Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Kakek Vs Anggi


__ADS_3

Rama keluar kamar lebih dulu setelah berganti pakaian untuk ke kampus. Tak lupa berpamitan dengan kakeknya.


"Kek, Rama berangkat kampus dulu yah"


"Anggi mana, kenapa tidak berangkat bersama" tanya kakek


"dia akan menyusul nanti, lagi pula dia tidak ada kuliah pagi kek"


" yah sudah, kamu hati hati jangan ngebut di jalan" perintah kakek


"siap kek" sahut Rama semangat


Rama mulai melajukan mobilnya, membelah jalanan yang sedikit padat. Tapi tidak membuat dia terlambat mengikuti kuliahnya.


Rama melihat kedua sahabatnya sedang duduk di bangku taman sambil mengobrol bersama.


"hay bro" sahut gilang


"hmmm"


"kamu belum liat berita hari ini" sahut gilang


"berita apaan"


"kamu jadi pemeran lelaki utama bro" sahut jibran


"apa sih maksud kamu, to the point aja yah"


Jibran menyodorkan HP nya menunjukkan topik terhangat pagi ini, di forum kampus dan akun sosmed.


Artis cantik Luna tengah menjalin hubungan dengan anak seorang pengusaha terbesar dengan inisial R.


Luna di kabarkan tengah menjalin hubungan dengannya selama setahun belakangan ini. Tapi publik baru mengetahui nya setelah fotonya beredar di sosial media milik akun dispicture. Akun gosip artis dan kegiatan sehari hari mereka.


Tak lama setelah melihat berita itu, banyak wartawan yang mulai berdatangan menghampiri Ketia orang itu.


Sontak Rama menghindari mereka dan segera masuk di ruang kuliahnya.


Rama tidak ingin menanggapi berita itu, karena diantar keduanya sudah tidak ada hubungan lagi.


Tapi yang menjadi kekhawatiran Rama saat ini, jika Anggi dan keluarganya melihat berita itu.


Dering Ponsel milik Rama berbunyi.


Panggilan dari Anggi. Rama segera menjauh dari beberapa mahasiswa disekitarnya


"halo" ucap seorang wanita diseberang sana


"hmm, kenapa"


"apa kau melihat berita pagi ini"


"aku sudah melihatnya, jika kau hanya ingin membahasnya.. " pembicaraan nya terpotong


"aku tidak peduli" jawab anggi yang tengah memotong perkataan Rama barusan


" aku hanya ingin memberitahu mu, jangan sampai kakek melihat berita itu"


"Jika kau mengkhawatirkan ku, aku tidak peduli karena akan menguntungkan ku" lanjutnya


"baiklah, kau dimana sekarang?"


"masih di rumah"


"apa aku boleh meminta bantuan mu"


"hmm, katakan"


" bisakah kau melakukan sesuatu, agar kakek tidak melihat berita itu"


"aku khawatir kakek, penyakitnya kambuh lagi" Rama


"apa keuntungan ku kalau aku bisa melakukannya? " nego Anggi


" apapun yang kamu inginkan"


" baik lah"


"apa aku bisa mempercayai mu?"


"percayakan padaku"


Anggi segera berlari menuju kamar Kakek.


Di dapatnya kakek yang sedang tengah bermain dengan ponselnya


"kakek" sahut Anggi


"apa boleh Anggi masuk kek"

__ADS_1


"Tentu saja"


" kakek sedang apa? "


"kau tau permainan game ini, ini sangat seru Anggi"


" kakek tau game ini dari mana"


" kakek sering bermain game dengan Rama, bahkan Kakek selalu mengalahkan Rama" sambil tertawa riang


" apa kakek yakin bisa mengalahkan Anggi"


" kamu bisa"


" bisa dong"


"Kalau Anggi menang, hadiahnya apa kek"


" bilang saja apapun yang Cucu kakek inginkan"


Anggi mengacungkan jarinya bertanda oke


Saat bermain game, Anggi memang sedikit kewalahan menghadapi kakek, pikirnya kakek sudah pemain pro yang tak terkalahkan


Dengan tekad Anggi akhirnya menang mengalahkan kakek. Bagaimana tidak permainan itu sudah bosan di mainkan Anggi.


"yehh, Anggi menang kek"


Dengan muka sedih di buat buat kakek, wajah di tekuk seperti anak kecil.


"kakek menggemaskan banget sih" tersenyum melihat tingkah kakek


" yah sudah, Anggi mau apa? " tanya kakek dengan pasrah


" mau mobil baru? " serunya


" Anggi gak mau apa apa kek"


" loh tadi kan mau hadiah, katakan saja jangan sungkan sama kakek"


"kek boleh Anggi ubah hadiah nya jadi sebuah permintaan" jawab Anggi dengan muka memelas


"boleh boleh saja, katakan asal jangan meminta kakek untuk menyuruh Rama menjauhi mu"


"hahha, kakek kok ngomong begitu sih"


" ayo cepat katakan"


"kakek akan bahagia jika kalian juga bahagia"


"Anggi, boleh kakek bertanya padamu tentang Rama"


" iya kek"


" Apa kamu mencintai Rama? "


Deg, bagai tersambar petir, muka Anggi langsung memucat.


