
Mereka berkumpul di Ruang keluarga membicarakan tanggal pertunangan Raka dan Yuna
Raka hanya cuek dan tidak peduli dengan pembicaraan keluarga nya, terlihat jelas di wajahnya bahwa dia tidak ingin di jodohkan
Baru seper sekian menit dia merelakan cinta pertamanya, menurutnya terlalu cepat untuk menggantikan posisi Anggi di hatinya
Tapi apa yang harus di perbuat, Anggi sudah menjadi istri dari kakaknya. Penyesalannya setahun yang lalu sudah terlambat
Anggi sudah menjadi milik orang lain, Otomatis Anggi sudah memilih orang yang menjadi pendamping hidupnya
"Raka" panggil Rama
Raka tidak merespon panggilan Rama
Rama menyenggol siku Raka yang spontan melirik Rama
"kau baik baik saja" tanya Rama
"tidak"
"tergambar jelas di raut wajahmu"
" apa benar" lalu mengusap Wajahnya
"Ekspresi yang sama saat aku dijodohkan dulu"
"tapi setelah kau menjalaninya, kau akan menyadari keberadaannya seiring berjalannya waktu" nasehat Rama
"kalau misalnya aku menukarnya dengan Anggi, apa kau mau? "
" kamu suka dengan Anggi"
"sampai sekarang aku masih mencintainya"
"lebih tepatnya dia pernah berpacaran denganku"
"kenapa tidak memberi tahuku, jika aku tau aku tidak akan menerima perjodohan ini"
Tapi sayangnya semua hanya hayalan Raka, berharap seandainya itu bisa terjadi
Raka memandang wajah Anggi yang sedang mengobrol dengan Yuna.
"Raka, kenapa kau melamun" ucap Rama sambil memerhatikan sudut pandang Raka yang mengarah ke Anggi dan Yuna
"jika di lihat, Yuna itu anak yang sopan dan juga baik"
"tidak dia orang yang unik"
Rama hanya heran, unik dari mana, menurut Rama Yuna seperti wanita normal biasanya. Tapi jika mengarah ke Anggi, itu sudah benar.
Berbanding terbalik dengan Anggi.
Anggi orangnya mudah kesal dan tidak sabaran
Sedangkan Yuna sangat penyabar dan tidak sembarangan mengeluarkan sumpah serapahnya.
Yuna seperti diberikan pengajaran yang benar benar sempurna, sedangkan Anggi melakukan apapun yang dia inginkan.
Anggi terlihat sangat polos dan Yuna terlihat sangat dewasa dapat mengontrol emosinya.
Mereka berdua seumuran tapi berbeda kepribadian.
__ADS_1
Setelah membicarakan Pertunangan mereka Akhirnya tangal dan tempatnya sudah mereka susun, Anggi dan Yuna berpamitan pulang. karena merasa ngantuk Anggi menghampiri Rama tepat di samping Raka yang sedang duduk berdua di samping kolam renang
Anggi berada tepat di belakang Rama lalu menepuk bahunya mengisyaratkan kalau dia sudah ingin pulang
Matahari sudah tenggelam dan tidak memancarkan sinarnya lagi yang sudah berganti dengan penampakan bulan cabit tanda malam hari sudah tiba
Menunjukkan pukul 22:00.
Rama mendongkak kepalanya menatap Anggi
"Ada apa" tatap Rama
"pulang yuk" sambil menunduk membisik Rama
Rama melirik Jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangan kanannya
"yah udah kita Pamit dulu sama mereka" ucap Rama
Anggi mengangguk setuju, lalu melirik Raka yang ada di hadapannya, melihat ekspresi Raka apakah baik-baik saja.
Dia mendapatkan senyum terpaksa setelah Anggi berpamitan dengannya
Mereka berjalan bersama mendekati kakek dan orang tuanya
"Mah Pah aku Pamit pulang dulu yah, seperti nya Anggi sudah ngantuk"
"kenapa ngga nginap aja, ini juga udah malam" kata Kakek
"pulangnya besok aja, Rumah kalian kan lumayan jauh dari sini" ucap Mama
"tapi Mah, kita ngga bawa pakaian ganti"
"kamu kan punya banyak dikamar kamu, kalau Pakaian Anggi udah Mama siapin"
Anggi berpikir sejenak bimbang dengan keputusannya, dia merasa tidak ingin menolak permintaan mertuanya
"ya udah" kata Anggi pasrah
"Rama ajak Anggi ke kamarmu, sepertinya dia udah sangat capek" suruh Mama
Mereka beranjak menaiki tangga dan berbelok sedikit melewati kamar Raka.
