Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Mual


__ADS_3

"Seperti yang pernah aku bilang ke kamu, aku belum siap, tapi..." ujar Anggi menggantungkan kalimatnya


"oh kamu tidak menginginkannya yah" Ucap Rama pelan namun masih di dengar oleh Anggi.


"bukan begitu, makanya dengar dulu ucapan aku, aku belum selesai ngomong tapi kamu udah main potong aja"


"yah emang udah jelas kan inti dari perkataan kamu"


"bisa aku lanjut perkataanku yang kamu potong tadi"


"hmmm" singkat Rama yang memasang muka seriusnya untuk mendengar lanjutan perkataan Anggi


"Tapi aku akan usahain jika memang tuhan memberikannya, aku akan menerimanya dengan senang hati"


"kamu serius, ngga bercanda kan, Anggi kamu ngga bohongin aku kan"


"terserah kamu saja deh, mau percaya atau ngga, capek ngomong sama kamu, aku mau tidur aja" ucap Anggi seraya berbalik membelakangi Rama


"Anggi jangan tidur dulu, boleh aku dengar sekali lagi" mohon Rama yang sudah bangkit duduk menghadap Anggi


"ishhh, bawel banget sih" kata Anggi yang sudah menutup matanya kemudian menyembunyikan senyumnya


"aku cuman ngomong nya sekali, seperti pertanyaan kamu tadi, makanya dengarkan baik-baik" goda Anggi yang menirukan gaya Kalimat Rama


Raut wajah Rama yang bibirnya sudah melengkung naik itu membentuk sebuah senyuman, sangat senang malah, bahkan dengan sigap Rama memeluk istrinya itu walau posisinya masih membelakangi Rama.


"terima kasih" kata Rama senang di telinga Anggi


Satu kecupan mendarat di pelipis Anggi, Anggi yang merasakannya merubah posisinya menghadap Rama


Kedua mata itu saling bertatapan dalam, memandangi betapa bahagianya mereka.


"aku tau kalau aku sangat ganteng"


"kepedean"


"ngaku aja kalau yang aku bilang tadi benar"


"iyain aja, biar cepat"


"kok cuma gitu sih" ucap Rama seraya mengerucutkan bibirnya kesal


"iya suamiku ganteng" ucap Anggi yang bersembunyi didada Rama.


Lagi lagi Rama dibuat senang oleh Anggi dengan ucapannya yang tak terduga


"bisa ulang, kamu bilang apa tadi"


kata terakhir yang diucapkan Anggi sebelum dia terlelap tidur


"Anggi" panggil Rama


"kamu sudah tidur?" tanya Rama


Rama mengeceknya, tidak ada pergerakan sama sekali hanya nafas Anggi yang sudah teratur pertanda dia sudah terlelap, tak tunggu berapa lama Rama juga ikut tidur sambil memeluk Anggi


...----------------------...


"Huekk huekk"


Pagi ini Anggi sudah berada di kamar mandi memuntahkan isi perutnya, namun hanya air saja yang iya muntahkan.


Mendengar Anggi seperti tersiksa di kamar mandi, Rama segera bangun menghampirinya


"Anggi, kamu didalam" tanya Rama seraya mengetuk kamar mandi


Setelah selesai Anggi membuka pintu kamar mandi

__ADS_1


"kamu tidak apa-apa"


"ngga tau, rasanya perutku sangat mual, padahal semalam ngga makan yang aneh deh"


"kepalamu masih pusing"


"udah ngga pusing sih"


"yah udah kamu baring dulu yah di kasur, aku ambilkan air minum dulu"


"hmm"


Apa mungkin karena memang dia hamil makanya mual begitu, Rama semakin yakin jika Anggi hamil, pasalnya yang iya yakini wanita hamil akan mual di pagi hari. Semua tanda- tanda itu sudah di alami Anggi


Sekembalinya dari dapur Rama membawa nampan berisi air dan Bubur yang dibuat Bibi pagi ini khusus untuk Anggi.


"ini, kamu makan dulu yah"


"hmm, tapi ngga mau makan bubur"


"mau makan apa? " tanya Rama


" mau makan nasi goreng"


"yah udah entar aku suruh bibi buatkan"


"ngga, kamu yang masak"


"kamu tau sendiri, aku ngga jago masak" ujar Rama


"kalau begitu ngga usah makan"


"kok kamu ngambek sih"


"iya atau tidak"


"yah udah, tunggu apa lagi"


Rama berjalan ke dapur memasakkan Anggi nasi goreng, dari jauh Anggi melihat Rama sedang berkutat di depan kompor, ternyata benar, dia sendiri yang masak.


padahal Anggi hanya bercanda tadi menyuruh Rama yang masak, tapi soal ingin makan nasi goreng memang Anggi ingin sekali, bahkan tiap hari jika mau makan di luar, pasti pesan nasi goreng.


