan kabarnya dan calon anaknya kelak


Tapi tetap saja Anggi masih bosan, terkadang dia ingin keluar Rumah berbelanja tapi tidak ada yang bisa menemaninya.


Mengajak Dara, Anggi geleng-geleng kepala, pasalnya anak itu akan berceloteh duluan bahkan memarahinya jika Anggi terlalu banyak aktivitas yang bisa membuatnya capek, makanya Dara hanya menyarankannya tinggal dirumah saja.


Belakangan ini Anggi sudah tidak mual lagi, bahkan ngidam makanan yang diinginkan juga sudah separah dulu, sepertinya Anggi selalu menahan keinginannya dan lebih bersabar


Sekarang Anggi hanya merasa kangen dengan orang tuanya, kakek, Anggun dan mertuanya.


Mengunjunginya saja hanya sesekali.


Anggi mencoba menghubungi Rama siang ini, mungkin dia sudah istirahat pikirnya, baru dentuman pertama Rama sudah menjawabnya.


"kenapa sayang"


"aku kangen"


"sabar yah, bentar lagi kerjaan ku kelar"


"yah sudah"


"aku boleh kerumah kakek ngga, aku bosan dirumah terus"


"boleh, tapi pake sopir yah, jangan pergi sendiri"


"iya sayang"


Anggi tersenyum senang mendapat izin dari Rama, tidak perlu waktu lama Anggi segera bersiap siap menuju rumah Kakeknya


Sesampainya disana, terlihat Anggun yang sedang merangkai sebuket bunga, setangkai demi setangkai dia telaten mengaturnya menjadi sangat cantik dan indah


"Anggun" Panggil Anggi saudara kembarnya


"ehh, Anggi sini, aku kangen banget sama kamu"


"aku juga, makanya aku kemari, oh iya dimana kakek"


"kakek lagi ada urusan di luar, katanya sih ada rapat penting"


"oh gitu"


"oh iya, gimana keadaan kamu, udah mendingan"


"udah sih, ngga mual lagi, emang waktu awal kehamilan kamu juga gitu yah"


"iya sih, tapi ngga separah kamu"


"kak Arya mana? " tanya Anggi


" dia itu gila kerja, ngga usah di cari kalau jam segini, paling dia pulangnya malam"


"gimana dengan Rama, hubungan kalian baik baik saja kan"


"hmm, walaupun kadang dia itu ngeselin, tapi akhir-akhir ini, dia tuh sering di kantor, sama kayak Kak Arya pulangnya malam"


"kalian ini lucu banget sih, masih aja berdebat"

__ADS_1


"dia sendiri yang mulai"


"terus bagaimana dengan si Nada teman kecilnya itu"


"yah ngga gimana sih, sama seperti dulu selalu dekat dengan Rama, tapi Ramanya ngga terlalu peduliin dia, aku ngga cemburu lagi sih soalnya setelah Rama tau aku hamil, perhatiannya itu berlebihan banget sama aku"


"baguslah kalau gitu"


"kenapa ngga ngasih tau waktu kamu nikah sama Kak Arya"


"maaf soalnya kami cuma daftarin nama aja di Biro urusan sipil, resepsi juga cuman kakek dan Orang tua Kak Arya yang datang"


"lagian kan waktu itu berpapasan dengan pernikahan Adik ipar kamu"


"kan aku bisa sempatin datang"


"aku tau kamu bukan orang yang pendendam jika masalah hal sepele seperti ini"


"lagian jika kamu datang Kak Arya ngga akan bisa bedain mana istrinya dan mana Adik iparnya" bercanda Anggun untuk mencairkan suasana


"eh aku mau merangkai bunga juga deh, aku mau ngirim ke Kantor nya Rama"


"Romantis banget sih" goda Anggun


"Anggun, perut kamu udah gede' yah, pasti kalau usia kandungan aku sama kayak kamu, perut aku juga akan buncit kayak gitu" kekeh Anggi membayangkan dirinya


Anggi mulai merangkai satu persatu bunga di atas meja


"selesai" lega Anggi setelah berkutat beberapa menit


"cantik banget hasil yang kamu buat Anggi, Rama pasti sangat senang melihatnya nanti"


"kalau begitu aku pulang yah" pamit Anggi


"hati- hati yah"


"oke, makasih bunga gratisnya"


Anggun hanya terkekeh dengan tingkah Adik kembarnya itu yang kekanakan


Sekarang Anggi tengah berada tepat didepan perusahaan Rama. Untuk pertama kalinya dia masuk tanpa memedulikan beberapa pasang mata yang sedang memerhatikannya. Pasalnya pakaian yang dia kenakan saat ini tidak sesuai dengan tempatnya, Anggi memakai dress selutut sedang seisi kantor memakai pakaian formal.


