
Saat perjalanan pulang tiba tiba perut Anggi berbunyi karena lapar, Rama yang mendengarnya berinisiatif mencari tempat makan.
"kau ingin makan apa ?" kata Rama.
Tiba tiba Anggi berkata
"Berhenti, aku ingin makan itu", Anggi menunjuk pedagang kaki lima yang bertempat dipinggiran jalan itu,
"bukannya tidak sehat makan di pinggiran jalan, aku akan membawamu makan di restoran saja, yang terjamin kebersihannya" kata Rama.
"Terserah kamu saja" membalasnya dengan nada cuek.
Sesampainya di Restoran Rama memesan makanan dan menyuruhnya untuk memesan juga,
"Kau ingin makan apa? "
tapi tidak ada kata satu pun yang di ucapkan Anggi,
jadi Rama memesankan yang sama dengan makanan yang dipesannnya.
Dia mengeluarkan handphone gengamnya menelpon seseorang
“halo bibi, aku hanya ingin mengatakan bahwa bibi tidak perlu membuatkan kami makanan, kami akan makan diluar".
Menutup telpon dan menatap Anggi.
"Apa kau tidak ingin berbicara sedikitpun, oh apa kau sudah terlalu lapar jadi kau mengirit tenagamu" dengan nada bercanda,
Anggi menyeringai dan berkata
“ tidak lucu sedikit pun”.
Tak lama saat sedang berbincang tadi, makanan yang dipesan sudah jadi, Rama dan Anggi segera menyantap makanan itu. Setelah selesai makan Rama membayar makanan dan siap untuk kembali kerumahnya.
Mereka tiba dirumahnya dan langsung ke kamarnya masing masing. Anggi mandi dulu sebelum tidur begitupun Rama. Sebelum tidur Anggi menghubungi Dara bahwa dia sudah sampai dirumahnya,
dia mengobrol cukup banyak ditelpon dan tiba tiba seseorang mengetuk pintu kamar "Anggi" suara berat lelaki yang tidak asing lagi terdengar ditelinga Anggi,
"Masuk" kata Anggi yang sudah sangat tau siapa orang di balik pintu itu,
__ADS_1
Tentu sja itu Rama,
" Ada apa?" Sahut Anggi
"Aku hanya ingin mengingatkanmu kalau kau sudah masuk kampus besok jadi tidurlah cepat nanti kau kesiangan" kata Rama
mengangguk tanda mengiyakan perkataan Rama.
Anggi melanjutkan pembicaraannya di telpon dengan Dara, "Dara aku hampir lupa untung dia mengingatkan ku" kata Anggi
"Makanya kau seharusnya jangan terlalu berburuk sangka dengannya, bukannya dia tipe cowok yang perhatian yang kau idam idamkan selama ini" kata Dara,
"iya iya kau tidak perlu membahas tipe pria idaman ku" ucap Anggi
kalau begitu aku tutup telponnya, bye bye.
Anggi langsung berbaring dan menyimpan handphonenya, sebelum itu dia menyetel Alarm untuk jam 5 pagi agar dia tidak telat bangun.
Alarm berbunyi tanda pagi sudah dimulai
Anggi yang masih mengantuk melanjutkan tidurnya, tapi dering Alarm masih berbunyi, dia mematikan Alarm tersebut tanpa sadar akhirnya dia bangun di pukul 07.30.
Rama yang sudah selesai menuju meja makan untuk sarapan, Anggi segera Mandi dan menuju meja makan, karena terburu buru sebagai ketua panitia Ospek, Rama segera pergi ke kampusnya dan meninggalkan Anggi yang belum selesai juga, akhirnya Anggi berangkat sendiri dengan mengendarai mobilnya, dia sudah sangat telat.
Untung saja Rama sebagai ketua Panitia melihat Anggi belum sampai dia mengulur sedikit waktu agar Anggi bisa mengikuti rangkaian Acaranya.
terlihat dari jauh Anggi berlari menuju ruang yang telah disiapkan untuk pertemuan, tetapi Anggi tertahan oleh beberapa senior yang menjaga diluar pintu, karena ini hari pertamanya, jadi dia diberi keringanan agar tidak terlambat lagi, dia dipersilahkan masuk oleh seniornya, saat itu dia melihat Anggi masuk dari ruangan.
Rama pun memulai pembukaan sebagai ketua panitia Ospek yang di dampingi oleh ketua jurusan proram studinya
Sambutan oleh ketua jurusan mengawali tanda dimulainya Ospek untuk Mahasiswa Baru,
setelah itu selesai pembukaan senior mengambil alih kegiatan Ospek tersebut, semua Panitia yang dipercayakan untuk mengambil alih kegiatan memperkenalkan dirinya.
