
Anggi menaiki taksi entah kemana ia ingin pergi.
Taksi itu berhenti tepat di depan sebuah Rumah mewah, pagarnya yang menjulang dengan hiasan daun yang menjalar di sekitarnya
Rumah yang tidak terurus lagi, sejak kepergiannya dan menetap di Paris setahun yang lalu, Rumah itu Tidak memiliki penghuni, bahkan asisten rumah tangga yang pernah diperkerjakannya tidak lagi datang kesana
Anggi hanya menatap Rumah itu dalam, mengenang kesehariannya, kenangannya saat bersama orang tuanya.
Matanya sedikit berair, bukan karena terharu melainkan angin yang meniup dirinya bersama debu halus yang masuk ke matanya.
Anggi menggosok gosok matanya, seseorang pria berjaket kulit, dengan tinggi badan sekitar 179 cm menepuk pundaknya pelan,
"Anggi" panggil pria itu
Sontak Anggi kaget, mendengar suara pria yang sangat di rindukan selama ini.
Anggi mulai membalikkan badannya berharap dia tidak salah mengenali suara berat itu.
Anggi cukup tertegun saat melihat pria di depannya adalah orang yang sama
"RAKA" ucap Anggi cukup pelan
"iya ini aku"
Anggi tidak bisa berkata kata, selama ini Anggi cukup merasa bersalah atas perbuatan nya sendiri.
Bahkan untuk menanyakan kabarnya saja Anggi tidak berani.
"Bagaimana kabar kamu sekarang? " tanya Raka
" seperti yang kamu liat"
"oh aku pikir kamu memang baik-baik saja, kamu bahkan tidak pernah memberikan kabar padaku" ucap Raka menyinggung
"apa karena kita tidak ada hubungan lagi, jadi kamu menjauhiku" lanjut Raka santai
"bukan seperti itu"
"kamu kemana, kenapa tidak ada kabar selama ini, nomor telpon mu yang dulu juga tidak aktif"
"aku sudah menggantinya"
"intinya aku sudah bertemu denganmu"
"apa yang kamu lakukan di depan rumah mu sendiri" tanya Raka
"tidak ada, hanya ingin kesini saja"
"kenapa tidak masuk? "
" aku sudah tidak tinggal disini, Rumahnya kosong"
"pantas saja, setelah pulang dari jepang, aku melewati Rumah ini, tapi tidak pernah menemukan mu, seperti Rumah yang tidak berpenghuni
"sebenarnya aku berharap bisa melihatmu tapi nihil"
"maaf aku tidak mengabari mu"
"lalu kemana kamu selama ini, dimana kamu tinggal"
Anggi tidak menjawab, kalau dia memberi tahu Raka dia tinggal dimana, Raka akan bertanya tanya lebih.
"aku tinggal bersama keluargaku"
"bagaimana kalau kita cari tempat lain saja untuk mengobrol itupun kalau kamu setuju" usul Raka
Ponsel Anggi berdering, saat melihat nama yang muncul, Anggi segera mematikan panggilannya.
__ADS_1
Notifikasi pesan muncul
"jangan pulang larut malam"
Isi pesan dari Rama.
"Siapa? " tanya Raka penasaran
" bukan siapa siapa" jawab Anggi
"Maafkan aku Rama hari ini aku single" pikir Anggi
Mereka naik ke mobil Raka yang sudah terparkir di sampingnya
" mau kemana?" tanya Anggi
" ke kafe biasa "
" masih ingat tempat itu "
" aku selalu kesana "
" sama pacar kamu yah "
" aku belum menemukan pengganti mu "
"hah" Anggi terkejut
"aku belum bisa melupakan mu Anggi"
"lalu siapa wanita yang tempo hari aku liat bersama nya di dalam mobil. Tidak mungkin aku salah mengenali rupa nya" Anggi larut dalam pikirannya
"kau tau sendiri Anggi, aku tidak gampang jatuh cinta"
Anggi hanya diam mendengar semua ucapan Raka.
