
Sesampainya di rumah orang tuanya, Rama turun lalu menggandeng tangan Anggi erat
Mereka masuk kedalam Rumah yang di sambut oleh pembantu Rumah tangganya
"silahkan masuk tuan"
"kakek ayo masuk" suruh Rama
Anggi menuntun kakek jalan bersamanya
Saat berjumpa dengan mamanya mereka langsung menyapa satu sama lain, tidak lupa Anggi yang disambut dengan pelukan hangat dari mama mertuanya.
"apa kabar sayang" tanya Mama Rama
"baik Mah"
"Rama ngga pernah nyusahin kamu kan"
"ngga kok Mah, dia sangat baik"
"jadi kapan kalian memberikan ku cucu"
Anggi hanya tersenyum menanggapi mama mertuanya. Dia bahkan tidak bisa berkata kata, melakukannya saja belum pernah. Dia harus menjawab apa
"Mama sabar aja, aku bikinnya tiap malam cuman belum gol aja" Rama tersenyum menatap Anggi lalu memegang tangannya agar tenang
Untung saja Rama menolongnya, walaupun dengan alasan seperti itu.
"oh gitu, semoga cepat dikasi yah, mama udah ngga sabar mau nimang cucu"
"akan kami usahan Mah" menatap Anggi
"Sudah jangan bahas itu lagi, jangan membebani mereka harus cepat dapat anak, mereka juga masih sangat muda, udah makan dulu sini" tegur Papa Rama
"mau kemana" tegur Mama Rama
"mau naik ke kamar"
"sekalian panggil Adikmu yah"
"tumben dia dirumah, biasanya juga udah ngga dirumah kalau jam segini"
"ini hari libur Rama, kamu ini selalu aja begitu sama Adik mu"
"iya iya"
"Anggi kamu ngga naik juga"
"ngga Mah, aku disini aja bantuin Mama"
Sesampainya di Kamar Adiknya, Rama langsung menyambar pintu kamar lalu membukanya. Ternyata sang Adik masih tertidur pulas
"woyyy, bangun" Teriak Rama
Seketika Adiknya bangun mendengar teriakan Rama
"berisik banget sih"
"lagian ini udah jam 12, kenapa masih tidur"
"masih ngantuk"
"di panggil mama tuh, disuruh makan"
"yah udah aku mandi dulu"
"bareng siapa kesini"
"sama kakek"
"kakak ipar ngga ikut"
__ADS_1
"ada di bawah"
"oh gitu"
"Yah udah aku mau kekamar aku dulu, mau cari sesuatu"
Sebulan yang lalu saat Rama mampir ke Rumah orang tuanya, Rama hanya mendapatkan Adiknya. Saat itu lah dia mulai berbaikan. Menjelaskan semua kesalahpahaman mereka.
Rama turun bersama Adiknya lalu berjalan menuju Ruang makan
"Anggi" ucap Adik Rama
Anggi mencari asal suara itu, terdengar sangat tidak asing. Lalu menemukan orang yang di maksud
"kamu kenal sama istri aku" tanya Rama
"iya, sangat kenal" balas Raka
"Raka" ucap Anggi
"kalian saling kenal, padahal kalian baru bertemu" kata Mama heran
Raka cukup kaget mengetahui Anggi adalah Istri kakaknya.
"Anggi teman SMA Aku dulu" ucap Raka
Anggi cukup lega, mendengar Raka mengakuinya sebagai Teman Sekolahnya bukan sebagai Mantan Pacarnya.
"Situasi macam apa ini, Adik iparku adalah Mantan pacarku, Tuhan kenapa aku di takdirkan seperti ini" pikir Anggi
"Raka bukannya Mama menyuruh calon Tunanganmu datang kesini, kamu sudah memberi tahunya"
"hmm, sudah" sambil mengedarkan pandangannya ke Anggi
Raka hanya tersenyum kecut, padahal rencananya ingin mengenalkan Anggi ke Orang tuanya, sebelum dia meresmikan hubungannya dengan calon tunangan yang di jodohkan Papanya.
