Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Dia


__ADS_3

Saat selesai sarapan Anggi bergegas menuju mobil nya yang berada di garasi


"aku antar ke kampus" tegur Rama


"ngga usah"


"pokoknya hari ini aku yang antar"


"keselek setan apa nih anak" gumam Anggi


"tumben mau ngantar, biasanya juga ninggalin aku"


"di suruh kakek"


Anggi memutar matanya malas, di pikirnya insiatif Rama sendiri


"terus pulangnya gimana, aku kuliah nya sampai sore"


"aku tungguin"


"awas yah kalau ninggalin aku"


"ngga bakalan"


"janji dulu"


"ngga janji"


" yah udah kalau gitu, ngga usah ngantar"


Rama menarik tangan Anggi naik ke atas mobilnya. Dari jauh kakek nya memerhatikan mereka berdua


Rama melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumahnya.


Di perjalanan menuju kampus


Anggi hanya diam memandang jalanan ibukota yang sedikit macet.


"Anggi " seru Rama memecah keheningan


" hmm" jawab Anggi Cuek


"kamu marah sama aku"


"ngga"


"Terus"


"Terus apa? "


" Terus kenapa kamu diamin aku"


"memangnya mau ngomong apa, ngga ada yang perlu dibahas kan"


Rama hanya ber oh ria


Suasana kembali sepi lagi


Anggi memalingkan wajahnya melihat keluar Jendela saat mobil berhenti tepat di Lampu merah jalan, matanya menangkap sosok wajah yang sangat familiar baginya.


Mobil sport warna hitam dengan jendela kacanya terbuka. Membuatnya mengenang kejadian masa lalunya'


Kedua alisnya mengerut saat orang yang di lihatnya sedang bersama wanita di sampingnya


Mobil itu kembali melaju, saat Lampu lalu lintas berwarna hijau muncul tanpa sadar Anggi sedikit melamun, memikirkan siapa wanita di samping lelaki tadi.


"Turun" kata Rama


Anggi melirik Rama kesal karena disuruh turun bahkan pikirnya belum sampai di tujuan


"liat baik-baik dulu ini dimana"


Anggi mengedarkan matanya, ternyata sudah sampai tepat di gerbang kampus nya.


"ini belum sampai didepan Fakultas, aku ngga mau jalan yah, capek"


"kamu yakin aku antar sampai depan ruang kuliah mu"


Anggi berpikir sejenak,


"kalau di antar sampai sama, nanti banyak orang yang liat, pasti ketahuan kalau begini"


Gumam Anggi


" Tapi kalau ngga di antar nanti capek" lanjutnya


"tadikan aku bilang pake mobil saja, tapi kamu ngotot mau nganterin" kesal Anggi


" pokoknya Anterin aku sampai depan fakuktas"


"yah sudah, jangan nyesal yah"


"ngga bakalan"


Rama melanjutkan mengendarai mobilnya masuk ke gerbang kampus. Mobil nya berhenti tepat di depan fakultas yang di inginkan Anggi

__ADS_1


"bagaimana" tanya Rama tersenyum mengejek


Anggi hanya diam merutuki kesalahan nya. Kenapa hari ini sangat ramai, sambil menutupi wajahnya


Rama membuka sabuk pengamannya untuk turun ke mobil


Tau yang Rama ingin lakukan, Anggi langsung menegur nya


"Stop" kata Anggi spontan


"Kenapa"


"mau apa" sedikit ketus


"mau bukain pintu mobil buat tuan putri"


"ngga usah"


"loh kenapa"


"yah ngga usah sok romantis, ntar diliat orang"


"bukannya itu yang kamu inginkan"


"gak usah, anggap aja aku nebeng mobil kamu tadi"


Anggi langsung membuka pintu mobil lalu berlari menjauhi mobil Rama


Saat berjalan Anggi mendapati mahasiswi bercerita dengan muka penasarannya.


"Anggi ngga perlu mendengar perkataan mereka, oke" kata Anggi menyemangati dirinya sendiri


" Woyyyy" tegur Dara mengagetkan Anggi


"bikin Kaget aja"


"Di antar Kak Rama yah, ciee"


"hussttt, jangan berisik" sambil memegang mulut Dara agar tidak melanjutkan omong nya


Dara hanya mengangguk dan menunjukkan tangan bertanda oke


Saat berada di ruang kuliah, Anggi tiba tiba teringat dengan yang dilihatnya tadi di Lampu merah


"Dara"


"Kenapa cantik" dengan nada bicara yang di buat buat


"Dia"


" aku melihatnya"