Bagaimana perasaan Raka ketika dia taunkalau aku sudah menikah, apa dia akan kecewa atau kah sakit hati
" Raka seharusnya kamu bisa move on dari aku"
"aku sudah mencobanya Anggi tidak ada yang lebih baik dari kamu"
"aku mengerti tidak akan mudah untuk melupakan seseorang yang sangat kita cintai"
"apa aku bukan orang yang kamu cintai, sepertinya perasaan yang kamu rasakan berbeda dari aku"
"aku pernah mencintai mu, tapi itu dulu setelah kamu. " ucapan Anggi tertahan
" kita cuma salah paham Anggi"
"bahkan aku belum tau alasan mengapa kamu memutuskan hubungan kita sepihak, ditambah kamu pergi tanpa ada kabar"
" Raka cukup, kamu menyerangku dengan banyak pertanyaan" jelas Anggi yang muak
Kenapa jadi seperti ini, Masalah ku dengan Rama saja belum kelar, muncul seorang lagi yang menuntut ku menjawab semua pertanyaan nya
"baiklah, aku tidak akan meminta jawaban padamu dengan tergesa gesa"
"biarkan aku menjawab pertanyaanmu satu satu"
"oke oke, kapan kamu akan menjelaskan nya? "
" setelah aku merasa tenang"
" aku akan menunggu jawabanmu "
" apa kau tidak marah padaku" tanya Anggi
__ADS_1
" aku sangat marah Anggi, aku mencarimu kemana pun, tapi tidak ada yang memberi tahuku, termasuk Dara"
" sejauh mana kau mencari ku"
"entah lah, mungkin aku lelah sampai aku berpikir jika kita di takdirkan kau akan datang sendiri kepadaku"
"nyatanya aku yang menemukanmu, bahkan ditempat yang selalu aku lewati tiap hari"
"mungkin kita memang tidak di takdirkan untuk bersama" spontan Anggi yang membuat Wajah Raka memucat
Terlihat sangat jelas jika dia tidak menginginkan perkataan Wanita yang di tunggu nya selama ini mengatakan hal yang membuatnya jatuh sejatuhnya. Seperti tidak bisa untuk di gapai kembali.
"jangan berkata seperti itu Anggi, aku tidak sanggup mendengarnya"
Raka menghentikan mobilnya tepat di depan Kafe yang biasa mereka kunjungi saat berpacaran dulu.
Pembicaraan nya berlanjut di atas mobil tanpa masuk ke kafe
"kau tau saat aku melihat seseorang berdiri di depan rumahmu, aku langsung menghentikan mobilku, berharap orang itu adalah kamu ternyata memang aku tidak salah, itu kamu"
"betapa senangnya aku, saat kau berbalik menatapku dan jantungku berdegup kencang, untungnya aku bisa bersikap tenang seolah aku menyembunyikan rasa rinduku.
"aku menahan diriku untuk tidak memelukmu, karena aku masih sadar kamu bukan lagi pacarku, tapi disisi lain perasaan bahagia saat melihatmu tidak bisa aku sembunyikan"
"lebih baik masuk saja, aku lapar"
Ucapan Raka yang panjang itu terhenti saat Anggi membuka suara
Tapi bukan itu yang diharapkan kan Raka, walaupun dia senang bukan berarti tidak ingin tau alasan Anggi pergi meninggalkan nya
Mereka masuk ke dalam kafe berjalan beriringan.
Saat masuknya Raka ke kafe, Raka di sambut oleh banyak pengunjung kafe yang tidak lain teman teman kuliah nya, sebagian lagi temannya Saat SMA dulu.
Anggi heran saat masuk ke kafe itu setelah setahun lalu tidak kesana lagi
Kafe itu milik salah satu teman Raka waktu SMA dulu, setiap hari mereka nongkrong disana setelah selesai kuliah
"heyy bro, baru kali ini aku melihatmu membawa wanita kesini" kata salah satu teman Raka
"kamu aja yang baru liat, baru aja dua hari yang lalu dia bawa wanita kesini" ucap Pemilik kafe salah satu teman Raka juga
Anggi menyesali ajakan Raka yang datang ke kafe ini, pikirnya Kafe ini sepi seperti saat mereka datang dulu, ternyata kafe ini sangat ramai sudah ada perubahan juga.
"aku pulang saja" Kata Anggi sebelum beranjak duduk
"kenapa, kita baru datang tapi sudah mau pulang"
"lain kali saja"
"kalau begitu aku antar pulang" ucap Raka menawarkan
"aku naik taksi saja"
"Anggi aku antar" ucap Raka tegas
"tidak usah, lagi pula rumahku dekat dari sini"
"yah sudah, kalau kamu tidak mau aku antar, aku akan temani kamu menunggu taksi, biar aku bisa tau kau selamat sampai rumah"
"baiklah"
"berikan tau aku nomor telponmu, atau sosial mediamu agar aku bisa menghubungimu"
Anggi meraih ponselnya dan memberikan nomor telpon miliknya dan menscan barcode salah satu aplikasi sosial medianya.
Bersambung...
__ADS_1