Jatuh Cinta Dengan Istriku

Jatuh Cinta Dengan Istriku
Siapa?


__ADS_3

Hari ini Anggi ke kampus lagi, rencananya cuma mau minta tanda tangan dosen pengujinya, tentu saja Anggi sudah janjian dengan Dara.


"Ra, kamu dimana sih, aku udah nungguin kamu dari nih" tanya Anggi di balik telponnya


"aduh Gi maaf yah, aku ada urusan tadi aku baru mau jalan nih, tunggu sebentar yah" jawab Dara sambil sesekali menengok arah rumah minimalis 2 lantai itu.


"yah udah cepetan yah, soalnya aku mau mampir kerumah mertua aku nih setelah pulang nanti"


"iya iya, jangan marah-marah gitu dong, entar orang yang liat kamu itu malah heran, cantik cantik kok galak"


"isshh, bawel kamu" kesal Anggi seraya menutup panggilan telponnya


Anggi masih berpikir, ada apa yah mertuanya memanggilnya kesana, tidak biasanya mereka menyuruhnya datang, biasanya mertuanya yang akan datang kerumahnya. Tapi itu sudah jarang terjadi karena kesibukan mertuanya


Anggi berinisiatif menelpon Rama, menanyakan ada apa mertuanya memintanya datang kesana


Belum ada dentuman dering ponselnya, operator jaringan sudah memberi tahunya terlebih dahulu, nomor yang ada tuju sedang tidak aktif.


"Rama kemana sih, ponselnya ngga aktif" gumam Anggi


Dengan malas Anggi masuk ke ruang dosen untuk menemui dosen yang sudah membuat janji dengan Anggi


Setelah selesai Anggi mengecek ponselnya lagi menghubungi Rama namun malah orang lain yang menelponnya


"Gi, kamu dimana?" ucapnya diseberang telpon


"aku baru keluar dari ruang dosen"


"aku ada di taman nih nungguin kamu"


"tunggu yah"


"oke" ucap Dara terakhir setelah mengakhiri panggilannya


Dara sempat berpikir seraya menopang dagu nya, saat sedang berada di depan Rumah itu, sepertinya ada satu mobil lagi yang diam-diam memerhatikan rumah itu juga, tapi siapa? Apa dia juga sedang ingin mencari informasi seperti aku


Dara menghembuskan nafasnya pasrah, dia menatap langit yang sedang bersahabat dengannya, sangat cerah bahkan matahari siang ini sangat terik, sambil mengetuk beberapa jarinya di meja menghasilkan suara ketukan.


"Dor" teriak Anggi yang berhasil membuat Dara seketika bersorak kaget


"bisa mati ditempat aku disini Anggi" kesal Dara yang memegang dadanya, apa kabar posisi jantungnya yang hampir berlari dari tempatnya


"ngga usah berlebihan, buktinya kamu baik-baik aja tuh"


"sahabat aku yang satu ini emang sedikit aneh, sempat-sempatnya dia tertawa" batin Dara


"untung kamu sahabat aku, jika bukan udah aku gibas dari tadi"


"sorry deh, orang cuma bercanda"


Saat ini mereka masih ditaman, dalam kesunyian mereka hanya sibuk dengan aktivitasnya masing-masing, Anggi yang sibuk dengan ponselnya karena ponsel Rama belum aktif juga, disampingnya ada Dara yang sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Gi" panggil Dara


"hmmm, kenapa" cuek Anggi yang sibuk dengan ponselnya


"aku mau ngomong sesuatu sama kamu" sahut Dara


"akhirnya ponselnya aktif juga" ucap Anggi yang tidak mendengarkan perkataan Dara

__ADS_1


"tunggu yah, aku nelpon dulu" ucapnya sambil berlalu menjauh ke Dara


"kamu itu kemana aja sih, aku telpon tapi ngga aktif"


"aku ada rapat penting tadi"


"kenapa ngga di silent aja, biar panggilan aku bisa kamu liat"


"aku udah nelpon kamu dari tadi loh" ucap Anggi yang sedikit kesal


"maaf yah, ngga akan aku ulangin lagi"


"begini mama nelpon aku tadi, katanya nyuruh mampir kerumah, emang ada apa yah, ngga biasanya mama manggil aku"


"aku juga ngga tau Anggi" cuek Rama


"tumben banget kamu manggil nama aku biasanya juga panggil Sayang"


"kamu ini masalah cuma masalah begitu kamu permasalahkan"


"kok kamu marah sih, aku kan cuma nanya aja"


Rama mematikan telponnya sepihak.