Dara menghembuskan nafasnya kasar


"Anggi aku ini bukan orang peka yang bisa langsung tau, maksud perkataan kamu itu apa" meninggikan nada bicaranya


"kamu liat siapa sih" lanjutnya


"Oh iya, kamu liat berita gosip itu yah Anggi"


"Dara, ngomong nya jangan keras keras" menegur Dara


Sambil melihat teman kuliahnya yang melirik mereka


"kamu yang sabar yah" Kata Dara


Dara Memeluk Anggi prihatin


"Dara, bisa diam dulu gak, bukan itu maksud aku" sambil melepas pelukan Dara


"Soal Rama, aku ngga peduli" dengan nada sepelan mungkin agar yang lain tidak mendengarnya


"Anggi kamu ngga cemburu, dia itu Sua.. "


Perkataanya berhenti saat Anggi berhasil mencubit lengan Dara.


" awwww, sakit"


"makanya jangan berisik"


"Dengarin aku dulu"


"kamu sih tadi ngomongnya terlalu nerawang, mana aku tau"


"yah udah, dengarin aku dulu, sekarang aku ngga ngebahas soal Rama sekarang, oke"


"oke" balas Dara


"sekarang aku boleh lanjut"


"boleh"


"bagus"


" begini... " perkataan Anggi terpotong saat dosen masuk keruangannya.

__ADS_1


" ntar aku ceritain yah, setelah kuliah"


Perkuliahan tadi berlanjut sampai sore hari, akhirnya perkuliahan selesai, semua mahasiswa yang mengikuti kuliah berhambur keluar Ruangan.


Saat Anggi dan Dara keluar.


Anggi melihat Luna yang berjalan berdampingan dengan lelaki yang mengantar nya pagi ini ke kampus.


"Anggi, ada Kak Rama tuh" tegur Anggi menyenggol lengannya


Anggi hanya diam, yang di pikirannya saat ini hanya lelaki tadi, bahkan saat dosen menerangkan pun dia tidak perhatikan.


"hah" Anggi baru tersadar


Dara menunjuk Rama dengan dagunya, yang dengan refleks mengikuti arah dagu Dara.


" kenapa "


Dara hanya terkejut melihat ekspresi tenang Anggi, yang tidak peduli


Anggi dan Dara hanya berjalan lurus, karena Rama juga pura-pura tidak melihat Anggi yang berjalan di samping nya.


" Kalian seperti orang yang tidak kenal satu sama lain "


Beberapa senior menegur dan menyapa dua wanita cantik yang bersahabat itu saat berjalan melewati mereka.


Anggi dan Dara hanya tersenyum.


" mereka cantik yah, apalagi yang memakai jaket levis itu" kata salah satu senior


"incar aja siapa tau belum ada yang punya" kata teman yang di samping nya, sambil tertawa


Mendengar perkataan mereka, Rama sedikit tersulut emosi. Dia mengepal tangannya cukup


Keras.


"Rama, kamu bisa antar aku pulang, soal nya sopir aku ngga bisa datang, dia ada urusan"


" tapi aku mau.. "


Belum sampai perkataannya, muncul notifikasi di ponselnya.


Pesan dari Anggi


" ngga usah antar aku pulang, aku pulang sama Dara "


Rama memasukkan ponselnya kembali di saku celananya.


" ayo aku antar pulang"


"kamu ngga sibukkan, katanya tadi kamu mau pergi" tanya Luna


"ngga kok" Jawabnya cuek


Saat berjalan menuju mobilnya Rama melihat Anggi berjalan bersama Dara.


Terlihat Raut wajah sedikit lega, Rama tidak mengkhawatirkan Anggi yang pulang sendirian.


Rama merogoh sakunya mengambil ponselnya


Mengetikkan sesuatu untuk dikirim ke Anggi


"langsung pulang, ngga usah keluyuran" pesan dikirim ke Anggi


Kemudian Rama langsung masuk ke mobilnya untuk mengantar Luna pulang.


Di perjalanan Rama sibuk mengecek ponselnya, yang dari tadi pesannya. Tidak ada balasan pesan dari Anggi


Tak butuh waktu lama Rama langsung menelpon Anggi.


Panggilannya tersambung.


"hmm kenapa? "


" dimana? "


"aku mampir ke cafe sebentar, habis ini aku pulang"


" sama siapa? "


" Dara"


"ngga ada yang lain? "


" cuma berdua, cemburuan banget sih"


Panggilannya di putuskan sepihak oleh Anggi


"Bawel banget sih" gumam Anggi


"Halo.. Halo" Rama kesal saat panggilannya terputus.


"awas aja yah, kalau sampai di rumah" gumam Rama tersenyum nakal


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2