
Wanita itu menunggu kabar dari pihak polisi tapi tak ada kabar sama sekali, sebulan berlalu, wanita itu mulai nyaman dengan keberadaan Anggi, suaminya pun menyukai anak yang di bawa istrinya itu, dengan sikapnya yang ceria dan mampu membuat wanita kagum dengan kepintaran Anggi.
"sayang bagaimana kalau kita mengadopsi anak ini" kata Suaminya
"kamu yakin ingin mengadopsinya"
"iya, lagi pula anak kita yang meninggal seumuran dengan Anggi"
"iya kamu benar, jika anak kita tidak di panggil oleh Tuhan, Pasti umurnya sudah seperti ini"
"aku akan mengurus semuanya, jika sebulan lagi anak ini tidak ada yang mencarinya, kita adopsi"
"tapi aku berharap anak ini menganggap ku sebagai mama kandungnya, dan aku akan menganggapnya sebagai anak kandungku"
"sayang kamu mau kan anggap mama sebagai mama kandung kamu" kata wanita ke Anggi kecil
Anggi hanya tersenyum lalu memeluk wanita itu dan memberikan ciuman di pipinya.
Hari hari dirumah itu di hiasi dengan canda dan tawa nya Anggi, Rumah yang selama ini sepi menjadi hidup kembali dengan kehadiran Anggi di tengah tengah keluarga kecil nya.
Kakek yang selama ini Anggi Anggap sebagai kakeknya, tidak tau bahwa cucu yang di yakininya itu adalah anak adopsi.
Selama ini mereka tinggal berpisah dengannya keluarganya, karena Ayahnya mengurus perusahaan di luar negeri sedangkan mereka mengurus perusahaan cabangnya di Indonesia.
Flashback off
"Maaf, aku harus pulang, suami ku pasti mencariku, semoga kalian bisa menemukan Anggun, Permisi"
"Anggun kamu cucu kakek satu satunya, hanya kamu keluarga yang kakek miliki"
"tapi aku bukan Anggun"
Seseorang wanita yang mirip dengan Anggi masuk membuka pintu, semua mata tertuju padanya.
"Anggun"
"Kakek"
Anggi heran melihat penampakan wajahnya di balik pakaian yang berbeda.
Anggun yang melihatnya mengingat kenangannya saat bermain bersama dengan saudara kembarnya.
Selama ini dia mengira bahwa orang tuanya dan saudaranya telah meninggal.
Anggun menutup rapat rapat kenyataan itu karena tidak ingin mengenang kenangan pahit yang pernah di alaminya.
Bahkan tidak memberi tahu siapapun kalau dia punya saudara kembar.
Anggun menghampiri Anggi,
"kamu Anggi kan" menatap Anggi
Anggi masih diam tak menjawab, dia sama sekali tidak bisa berkata kata.
"karena kamu sudah datang, jadi biarkan aku pergi" kata Anggi
"tunggu" kata Kakek
Kakek yang melihat interaksi mereka keheranan
"Anggun bisa jelaskan ke kakek maksud kamu barusan, apa kau mengenalnya"
__ADS_1
"maafkan Anggun kek, karena baru memberi tahu kakek soal ini, Anggun hanya tidak ingin mengingat kejadian yang menimpaku waktu kecil"
"apa maksud kamu?" ucap kakek
"sebenarnya kamu saudara kembar ku, tapi aku juga tidak menyangka bisa bertemu denganmu disini, karena aku mengira kamu juga sudah .. " ucapan Anggun tertahan menahan sedih
" saudara kembar, tapi kenapa aku tidak tau selama ini"
"tunggu, kamu bilang orang tua kita meninggal, jadi yang merawatku selama ini siapa?"
"aku akan menjelaskannya padamu semuanya"
"soal yang merawat mu selama ini kau bisa minta penjelasan padanya"
"aku tidak bisa percaya padamu begitu saja"
"terserah kamu saja, jika kamu belum bisa percaya dan mengetahui fakta yang sebenarnya,tapi satu hal yang perlu kamu tau, wajah kita mirip dan sangat mustahil jika kita tidak memiliki ikatan"
Anggi sangat syok mengetahui fakta baru yang membuatnya percaya bahwa memang yang di katakan Anggun bisa saja semuanya benar
"Setelah aku pulang, aku akan meminta penjelasan ke Mama" pikirnya
Sejak kecil Anggi mengalami trauma, orang tua barunya membawanya ke psikiater agar bisa menghilangkan rasa traumanya itu namun setelahnya Anggi melupakan sebagian ingatan yang pernah dia ingat sewaktu kecil.
