
Di siang hari setelah Anggi bangun dari tidurnya, saat ini ia tengah berada diruang tamu seraya memegang remote TV, semua chanel TV sudah di ganti beberapa kali, tanyangan TV membuatnya merasa jenuh tidak ada yang bagus untuk ia tonton
Sesekali Anggi menatap jam di dinding, Rama begitu lama mencari makanan untuknya, padahal ia hanya menyuruhnya membeli makanan yang ditunjukan di ponselnya tadi
Anggi mengambil Ponselnya di diatas meja untuk menghubungi Rama, begitu suara dentuman pertama, Rama langsung mengangkat telpon Anggi
"kamu dimana, lama banget sih" ucap Anggi
"udah dijalan sayang, sabar yah"
"emang kamu belinya dimana sih"
Rama menghembuskan nafasnya kasar, Apa Anggi tidak tau bagaimana perjuangannya mendapatkan makanan seperti maunya.
"pokoknya jauh, kamu ngga kasian sama aku"
"yah udah, hati-hati dijalan kalau begitu" kata Anggi lalu mematikan panggilanya
Singkat cerita 3 jam yang lalu saat Anggi bermain di ponselnya membuka akun sosial medianya satu persatu pikirnya sudah lama dia tidak mengunjunginya, seraya menscroll benda semi empat di genggamannya, Anggi melihat beberapa makanan yang membuatnya tergiur ingin memakannya.
Matanya tertuju pada gambaran makanan tradisional, sepertinya dia ingin sekali memakannya.
Saat duduk di sofa depan TV Anggi sibuk dengan pikirannya yang ingin memakan makanan itu, Rama datang langsung meraih kepalanya lalu mencium kening Anggi dari belakang, kemudian duduk disampingnya
"sedang apa?" tanya Rama
"cuman main ini" jawab Anggi singkat lalu menunjukkan ponselnya
Sibuk dengan ponselnya, Rama merasa Anggi tidak memedulikannya. Entah ide gila dari mana Rama langsung berbaring di paha Anggi
Kemudian berbalik menghadap perut Anggi
"halo sayang, lagi ngapain" menyapa calon anaknya
"kamu baik-baik aja kan didalam sini, jangan nyusahin mama, ingat yah pesan papa" ucap Rama seraya menciumnya
...Anggi sempat tersenyum geli mendengar Rama berkomunikasi dengan calon anaknya, namun makanan yang dilihatnya sedari tadi tidak teralihkan. Anggi masih setiap menatap gambar-gambar makanan di ponselnya...
"sayang, kamu liatin apa sih, sampai cuekin aku, coba aku liat" ujar Rama penasaran lalu merebut ponsel dari kedua tangan Anggi
"ihh, kok direbut sih" kesal Anggi
Setelah melihat isi ponsel Anggi, semuanya hanya gambar makanan.
"kamu mau makanan ini" menunjuk gambar
"hmm" menunduk lalu mengangguk di hadapan Anggi
"mau aku beliin" usul Rama
"beneran mau beliin buat aku" semangat Anggi penuh antusias
"iya, masa buat istriku tersayang ngga bisa aku beliin"
"yah udah sana, buruan" berusaha mengangkat kepala Rama yang masih setia berbaring di paha Anggi
Rama kaget melihat tingkahnya karena Anggi malah menyuruh Rama pergi sekarang. Padahal dia masih ingin bermanja-manja dengannya,
"ayo cepetan" titah Anggi
"sabar dong sayang, bentar yah"
"katanya mau dibeliin"
__ADS_1
"iya tapi bentar"
"aku maunya sekarang"
"yah udah kau pergi" terpaksa Rama
"aku mau yang ini yah, ini, ini dan ini juga" sambil memperlihatkan gambar yang di tunjuk
"banyak banget"
"aku mau makan yang itu"
"yah udah, kamu mau ikut atau nungguin disini" tawar Rama
"disini aja deh, diluar panas malas keluar Rumah" keluh Anggi
"cium dulu, baru aku pergi" menunjuk bibir nya lalu mengerucutkannya
Anggi sentak mencium bibir Rama singkat, lalu mendorong nya pergi, Wajah Anggi sudah berubah merah karena malu, walaupun sudah sering, tapi tetap saja dia masih terasa canggung jika harus memulai duluan.
Rama berjalan riang menuju mobilnya sambil bersenandung, pikirnya semua yang Anggi tunjuk mudah dia dapatkan, mengingat mereka tinggal dikota otomatis banyak penjual dari daerah lain yang menjajakan jualannya.