Kemudian masuk ke kamar Rama.
Rama lebih dulu masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya
Penampakan pertama yang Anggi liat adalah kamar yang elegant dengan warna cat Putih di padukan dengan warna Abu abu membuat suasana kamar menjadi tenang dan banyak pajangan fitur mainan di lemari kaca. Saat beralih ke lemari selanjutnya banyak koleksi buku yang berbaris disana
Segera Anggi menghampiri buku buku itu, dia menemukan satu buku yang membuatnya sangat tertarik untuk membuka halamannya.
"Itu novel favoritku, kau sudah membacanya"
"aku pernah membacanya sebagian tapi buku itu hilang"
"kalau begitu lanjutkan saja bacanya"
"aku boleh meminjamnya"
"punyaku, punya kamu juga kan"
Anggi tersenyum senang
__ADS_1
"aku mau mandi dulu" ucap Anggi
Setelah menyelesaikan kegiatannya. Anggi keluar kamar dengan baju mandi yang dia kenakan lalu beralih ke Lemari pakaian Rama yang di pikirnya Mama mertuanya sudah menyiapkan Baju untuknya.
Saat membuka satu persatu pintu lemari, matanya membulat sempurna melihat pakaian tidur tergantung cukup banyak
Hanya saja model nya sama dengan warna yang berbeda, yang membuatnya kaget pakaian itu sangat terbuka seperti pakaian pengantin baru.
Seketika Anggi menyesali keputusannya menuruti mertuanya.
Anggi membuka lalu menutup pintu lemari bingung mau memakainya atau tidak. Wajahnya sangat lesu
"kamu kenapa, bengong di depan lemari" kata Rama yang sudah duduk bersandar di tempat tidur, bermain ponsel
"hmm, ngga apa apa"
"kalau ngga mau pakai baju, lebih bagus lagi, biar ngga capek bukanya" bercanda Rama
Anggi kesal mendengar Rama
"Bukan masalah ngga mau pakai baju, coba kamu lihat sendiri pakaian yang disiapkan Mama di lemari itu sama saja kalau ngga pakai baju" ucap Anggi
Rama penasaran maksud Perkataan Anggi, segera dia turun dari posisi duduknya menuju lemari pakaian.
Saat melihatnya Rama tertegun sama seperti ekspresi Anggi saat melihat baju baju itu, susah payah Rama menelan salivanya.
"cuman begitu, yah tinggal pasang aja" ucapnya santai padahal Dia sedang mengendalikan dirinya
"Rama kamu yakin aku pakai ini" tanya Anggi serius
"iya, dari pada kamu pakai baju aku, pilih mana"
"ide yang bagus, aku pakai baju kamu aja" senang Anggi
Seketika Rama menyesali penawarannya, berharap Anggi menolak ingin memakai pakaiannya tadi.
setelah memilih baju Rama, Anggi menemukan baju kemeja Putih yang cukup besar dari ukuran badannya.
Anggi berjalan menuju tempat tidur memakai kemeja Rama yang seperti gaun saat dikenakannya.
Segera Anggi mengambil novel yang ingin dia baca tadi.
Membuka satu persatu halaman novel itu, saat membacanya seperti tidak asing dengan setiap tanda pada kalimat favoritnya.
Lalu Anggi membuka halaman terakhir, di ingatnya buku yang pernah dimiliki nya terdapat kalimat penyemangatnya di sampul belakang
'Sometimes life doesn't give you what you want, not because you don't deserve it, but because you deserve so much more'
(Terkadang hidup tidak memberi apa yang kita mau, bukan karena kita tidak pantas untuk menerimanya, tetapi karena kita pantas untuk menerima yang lebih dari itu)
Dan benar saja itu adalah novel miliknya yang hilang.
Anggi menatap Rama bertanya tanya apa dia yang menemukan novelnya
"Dari mana kamu mendapatkan Novel ini"
"aku menemukannya di jalan, yah aku memungutnya"
"kamu tidak berniat mengembalikan buku ini ke pemiliknya"
"aku sudah mencari info ke sekitar tempat buku ini terjatuh, tapi tidak ada yang mengakuinya, biar aman aku simpan lalu iseng membacanya, ternyata benar bagus"
__ADS_1
"novel ini punyaku, terdapat kalimat yang aku tulis sampul belakang" kata Anggi
Bersambung