"ngga apa-apa sesekali kerjain suami" kekeh Anggi sambil berjalan menuju dapur


"Sayang, udah belum"


"kamu tunggu di meja makan aja yah, bentar lagi selesai"


Anggi malah memeluk Rama dari belakang, membuat sang empu sulit bergerak untuk mengambil bumbu dapur


"sayang, kalau kamu begini, akan bakal lama jadinya"


"sebentar aja"


Entah mengapa mencium tubuh Rama menjadi candu bagi Anggi, serasa selalu merasa kangen ingin menikmati aroma tubuh walaupun hanya beberapa menit tidak berdekatan


Rama membiarkan Anggi melakukan apa yang ia ingin kan, meskipun ruang geraknya sedikit terhambat, karena ingin memanjakannya


Rama meletakkan nasi goreng di piring, tidak butuh waktu lama, Anggi segera melepas pelukannya lalu mengambil hasil masakan Rama menuju meja makan


"terima kasih, makanannya"


Rama menggelengkan kepalanya tak percaya melihat tingkah Anggi yang sangat menggemaskan.


Dengan lahap Anggi memakan nasi goreng buatan Rama, ada sedikit rasa khawatir dengan masakannya


"enak?" tanya Rama

__ADS_1


"hmm, enak"


"beneran?" tanya Rama lagi


"mau juga" tawar Anggi


"sedikit aja, aku mau coba"


Anggi memberikan Satu suapan untuk Rama yang tepat berada di sampingnya. Sentak Rama mengeryit merasa masakannya agak sedikit aneh, tapi kenapa malah Anggi bilang enak


"sayang, kamu ngga usah makan yah, ngga enak"


"siapa bilang, enak kok"


"kamu makan yang lain aja yah" Ucap Rama seraya merebut piring makanan dihadapan Anggi


"ihh sayang, ini enak buktinya aku makan, besok buatin yang kayak begini yah" titah Anggi


Rama segera meneguk segelas air sampai tandas, entah itu rasa apa bisa-bisanya Anggi menyukai makanan itu


"sayang" Panggil Rama


"hmm, kenapa" sahut Anggi dengan mulut yang sedikit penuh


"sebentar kita kerumah sakit yah" kata Rama


"iya"


Rama mengambil sebutir nasi di pipi Anggi yang makan sedikit belepotan lalu memasukkannya ke mulut Rama


"kamu seperti anak kecil aja makannya" gemas Rama


Rama hanya di hadiahi cengiran kuda oleh Anggi, Setelah makanan di piring habis, Anggi segera ke kamar nya untuk bersiap siap ke rumah sakit seperti yang dikatakan Rama barusan


Tak perlu waktu lama untuk bersiap, Anggi dan Rama sekarang sudah berada di mobil menuju Rumah sakit


"kamu di rumah sakit kan" ucap Rama pada orang yang sedang ia telpon


"iya"


"beri tahu dokter yang akan memeriksa Anggi, kalau aku sudah dijalan"


"baiklah, tapi kenapa kamu baru menelpon, membuat aku susah saja"


"heh, yang nyuruh aku kerumah sakit siapa"


"yah aku cuma menyarankan"


"ngga usah bawel, mending kamu cari dokternya sekarang"


Panggilan diputuskan sepihal oleh Rama


"Dasar sepupu laknat, main nyuruh-nyuruh aja, seperti rumah sakit ini milik dia aja" ujar Dion yang sudah komat-kamit ngga jelas karena kesal, jelas- jelas Rumah sakit ini punya Papanya, kenapa malah dia yang di perintah.


"siapa? " tanya Anggi setelah mengetahui Rama sudah selesai berbicara di telpon


" Dion" singkat Rama


"kamu ini kenapa ngomong kayak gitu ke Kak Dion"


"sama Dion kamu panggil dia kak, kenapa sama aku ngga, aku itu seumuran yah sama dia" cemburu Rama


"kamu kan suami aku, seharusnya aku panggil kamu itu sayang, bukan Kakak" goda Anggi


"sayang" senyum Rama


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2