"sialan dimatiin" kesal Anggi


"kamu kenapa, liat tuh bibir kamu udah hampir kayak bebek" ujar Dara melihat Anggi


"aku kesal banget tau ngga sama si Rama, padahal aku cuman nanya aja kenapa mama mertua ku nyuruh mampir, dia jawabnya cuek aja malah manggil nama aku lagi, biasanya juga dia panggil sayang, kamu tau masa di marah karena aku nanya gitu" ucap Anggi panjang lebar menjelaskan ke Dara


"takut ada yang dengar kali dia bilang sayang"


"hmmm" Anggi tersenyum miring menanggapi Dara.


"kayak takut ketahuan aja" ucap Anggi


"bisa jadi tuh, ada cewek di sampingnya takut ketahuan kalau dia manggil sayang, kan ngga lucu kalau ketahuan sama istrinya"


"jangan berpikir terlalu jauh, ngga mungkin juga, kalau takut ketahuan ngapain juga dia angkat telpon aku" jelas Anggi


"suka-suka kamu aja deh Gi" pasrah Dara


"abis ini mau kerumah mertua kamu? " tanya Dara


" iya nih"


Mereka berpisah saat sedang berpamitan untuk pulang


"Gi, semangat yah" teriak Dara ke Anggi


"hmmm, kamu juga"


"tumbem banget tuh anak nyemangatin" batin Anggi


Saat ini Anggi sudah berada tepat di halaman rumah mertuanya. Anggi mulai turun dari mobilnya lalu berjalan menuju pintu rumah mereka.


"Nona Anggi, silahkan masuk nyonya sudah menunggu dari tadi"


"Mah" panggil Anggi

__ADS_1


"ehh Masuk sini, kamu habis dari kampus yah"


"iya nih Mah"


Anggi mengeluarkan senyum terbaiknya saat melihat seorang anak perempuan sekitar 2 tahun digendongan Mama mertuanya.


"ini siapa Mah" seraya duduk disamping Mamanya


"anaknya Raka"


"wahh, gemas banget, boleh Anggi gendong"


"boleh dong"


"terus Raka sama Yuna mana?" tanya Anggi


"ada diatas sedang istirahat"


"kok ngga bilang kalau mau pulang dari London"


"Mama juga kaget, pas buka pintu ada Mereka didepan mata Mama"


"Namanya siapa Mah"


"Alika"


"Hay Alika, mau main sama Aunty ngga" ucap Anggi seraya tersenyum senang di depan anak itu


"Anggi" Panggil Mama


"iya Mah"


"Mama mau ngomong sesuatu sama kamu, tapi kamu jangan tersinggung sama ucapan Mama yah"


"iya Mah, Mama ngomong aja"


"Kapan kamu beri Mama cucu juga, setelah kamu kecelakaan sudah tidak ada tanda kalau kamu hamil"


Anggi hanya menunduk lesu, dia harus ngomong apa sama Mertuanya, tidak mungkin juga kan dia mengatakan kalau sulit punya anak lagi.


"Anggi, kamu tersinggung yah dengan perkataan Mama, aduh Mama minta maaf yah sayang" tanyanya sekali lagi


"ngga kok Mah, Anggi sama Rama juga udah berusaha kok, yah mungkin belum di kasih aja"


"kita ke Dokter aja yah, periksa kandungan kamu, biar dokternya ngasih tau tanggal yang bagus masa subur kamu"


"kandungan aku ngga subur Mah, makanya selama ini ngga bisa hamil" batin Anggi seraya menahan sesak didadanya


"nanti biar aku aja yang ke dokter Mah"


"biar Mama yang temanin" tawar Mama


"ngga usah Mah, takut merepotin, Biar aku suruh Rama yang temanin aku"


"yah udah kalau begitu, nanti kasih kabar yang baik buat Mama yah"


"Iya Mah"


Yuna turun dari tangga melihat interaksi menantu dan Mertuanya, Yuna bahkan merasa kasih sayang mertuanya itu tidak sama seperti Anggi, terbesit rasa iri saat melihat mereka namun bagaimana pun, saat ini dia yang lebih unggul karena bisa memberikan cucu buat Mertuanya, sedangkan Anggi sampai saat ini belum bisa memberikannya

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2