Anggi merasa tenang setelah tau kalau Raka punya tunangan, berarti Raka sudah tidak mengganggunya lagi, apalagi dia tau kalau Anggi itu kakak Iparnya. Tentang perasaan, Anggi sudah melupakan Raka dan sudah membuka perasaannya ke Rama
Satu keluarga datang berkunjung kerumah mereka
"silahkan masuk tuan, tuan sudah menunggu" ucap bibi sopan
"ehh kalian sudah datang, ayo masuk" kata Mama
Mereka langsung duduk di meja makan, karena semuanya sudah berkumpul disana
"oh iya kenalkan ini menantuku, namanya Anggi" ucap mama
Anggi menyalami mereka dan calon tunangan Raka
"menantu kamu cantik yah" katanya
Anggi hanya tersenyum sambil menatap wajah calon tunangan Raka
"lumayan, tapi masih cantikan aku" gumamnya
"Anggi ini calon tunangannya Raka, namanya Yuna" Mama yang sedang sibuk memperkenalkan
"Yuna" ucap Yuna sambil mengulurkan tanganya Ke Anggi yang berada tepat di hadapannya
Rama lalu memegang tangan Anggi menyuruhnya duduk kembali
"entar kamu capek berdiri terus" bisik Rama
"hmm, iya" Anggi menuruti perkataan Rama
"kita kan mau main bentar malam" bisik Rama di telinga Anggi sambil berpura pura melirik kebelakang
Anggi membulatkan matanya kaget dengan bisikan Rama barusan. Sempat-sempatnya Rama mengatakan hal aneh di hadapan semua orang
"Main apa? Tanya Anggi dengan kepolosannya berbisik ke Rama
__ADS_1
Rama mengeluarkan senyum smirknya lalu beralih memakan makanannya
Anggi mengerutkan Alisnya lalu berbalik menatap tajam Rama.
Rama hanya tersenyum senang menanggapi Kekesalan Anggi saat ini, baginya Anggi sangat menggemaskan jika sudah menatapnya tajam
"Rama kamu kenapa senyum senyum begitu, ada yang lucu yah" Tegur Kakek
"ngga kok Kek"
Sedari tadi Kakek memerhatikan Kedua pasangan itu. Bahkan Kakek sempat menggelengkan kepalanya melihat kelakuan cucunya yang sedang menjahili Anggi
Selesai makan, kedua pasangan itu pergi ke halaman belakang Rumahnya untuk bersantai
Mereka duduk di sebuah taman dengan kolam ikan yang berada di sekitar Taman itu
Anggi dan Yuna duduk di taman sedangkan Rama dan Raka berada di pinggir Kolam ikan sambil memberikan makan
" kenapa tidak memberitahuku kalau Anggi itu istrimu"
"kamu tidak pernah bertanya"
"bukannya aku mengirimkan foto pernikahanku padamu"
"ponsel ku hilang"
"bukan salahku kalau begitu"
"ceritakan padaku bagaimana Anggi waktu SMA dulu"
"tidak ada yang berubah, masih seperti Anggi yang aku kenal"
"oh yah, bagus lah kalau begitu"
"dan aku berharap perasaannya padaku juga tidak pernah berubah" gumam Raka
"apa kakak menyukainya, bukannya dia hanya gadis yang di jodohkan kakek" tanya Raka
"awalnya aku memang tidak bisa menerima perjodohan ini bahkan sempat menolak, tapi setelah aku menjalaninya, aku baru menyadari kehadirannya, aku ingin selalu menjaganya, memberikannya perhatian dan Rasa nyaman jika berada di dekatku"
"apa dulu dia juga menolak perjodohan ini" tanya Raka penasaran
"hmm tentu saja, kau tau sendiri kami tidak saling kenal, bahkan sampai sekarang aku belum tau bagaimana perasaannya terhadapku"
"kau harus menjaganya, jangan membuatnya bersedih"
"pasti, aku sangat mencintainya, tidak akan aku biarkan air matanya jatuh setetes pun" balas Rama yakin
"apa kau mau berjanji padaku" ucap Raka
"kalaupun dia mengeluarkan air matanya, itu hanya Air Mata kebahagiaan"
"ku harap kalian bahagia"
"kuharap aku bisa melupakanmu Anggi dan membiarkanmu bahagia dengan Kakakku" pikir Raka
Sambil memandang Anggi dari kejauhan yang sedang menatapnya juga. Rama melambaikan tangan nya ke Arah Anggi.
"apa yang mereka bicarakan" tanya Yuna
"entahlah, seperti membicarakan kita"
"ku harap mereka tidak mengejek kita" kata Yuna menerka
"kamu itu cantik mana mungkin ingin mengejek" sambil tersenyum menatap Yuna
"ayo kita hampiri mereka" Ajak Anggi
Yuna hanya menuruti perkataan Anggi, berharap calon Kakak Iparnya itu baik dan tidak menyusahkannya.
Bersambung...
__ADS_1