"cantik" kata orang yang melihatnya


Anggi menuju meja Resepsionis ingin menanyakan ruangan Suaminya dengan buket bunga yang masih setia di pegangannya.


"permisi apa ada yang bisa saya bantu" ucap karyawan yang tengah berdiri di meja Resepsionis


"aku ingin menemui pak Rama" ucap Anggi santai padahal dia menyembunyikan kegugupannya


"apa mbak sudah ada janji untuk bertemu"


"hmm, ngga sih" ucapnya jujur


"apa mbak ada keperluan dengan Pak Rama"


Sebenarnya Anggi hanya ingin memberikan kejutan untuk Rama dengan memberikan buket bunga yang sedari tadi di pegangnya.


Kalau ngga bisa masuk, sia-sia dia sudah capek membuatnya lalu sengaja datang kesini tapi ngga ada hasilnya

__ADS_1


Anggi mengedarkan pandangannya, dari jauh dia seperti mengenal wanita yang baru saja datang lewat pintu utama.


Mata mereka saling menatap lalu terbitlah senyum Anggi yang dia yakini bisa menolong untuk bisa masuk bertemu Rama


"Nada" teriak Anggi


Anggi segera menghampiri sang empu yang masih diam ditempatnya entah apa yang ada dipikirkannya, seakan dia kaget melihat sosok Anggi yang datang di perusahan suaminya


"Anggi" sapa Nada balik ke Anggi dengan lembut


"kamu ingin bertemu Rama yah"


"iya, kamu bisa membantu aku masuk ngga, soalnya aku ngga diizinkan masuk"


"oh gitu, ayo ikut denganku" ujar Anggi


Beberapa Karyawan yang berada disana membungkuk meyapa memberi hormat ke Nada setelah berjalan melewatinya, entah apa posisi nya di perusahaan ini, Anggi pun tidak pusing, intinya sekarang dia ingin bertemu Rama dan memberinya buket bunga buatannya


Mereka menaiki lift ke lantai 9 menuju Ruangan Rama. Anggi Seakan santai berjalan berdampingan bersama Nada walaupun mereka tidak terlalu akrab.


Sampailah mereka tepat di pintu masuk Ruangannya, samar-samar Anggi mendengar perbincangan Rama dengan sesama jenisnya.


Karena takut mengganggu Nada menuju meja sekertaris menanyakan siapa yang tengah berada di ruangan itu


"siapa yang ada didalam"


" Pak Yudha, CEO dari Grup Saputra"


"oh gitu, dia sedang apa disini"


"penandatanganan kontrak kerja sama dengan perusahaannya"


"baiklah, kalau begitu aku akan kemari lagi nanti"


Nada kemudian menghampiri Anggi dan memberi tahu bahwa didalam sedang ada penandatanganan kontrak


Wajahnya sedikit kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Rama, akhirnya Anggi memutuskan untuk menitipkan buket bunganya saja pada sekertaris Rama.


"kalau begitu, aku bisa minta tolong ngga jika sudah selesai anda bisa memberi bunga ini ke Pak Rama"


"baik mbak"


"kalau boleh tau anda siapanya, agar saya bisa menyampaikannya nanti" tanya sekertaris itu dengan penasaran


Nada menatap Anggi seolah menunggu jawaban keluar dari mulutnya.


"aku istrinya" dengan mantap Anggi menekankan kata terakhir agar Nada jelas mendengarnya juga


"oh maaf, saya tidak tau"


"tidak apa-apa"


Nada sedikit kesal mendengar ucapan Anggi barusan, pasalnya di perusahaan itu sudah beredar kabar jika dia itu pacarnya.


Dengan perasaan kalut Nada ingin pergi saja dari tempat itu


"Anggi kalau begitu aku pamit duluan yah aku mau keruanganku masih ada yang perlu aku kerjakan"


"baik lah, makasih yah sudah mengantarku kemari"

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2