Panitia mengatakan " jika salah satu dari kami tidak menggunakan id card (tanda pengenal) maka jangan mengikuti perintahnya, karena bisa jadi itu bukan panitia salah satu dari kami, dia hanya ingin mengerjai kalian, jadi silahkan ingat itu"
Anggi yang bosan karena tidak mengenal seorang pun disana, dia juga tidak melihat Dara sahabatnya dari beberapa mahasiswa baru yang berdiri didepannya, dia pun hanya berdiri diam dan mendengarkan saja.
Rama yang selalu memerhatikan Anggi dari jarak jauh, segera berdiri dibelakangnya, Rama yang iseng membuat Anggi selalu patuh dengan perkataannya, Rama bahkan menyuruh Anggi berdiri dengan tegap, tanpa Anggi tahu siapa yang menyuruhnya karena tidak ingin berbalik, Rama tertawa kecil saat menjahili dia.
__ADS_1
Rama berjalan dan memerhatikan mahasiswa baru agar selalu mendengarkan perkataan panitia, saat berjalan mahasiswi perempuan terkesima dengan ketampanan Rama, Anggi yang berkata dalam hati
“dia benar benar menggunakan wajahnya agar terlihat keren dihadapan mahasiswi baru perempuan, mereka tidak tahu saja jika pria yang membuatnya terpesona memiliki kepribadian yang sangat menjengkelkan di tambah lagi dia sudah menikah”. Ucap Anggi di pikirannya sambil menyeringai
Setiap kelompok terdiri dari 8 orang yang telah diacak nomornya, mereka membentuk menjadi 6 kelompok total 48 mahasiswa setiap kelompok terdapat 2 orang panitia yang akan bertugas menuntun mereka untuk pengenalan sekitar kampus dan akan menjadi tanggung jawabnya dalam kelompok tersebut.
Termasuk ketua panitia dia berpartisipasi dalam kelompok tersebut, dia bergabung dikelompok yang sama dengan Anggi.
Disela sela pengenalan ruang kampus terlihat wanita cantik datang menghampiri Rama dia berjalan seperti layaknya model,dengan kaki jenjang rambut terurai dan makeup tipis yang menghiasi mukanya,
Mahasiswa baru yang melihatnya membicarakannya, "bukannya itu Luna"
Semua mahasiswa tau kalau itu Luna artis yang sudah cukup lama wajahnya berada di layar kaca kecuali Anggi yang tidak tahu sama sekali karena tidak tertarik dengan dunia selebriti.
dia adalah Luna mantan pacar Rama, dia juga salah satu mahasiswa di kampus tersebut dengan kelas yang sama dengan Rama.
Saat itu mereka berbincang dengan kali pertamanya setelah berpisah, Luna masih menganggap hubungan nya dengan Rama masih berjalan, karena tidak ada kata putus di antara keduanya, tetapi Rama menganggap mereka sudah putus karena sakit hati akibat pengakuan Luna di depan media bahwa dia sedang tidak berpacaran.
Saat itu Luna memanggil Rama tetapi Rama (menghindari Luna) fokus dengan kegiatan, Anggi yang melihat interaksi itu bertanya tanya dalam hatinya "siapa wanita yang sedang memanggil Rama", Rama melihat tatapan Anggi yang sedang melihat interaksi mereka berdua sedikit khawatir karena dilihat oleh istrinya, Rama khawatir jika Anggi cemburu.
Luna menunggu Rama selesai dengan kegiatannya dan duduk disalah satu kursi ditaman depan jurusannya.
Setelah selesai Rama berjalan keluar untuk pulang, saat melihat Rama berjalan Luna memanggil nya dengan nada lembut.
Rama berbalik dan menghentikan langkahnya. Dia hanya terdiam menatap dengan tatapan yang sedikit cuek
Rama : ada apa ?
Luna : aku hanya ingin melihatmu, aku meluangkan waktuku untuk bertemu denganmu.
Rama : untuk apa?,bukannya kau sangat sibuk
Luna : kenapa nada bicara mu seperti itu, apa kau tidak merindukanku?
Rama : kenapa aku harus merindukanmu? Bukannya kita tidak ada hubungan lagi.
Luna : maksud kamu apa? Aku tidak mengerti, kamu jangan bercanda (memeluk)
Rama hanya terdiam dan tidak tau harus melakukan apa, karena dia masih memiliki perasaan dengan Luna tetapi dia juga marah, dan disisi lain dia juga memikirkan Anggi Istrinya.
__ADS_1
Bersambung.