Namun satu hal yang tidak bisa dia lupakan sampai sekarang dia masih takut dengan kegelapan.
"Anggi, kau tau betapa senangnya aku saat melihatmu" ucap Anggun
Anggi dan Anggun saling mengobrol dan menjelaskan kejadin waktu kecilnya termasuk penculikan dan kejadian kecelakaan itu tapi Anggi masih belum mengingat kejadian itu,
Satu hal yang dia yakini, mungkin ini penyebab
Trauma nya selama ini.
Di satu sisi, Rama sudah panik dan mencari Anggi kemana-mana
"Rama kamu tenang, kita mencari Anggi bersama, bisa saja dia sedang di suatu tempat ingin menenangkan dirinya" ucap Vino menenangkan Rama
"ini sudah mau sore, tapi belum ada kabar darinya, ponselnya juga tidak di angkat"
"apa kau ada masalah dengannya" kata Jibran
"mana mungkin, kami berdua baik-baik saja tadi pagi"
Dara datang setelah menemukan ponsel Anggi yang terjatuh di halaman belakang kampus
"aku menemukan ponsel Anggi di halaman belakang"
Rama semakin frustasi, kemana sebenarnya Perginya Anggi.
"bagaimana kalau kita mau ngecek CCTV saja" usul Gilang
"kau menemukan Ponsel Anggi di halaman belakang kan, kita cek keberadaan Anggi disana"
Setelah mengeceknya bersama sama, dia melihat kejadian tak terduga bahwa Anggi bersama seorang pria yang memaksanya pergi bersamanya
"Siapa pria itu" tanya Rama
"mana aku tau Rama, aku juga baru melihatnya barusan"
"Anggi sebenarnya kamu dimana sekarang"
__ADS_1
"apa kita lapor polisi saja" usul Dara
"ini belum 24 jam, ini belum termasuk penculikan jika kita melapor ke polisi" ucap Vino
"lalu apa yang harus aku lakukan" Rama memukul meja sangat marah
"Rama tenangkan dirimu, Anggi pasti baik baik saja"
"semoga saja dia baik-baik saja, jika sampai dia lecet hanya sedikit saja, tidak akan aku beri ampun pria yang membawa Anggi.
Anggi sampai lupa memberikan kabar ke Rama dia pasti mencarinya apalagi ini sudah sore.
"apa boleh aku meminjam ponselmu, aku mau menghubungi suamiku"
Tapi Anggi tidak menghafal nomor ponselnya, dia bingung harus menghubungi siapa, Rama tidak pernah membuka aku sosial medianya, dia segera menghubungi Dara yang langsung di angkat
"halo"
"ini aku Anggi"
"kamu dimana, Rama sangat khawatir padamu"
"aku akan menjelaskannya nanti, kau bersama Rama sekarang"
"iya, kau ingin bicara"
"iya"
"Anggi apa kau baik-baik saja" tanya Rama khawatir
"aku baik-baik saja, tidak usah mengkhawatirkan ku, aku aman disini"
"kalau begitu kamu dimana, aku jemput sekarang" tanya Rama
"iya, aku akan mengirim alamatnya, jemput aku sekarang, aku tunggu"
"baiklah"
Anggi menutup panggilannya lalu memberikan kembali ponsel Anggun
Tanpa berpikir panjang, Rama langsung menuju ke lokasi yang dikirim Anggi bersama Teman-teman nya
"maafkan aku Anggi, karena Aku kamu jadi kesusahan seperti ini" kata Anggun menyesal
"tidak masalah, dengan kejadian ini aku juga bisa mengetahui banyak hal"
"oh iya, kenapa kamu kabur dari rumah"
"kakek mau menjodohkan aku, tapi aku tidak mau makanya aku kabur dari rumah"
"lalu kenapa kau kembali"
"aku mendengar kabar bahwa aku sudah di temukan, padahal aku masih di apartemenku, karena aku penasaran makanya aku kesini"
"lalu siapa pria yang membawaku kemari" tanya Anggi
"dia anak dari sekretarisnya kakek, dia juga sudah aku anggap sebagai kakak ku, karena dia juga tinggal dirumah ini"
"oh begitu"
Percakapan mereka berlanjut sambil menunggu Rama menjemputnya
__ADS_1
Bersambung...