Namun setelah beberapa puluh menit berkeliling malah tidak menemukan satupun, sialnya malah ada banyak yang diinginkan Anggi, tidak mungkin dia kembali dengan tangan kosong.
Rama mencari beberapa informasi yang menjual di sekitar tempatnya, namun yang ditunjukan berada di luar kota, siapa yang bisa datang ketempat yang begitu jauh.
Sudah sejam Rama berkeliling akhirnya dia menyerah, Rama mulai berpikir untuk memasaknya saja, tapi tidak bisa memasak, menyuruh bibi sama saja jika dia pulang tidak membawa apapun
Akhirnya terlintas dipikiran Rama untuk membeli bahannya saja lalu akan menyuruh mama nya untuk memasak semua menu makanan tradisional yang di inginkan Anggi.
Sampai lah Rama di kediaman Orang tuanya
"mama ada ngga" tanya Rama ke pelayan
"yah udah" jawab Rama pasrah
Rama mengambil ponselnya lalu menelpon mamanya
"halo"
"mama dimana?"
"mama lagi belanja nih, ada apa sayang"
"Rama mau minta tolong dimasakin dong!"
"memangnya bibi ngga masakin kamu, Anggi kemana?" tanya Mama Rama heran
"entar Rama jelasin, aku ada dirumah Mama sekarang"
"kenapa ngga beli aja" ucap Mama makin keheranan
"kalau bisa beli ngga mungkin nyuruh mama"
"memangnya mau dimasakin apa?"
"Rama kirimin gambarnya yah"
"kamu aneh deh, kenapa mau makan yang susah di cari sih, cari yang ada aja"
"kalau Rama sih gampang, mau makan apa aja tinggal makan, masalahnya ini Anggi yang minta, dia maunya itu"
"kayak orang ngidam aja" kekeh Mama Rama
__ADS_1
"emang sedang ngidam Mah" sahut Rama
"kamu ini ada-ada aja deh" kata Mama masih mode bercanda
"hahh, apa tadi kamu bilang, Anggi ngidam, Anggi hamil" kaget Mama
"iya Mah"
"Mama pulang sekarang, atau Mama beliin bahannya dulu kebetulan masih belanja"
"Rama udah beli"
"yah sudah, kalau begitu suruh Pelayan siapin bahannya, nanti kalau Mama sampai rumah tinggal Mama yang masak" ucap Mama kegirangan
Begitu percakapan Mama dan Rama, dan berakhirlah, makanan itu Mama Rama yang masak.
"makasih yang Mah, Rama jadi ngerepotin deh"
"Ngga apa-apa sayang, ini kan untuk Cucu Mama juga"
"Mama seneng banget mendengar Anggi hamil"
"iya Mah, Rama lebih senang lagi"
Sekarang Rama sudah di jalan menuju Rumah mereka, tiba-tiba Anggi menelponnya.
"pasti udah ngga sabar nih anak" gumam Rama
"Rama kamu harus banyak-banyak sabar, ini baru Empat Minggu, masih ada beberapa minggu lagi" ucap Rama menyemangati dirinya sendiri
Setibanya di rumah, Rama menemukan beberapa makanan di atas meja
"Sayang" panggil Rama yang sudah berbaring di sofa sambil menonton Tv malas
"lama banget sih, susah yah nyarinya" kesal Anggi
"bukan susah sayang, tapi udah emang jarang dijual, malah bahkan ngga ada sama sekali, kalau ada harus keluar kota dulu"
"terus bagaimana caranya bisa dapat ini semua, kamu keluar kota belinya, pantasan kamu lama banget" tanya Anggi menelisik
"ngga mungkin lah, aku minta Mama buatin makanannya"
"jadi Mama tau dong" tanya Anggi
"hmm, emang harusnya mereka tau kan kabar bahagia ini"
"terus Mama bilang apa? "
"yah dia senang banget, Mama nyuruh kamu sesekali jalan-jalan Ke rumah"
"hmm iya" pasrah Anggi
"kamu udah ngabarin Mama Papa kamu, sama Kakek"
"belum, Aku malu ngasih tau mereka"
"kenapa harus malu sih, kamu punya suami jadi wajar kalau hamil"
"jika mereka tau, pasti akan sangat senang" lanjut Rama
"yah sudah, aku telpon mereka dulu"
Bersambung...
__ADS_1