"apa kakek ingin jawaban jujur dari Anggi"


" tentu saja, kakek tidak suka kebohongan"


" Maafkan Anggi kek, Anggi juga tidak bisa membohongi diri Anggi dan juga Tidak tega membohongi kakek, sebenarnya Anggi belum punya perasaan cinta sama Rama"


" begitupun dengan Rama, Rama sepertinya juga belum bisa menerima Anggi"


"kemarin hanya sandiwara kami saja, karena tidak ingin membuat kakek sedih dan kepikiran dengan kami"


Tanpa sadar Anggi meneteskan cairan bening yang sudah menumpuk di kelopak matanya


" tatap kakek Anggi"


Dengan sedikit keberanian, Anggi menatap sayu mata kakeknya yang nampak memperlihatkan raut wajah kecewanya.


Kakek mengangkat tangannya meraih wajah Anggi, menyingkirkan air matanya di kedua pipinya dengan lembut, mengusap surai rambut yang hitam lurus panjang itu.


" kakek percaya padamu, makanya kakek memilihmu sebagai cucu menantu kakek"


"kakek yakin kamu bisa menerima Rama dengan tulus, meskipun bukan sekarang Anggi Tapi nanti"


" apa kakek percaya dengan Rama" tanya Anggi


" selama ini Rama bisa di percaya, selama itu juga Rama tidak pernah mengecawakan kakek"


" sebenarnya kakek tau hubungan kalian itu tidak seperti yang kalian tampakkan tadi"


"Maafkan Anggi Kek, Anggi berbohong"


"kakek mengerti, sebuah hubungan tidak akan cepat terjalin tanpa saling mengenal, jika kau mau menjalani nya dengan suka cita pasti kau bisa merasakan ketulusan itu"

__ADS_1


" lagi pula bukan salah kalian kan, salahkan kami yang memaksakan kalian"


"kakek tidak boleh berbicara seperti itu"


"Anggi memang belum bisa menerima pernikahan ini, bukan berarti Anggi menyerah Kek, Anggi senang bisa mengenal kakek, mama dan papa Rama. Kalian sangat baik pada Anggi"


"cepat atau lambat perasaan itu pasti akan muncul suatu saat nanti, hanya butuh waktu kek, asalkan kita merasa nyaman menjalaninya"


"terima kasih Anggi, kakek senang kau bisa bicara jujur,


"Tapi kek, Anggi merasa bersalah pada kakek"


"kamu tidak usah memikirkan itu"


Setelah berbicara cukup banyak, Anggi memberanikan berbicara lagi alih alih takut penyakit kambuh, dia menyakinkan kakek dahulu lalu bercerita


" kek, ada yang Anggi mau sampaikan"


Kakek mengangguk mengiyakan


"ini tentang Rama kek, tapi kakek harus janji dulu tidak boleh kaget. Oke"


"oke" kata kakek


"begini sebenarnya Rama sebelum nya punya pacar tapi sudah putus sebelum Anggi menikah dengan Rama, tapi gadis itu muncul lagi kek"


"Anggi sedikit kesal sih melihat mereka"


Kakek tertawa mendengar Anggi bercerita sambil memanyun kan bibirnya


" kakek, kok ketawa ihh"


"soalnya Cucu kakek ini gemes banget saat cerita" sambil menarik hidung Anggi


" iya iya kakek berhenti ketawa, lanjutkan cerita kamu tadi"


"oh iya tadi kamu kesal kan"


" ngga kesal sih kek, cuman risih aja melihatnya"


" Anggi Cemburu"


"bukan cemburu juga kek"


" Lalu apa kalo bukan Cemburu"


"pokoknya Anggi ngga suka aja lihat gadis itu"


"iya iya" sahut kakek


"mantan pacarnya Rama, Artis loh kek"


"oh mantan pacar yang ninggalin Rama itu"


"kakek tau juga? " balas Anggi kaget


"iya kakek tau semua wanita yang dekat dengan Rama, tapi Rama tidak tau kalau kakek sering menyuruh orang mengikuti dia"


" Tunggu, jadi gosip itu, kakek tau juga"


"ehh Anggi cepat paham juga rupanya"


"yah tau gitu gak usah pura-pura tadi"


" mau pura-pura apa? " tanya kakek


" yah tadi kan Rama nyuruh Anggi liat kakek Rama khawatir kalau nanti kakek liat berita itu lalu jadi sakit, ternyata kakek tau lebih dulu"


" lalu kamu iyaian permintaan Rama"


" ngga sih kek, Anggi minta keuntungan" jawab Anggi jujur


"Tapi kakek udah tau, gagal deh"


"Tenang aja, kakek juga bisa pura-pura kok"


"kakek mau nolong Anggi? " tanya Anggi semangat


" tapi dengan syarat juga"


" apa kek? "


" Buat Rama suka sama kamu"


" yah Kek, Perasaan suka kan gak boleg di paksain"


" siapa yang bilang kakek nyuruh kamu maksa Rama langsung suka sama kamu"


"lalu"

__ADS_1


" secara perlahan Anggi"


Bersambung...


__ADS_2